UC News

12 Wanita Kuno Ini Sungguh Bikin Ciut Nyali Laki-Laki, Mau Tau Kenapa?

Film "Wonder Woman" (2017) adalah film box-office yang sudah lama ditunggu-tunggu tentang mitos puteri Amazon yang muncul dalam penampilan pertamanya dalam komik DC berjudul "Sensation Comics," pada tahun 1942. Sejak itu, Wonder Woman, alias Diana Prince, telah lama menguasai tokoh langka di dunia superhero - seorang wanita yang sejak kecilnya kuat dan terampil dalam berperang.

Meskipun aslinya Wonder Woman adalah fiksi, dia tidak memiliki memiliki bukti di dunia nyata. Padahal, sepanjang sejarah dan lintas budaya, kenyataannya wanita banyak menguraikan strategi militer dan menyerbu medan perang, diantara pasukan terkemuka yang didominasi pria. Wanita bisa membuktikan diri sebagai pejuang yang ganas dan pemimpin yang sangat terampil.

Mau tau siapa saja petarung wanita yang setara dengan Wonder-Woman?

12. Fu Hao ( Jenderal Wanita Tiongkok Kuno)

Jenderal wanita pertama yang tercatat dalam sejarah berasal dari Dinasti Shang, Fu Hao, hidup sekitar 3.000 tahun yang lalu (Masa Zaman Perunggu Cina), menurut sebuah biografi yang diterbitkan tahun 2002, Women in World History: A Biographical Encyclopedia (Yorkin Publications).

12 Wanita Kuno Ini Sungguh Bikin Ciut Nyali Laki-Laki, Mau Tau Kenapa?
Livescience.com

Sejarah dan kisahnya disimpan dalam potongan-potongan teks yang tergores dalam tulang belulang dan kulit penyu; ini disimpan dalam koleksi Museum Seni Oriental dan Arkeologi Gulbenkian di Inggris, digambarkan dia memimpin 3.000 tentaranya dalam agresi untuk memperluas wilayahnya.

Para arkeolog menemukan lebih banyak tentang pangkat dan ketrampilan militer Fu Hao setelah menggali makamnya di daerah Anyang, Cina, pada tahun 1976. Lebih dari 100 senjata ditemukan terkubur di dalam makamnya, menguatkan statusnya sebagai pemimpin militer tingkat tinggi, seperti dikatakan Museum itu. Makamnya juga mencakup ribuan benda hias dan bejana dalam perunggu, batu giok, tulang, dan gading, serta sisa-sisa 16 budak yang dikubur hidup-hidup untuk melayaninya di akhirat. Terlalu..!

11. Boudicca (Pemberontak Romawi)

Selama invasi Romawi dan pendudukan Inggris selatan pada abad pertama Masehi, seorang wanita bernama Boudicca memimpin orang-orang Iceni (suku Inggris timur), dalam melakukan pemberontakan.

Livescience.com

Catatan sejarawan Romawi Publius Cornelius Tacitus (56 - 117 M) menggambarkan kemunculan Boudicca sebagai pemberontak dan pemimpin ketika orang-orang Romawi menyita tanahnya dan mencabut status suku itu sebagai sekutu Romawi, setelah kematian suaminya, Iceni raja Prasutagus, seperti diceritakan Ensiklopedia Sejarah Kuno.

Serbuan militer Boudicca menghancurkan pemukiman Romawi di Verulamium, Londinium dan Camulodunum, secara brutal mereka membantai penduduk. Sayang, pasukannya dihancurkan di Pertempuran Watling Street dekat Shropshire, pada 6m1 M, mengakhiri pemberontakan melawan Roma.n

10. Tomoe Gozen (Samurai Wanita)

Samurai perempuan legendaris Tomoe Gozen pertama kali muncul dalam epos militer Jepang berjudul "The Tale of the Heike," serangkaian narasi tentang kehidupan dan pertempuran mereka dalam Perang Genpei pada abad ke-12, diceritaka turun-temurun sampai beberapa generasi hingga tercatat pada abad ke-14.

ancientpages.com

Gozen digambarkan sebagai pemanah terampil yang berjuang untuk jenderal Kiso Yoshinaka; dia mengenakan baju perang besi dan membawa pedang dan busur besar, dan ketika Yoshinaka diserang hingga terluka parah, dia membelanya dengan ganas, bergulat dengan samurai musuh dan memotong kepalanya, setidaknya itu deskripsi kisah oleh Japan Times.

Dia adalah penunggang yang tak kenal takut, yang tidak bisa kalahkan oleh kuda yang paling ganas maupun yang paling liar sekalipun, dan dia dengan tangkas menangani pedang dan busur sehingga kemampuannya setara 1.000 prajurit, cocok untuk bertemu dewa atau setan.

9. Gudit (Ratu Etiopia)

Ethiopia pernah diperintah oleh seorang ratu bernama Gudit, alias Yodit, Isat atau Ga'wa, dilansir dari penelitian yang diterbitkan di jurnal Bulletin School of Oriental and African Studies (2000).

Solarey.net

Sayangnya tidak jelas dari mana asal-usul ratu pejuang, dan beberapa laporan ilmiah mengklaim bahwa ia adalah orang keturunan dari perkawinan dengan Yahudi.

Sejarawan Ibn Haukal menulis tentang seorang ratu penguasa Abyssinia - sebutan kuno untuk Ethiopia - selama abad ke-10, catatannya tercantum dalam sepucuk surat yang ditulis pada 980 M, menyebutkan ratu Ethiopia ini naik tahta setelah membunuh raja yang sah saat itu dan memerintah selama beberapa dekade. "Dia melawan orang-orang Nasrani dan memenjarakan banyak orang Etiopia asli, membakar kota-kota, serta menyerbu beberapa gereja," ujar hasil penelitian itu.

8. Anna Nzinga (Ratu Angola)

Anna Nzinga naik tahta sebagai ratu Ndongo, negara Afrika yang sekarang disebut Angola, pada tahun 1624. Dengan cepat dia beraliansi dengan Portugal untuk melindungi rakyatnya terhadap serangan dari kerajaan Afrika lainnya, dan guna mengakhiri perdagangan budak di Ndongo, seperti dilansir Metropolitan Museum of Art.

Allthatinteresting.com

Ketika Nzinga dikhianati oleh sekutu-sekutu Portugisnya, dia melarikan diri ke kerajaan Matamba, disana dia merekrut budak-budak dan orang pelarian sebagai tentaranya. Meskipun tidak lagi di Ndongo, ia mendukung upaya perlawanan di sana, dan memperkenalkan organisasi milisi komunal di Matamba untuk membesarkan anak-anak lelaki yang terpisah dari keluarga mereka dan melatih mereka sebagai tentara.

rejectedprincess.com

Nzinga terus mendorong kembali upaya penindasan Portugis atas Angola dengan bersekutu dengan Belanda serta mengembangkan perdagangan di Matamba, untuk bersaing dengan Portugal secara komersial. Dia memimpin pertempuran bersama pasukannya sampai dia berusia 60-an, dan akhirnya menjadi perantara perjanjian damai dengan Portugal pada 1657. Di sisa tahun kekuasaannya, Ana membangun kembali negaranya yang porak poranda dilanda perang.

7. Khutulun (Pegulat dan Tentara Perang Mongolia Kuno)

Di Mongolia abad ke-13, ada seorang wanita yang menguasai ring pertandingan gulat dan tak terkalahkan oleh pria. Namanya adalah Khutulun, dia merupakan cicit dari Ghengis Khan. Reputasinya berawal dari kekuatan dan ketrampilannya sebagai seorang pegulat, pemanah, dan penunggang kuda, seperti dilaporkan oleh laphall Quarterly.

imgur.com

Dia disebut "Wrestler Princess" alias Sang putri pegulat, menjadi kaya dari kemenangannya dalam pertarungan gulat profesional kala itu. Dimana dia mengalahkan setiap pria yang dia hadapi. Selain itu dia juga kejam di medan perang, berjuang bersama ayahnya untuk membela Mongolia barat dan Kazakhstan melawan Kublai Khan, pemimpin Mongol yang berhasil menginvasi Cina.

Menurut Marco Polo, dia berkuda dengan cepat ke arah musuh, di mana dia akan mengambil salah satu prajurit yang malang diibaratkan "secepat elang menerkam seekor burung mangsanya, lalu membawanya ke ayahnya."

6. Mai Bhago (Petarung dan Pengawal dari Sikh)

Pada 1705, prajurit wanita Sikh, bernama Mata Bhag Kaur, yang lebih dikenal sebagai Mai Bhago, memimpin 40 orang mantan tentara (desertir) dari Sikh - selama Pertempuran Muktsar di Punjab, negara bagian di India utara. Mereka berperang melawan Kekaisaran Mughal, yaitu Dinasti Muslim yang membentang di seluruh India dan Afghanistan.

Artofpunjab.com
Pinterest.com

Bhago membuat gemetar musuhnya, akhirnya tentara musuhnya kabur dari medan perang menjauh dari pemimpin Sikh, Sri Guru Gobind Singh Ji selama pengepungan Anandpur pada tahun 1704. Dia berpakaian layaknya tentara pria dan memimpin mereka kembali ke pertempuran di bawah panji-panji sendiri, menurut biografi pejuang wanita di web Sikh Heritage.

Semua desertir meninggal di medan perang, dan Mai Bhago terus melayani sebagai pengawal Guru sampai ia meninggal pada 1708

5. Rani Velu Nachiyar (Pahlawan Wanita India)

Adalah dia wanita Tamil pertama yang mengangkat senjata melawan kolonial Inggris di India. Dia dibesarkan di Kerajaan Ramnad, India Selatan, di mana saat kecil sudah belajar menggunakan senjata, berlatih seni bela diri, menembakkan busur dan bertarung sambil menunggang kuda.

thebetterindia.com

Inggris menyerang kerajaannya pada tahun 1772, peperangan ini membuat suami dan putrinya terbunuh. Nachiyar marah lalu membentuk pasukan untuk balas memerangi mereka, alhasil dia mengalahkannya secara mutlak pada tahun 1780. Dia dikatakan sebagai pemimpin militer pertama yang memakai "bom manusia" dalam peperangan - beberapa pengikut wanitanya konon melumuri dirinya dengan minyak dan membakar dirinya sendiri untuk memicu ledakan di gudang amunisi Inggris.

tamizharmedia.com

Kisahnya diangkat oleh sejarawan Kirti Narain, direktur proyek untuk Dewan Penelitian Ilmu Sosial India. Narain menemukan catatan-catatan terlupakan sebagai bukti para wanita yang berjuang untuk membebaskan India dari pemerintahan Inggris, menyebutkan tentang Nachiyar sebagai ratu prajurit dalam bukunya "Participation and Position of Women Uprising of 1857: Redefinition of Social Status, Then and Now " (Himalaya Publishing House Pvt. Ltd., 2016).

4. Micaela Bastidas Puyucahua (Pemimpin Wanita Pemberontakan Peru)

Lahir di Peru, wanita ini adalah keturunan dari orang Quechua (kelompok pribumi yang tinggal di wilayah Andes, Amerika Selatan, dari Ekuador ke Bolivia). Dan pada 1780, ketika suami Puyucahua, Tupac Amaru memimpin pemberontakan penting melawan Spanyol, ia memainkan peran yang sama dalam pemberontakan, kata sejarawan Charles F. Walker menulis dalam bukunya "The Tupac Amaru Rebellion" (Harvard University Press, 2016).

diareocorrio.pe

Dalam pemberontakan, Puyucahua adalah "kepala logistik" yang merancang strategi militer untuk mempertahankan kubu pemberontak dari serangan pasukan Spanyol, mengancam mati bagi siapa saja yang berani berkhianat dan membelot. Dia mengawasi jalannya kamp pemberontak, merekrut dan mengerahkan tentara, serta memberikan hukuman kepada mereka yang menentang, bahkan dia tak segan-segan mengeksekusi mereka.

3. Wanita Amazon ala Dahomey

Selama kurang lebih 200 tahun di negara bagian Dahomey, Afrika Barat (sekarang Republik Benin), ribuan tentara wanita melayani raja sebagai pasukan tempur elit yang dipersenjatai dengan pentungan, pisau, dan pedang.

Thevintagenews.com

Mereka dikenal sebagai "The Dahomey Amazon," kumpulan tentara ini berasal dari penjaga istana yang terdiri dari selir-selir raja - mereka yang tidak tidur dengannya, maupun melahirkan anak-anaknya.

Kegigihan mereka dalam pertempuran direkam baik dalam sejarah. Mereka menginspirasi rasa hormat dan ketakutan di antara rakyatnya. Ketika para pejuang ini meninggalkan istana, seorang budak gadis mendahului di depan sambil membunyikan lonceng. Suara itu pertanda bahwa semua pria harus keluar dari jalan, mundur, dan berpaling muka ke arah lain," menurut catatan sejarah oleh Sir Richard Burton, yang mengunjungi Dahomey pada 1863 lalu menerbitkan deskripsi petualangannya di "Mission to Gelele, King of Dahome" pada 1864.

2. Buffalo Calf Road Woman dari Cheyenne

Salah satu masyarakat suku Great Plains, berkumpul pada tahun 2005 di Montana untuk diceritakan kisah tentang seorang pejuang Cheyenne Utara (Indian) perempuan bernama Buffalo Calf Road Woman, yang melakukan pukulan telak dalam Pertempuran Little Big Horn yang terkenal pada tahun 1876 , seperti dilaporkan Atlanta Journal-Constitution pada 2016.

Pinterest.com

Selama pertempuran, pasukan Angkatan Darat AS yang dipimpin oleh George Armstrong Custer dikalahkan oleh para pejuang suku asli yang terdiri dari negara-negara Cheyenne Utara, Lakota dan Arapaho.

Buffalo Calf Road Woman dikisahkan memukul telak Custer hingga tewas. Tapi ini bukan pertama kalinya dia berani di medan perang. Sebelumnya pada Pertempuran Rosebud Creek, ia masuk ke medan perang untuk menyelamatkan saudara lelakinya yang terjatuh.

1. Yaa Asantewa (Penjaga kursi raja Ghana)

Yaa Asantewaa muncul sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan selama penjajahan Eropa di Afrika barat pada awal abad ke-20, wilayah ini sebelumnya dikuasai keluarga suku Asante, yang sekarang dikenal sebagai Ghana.

Dangerouswomanproject.com

Asantewaa adalah penjaga kursi emas upacara, simbol penting kekuasaan bagi penguasa Asante. Pada tahun 1900, gubernur kolonial Inggris Sir Frederick Hodgson menyuruh agar dia menyerahkan kursi untuknya, Asantewaa tegas menolak.

Dia menggerakkan Asante melawan Inggris, memimpin pemberontakan untuk kemerdekaan mereka, yang dikenal sebagai Perang Kursi Emas.

face2faceafrica.com

"Jika Anda, para lelaki Asante, tidak sanggup maju, maka kami para wanita akan melakukannya. Saya akan memanggil sesama saya. Kami akan bertarung! Kami akan berjuang sampai akhir dari kita jatuh di medan perang, "ini pekik Asantewaa kepada perwakilan masyarakat Asante saat mengadakan pertemuan rahasia.

Sayangnya pemberontakan ini berhasil dipatahkan oleh Inggris, dan Asantewaa meninggal di pengasingan Seychelles, pada tahun 1921.


Baru percaya kan? Wonder woman asli nya ada.


Referensi
livescience.com/59330-beyond-wonder-women-real-female-warriors/1.html
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot