UC News

5 Perang Dideklarasikan Karena Alasan yang Konyol

Menyatakan perang biasanya dianggap sebagai tindakan terakhir. Lagipula, tidak ada yang mau mengambil risiko atas keselamatan rakyat untuk berperang. Benarkah begitu?

Kita mungkin berharap bahwa semua pemerintah akan mengutamakan kepentingan rakyat mereka, tetapi, jika kita melihat sejarah, kita dapat melihat bahwa orang-orang telah menyatakan perang terhadap musuh-musuh mereka, tetangga mereka dan bahkan teman-teman mereka untuk alasan yang sepele, dan kadang-kadang tanpa alasan sama sekali.


1. Perang Karena Kue (Meksiko dan Prancis)

5 Perang Dideklarasikan Karena Alasan yang Konyol
allaboutjaipur.com

Dikutip dari History.com (22/08/2018). Pada tahun 1821, Meksiko mencapai kemerdekaan dari Spanyol dan seperti biasa, di masa-masa perubahan politik, sejumlah kerusuhan sipil terjadi. Pada tahun-tahun berikutnya, sering terjadi pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak, yang mengakibatkan kerusakan pada properti orang-orang Meksiko.

Salah satu dari properti yang rusak, ada di dekat Mexico City, milik koki kue Prancis. Koki itu marah karena toko kue dan rotinya telah digeledah dan hewan peliharaannya dicuri.

Dia melapor ke pemerintah Meksiko untuk ganti rugi.

Pemerintahan Meksiko memiliki masalah yang lebih besar untuk dikhawatirkan daripada kue dan roti.

Dilain pihak sang Koki adalah orang yang mempunyai tekad kuat. Dia memutuskan bahwa, sebagai warga negara Prancis, dia akan meminta bantuan langsung kepada Raja Prancis.

Ketika peristiwa ini terjadi, pemerintah Prancis tidak terlalu senang dengan Meksiko. Mereka menuntut agar pemerintah Meksiko membayar kompensasi yang besar kepada tukang roti tersebut.

Meksiko menolak.

Pada tahun 1838, angkatan laut Prancis mulai memblokade pelabuhan di sepanjang Teluk Meksiko. Ketika blokade itu tidak membuahkan hasil, Prancis mulai mengebom Mexico.

Mexico mendeklarasikan perang terhadap Prancis dan memerintahkan agar semua pria yang sehat ikut wajib militer. Namun, Prancis lebih terorganisir dan dalam beberapa hari mereka telah menguasai sebagian besar pangkalan angkatan laut Meksiko.

Meksiko bersatu dan mulai mengusir pasukan Prancis dari tanah Meksiko kembali ke kapal mereka, dan pertarungan berlanjut.

Secara keseluruhan, Perang Kue (The Pastry War) berlangsung selama 4 bulan sampai akhirnya, Meksiko setuju untuk membayar kompensasi kepada sang koki, dan pasukan Prancis mundur.


2. Ketegangan Militer Karena Seekor Babi (Amerika dan Inggris)

historic-uk.com

Traktat Oregon tahun 1846, yang menandai batas Amerika sepanjang garis lintang ke-49 menyebabkan suatu masalah bagi pulau di sekitar Vancouver, terutama untuk pulau San Juan, yang terletak sangat strategis.

Baik Amerika maupun Inggris mengklaim kepemilikan atas San Juan. Tetapi, para pemukim Inggris dan Amerika hidup berdampingan secara damai di pulau itu.

Dikutip dari nps.gov (4/11/2016). Suatu hari pada tahun 1859, seekor babi berkeliaran dari sisi pulau tempat bermukim orang Inggris dan mencari kentang yang ditanam oleh seorang petani di sisi pemukim Amerika. Petani Amerika menembak babi tersebut.

Pemilik babi menuntut keadilan. Peternak Amerika itu menawari dia 10 Dolar namun, pemilik babi tidak puas. Dia melaporkan 'pembunuhan' itu ke pihak berwenang Inggris, dan pihak berwenang Inggris mengancam akan menangkap petani itu.

Orang Amerika itu membuat petisi yang menuntut perlindungan Militer AS, dan sebuah kompi dari Batalion Infanteri ke-9 AS dikirim ke pulau itu.

Inggris membalas dengan mengirimkan 3 kapal perang, dan terjadi ketegangan.

San Juan 1859, nps.gov

Ketegangan militer ini berlangsung sebulan. Pemerintah Inggris di pulau itu kemudian meminta angkatan laut Inggris untuk mendaratkan pasukan mereka di pulau San Juan.

Laksamana Inggris Robert Baynes menolak untuk mematuhi perintah, dengan mengatakan bahwa dia tidak akan "melibatkan dua negara besar dalam perang karena seekor babi". Setelah kabar ini sampai hingga ke Washington dan London upaya perdamaian pun dilakukan.

Presiden AS James Buchanan mengirim Jenderal Winfield Scott untuk bernegosiasi dengan Gubernur Douglas Inggris dan menyelesaikan krisis yang sedang berkembang ini.

Perang pun akhirnya tidak terjadi, Pada tanggal 25 November 1872, Inggris menarik Marinir Kerajaan mereka dari Kamp Inggris. Diikuti oleh Tentara Amerika pada Juli 1874.


3. Peperangan Berawal Dari Pertandingan Sepak Bola (El Salvador dan Honduras)

thoughtco.com

Setiap 4 tahun Piala Dunia sepak bola memiliki persaingan rival. Tetapi biasanya persaingan tersebut tidak akan menimbulkan peperangan.

Namun, dikutip dari bbc.com (27/6/2019). pada tahun 1969, Honduras dan El Salvador bertanding untuk lolos ke Piala Dunia 1970.

Leg pertama dimainkan di Honduras, dan Honduras menang 1-0. Leg kedua dimainkan di El Salvador, yang dimenangkan El Salvador 3-0.

Orang Honduras tidak menerima kekalahan ini. Komunitas besar orang El Salvador di Honduras diserang, banyak orang diseret dari rumah mereka dan dipukuli. Bahkan beberapa kasus sampai ke penembakan, dan insiden serupa terjadi di El Salvador terhadap orang Honduras. Jelas bahwa kedua pihak suporter menaruh dendam.

Kemudian, pertandingan play-off berlangsung di Mexico.

Suasana semakin tegang. Pertandingan imbang 2-2 saat mendekati peluit akhir, tetapi, setelah perpanjangan waktu El Salvador menang 3-2. Yang seharusnya menyelesaikan masalah ini.

Namun, El Salvador marah karena Honduras "belum mengambil langkah-langkah untuk menghukum kejahatan terhadap rakyat El Salvador yang merupakan genosida".

El salvador kemudian memutuskan hubungan diplomatik dan menyerang beberapa target lokasi di Honduras melalui Angkatan Udara mereka. Peperangan pun terjadi.

Setelah 4 hari Bertempur, El Salvador dibujuk untuk menarik pasukannya. Diperkirakan bahwa masing-masing pihak memiliki sekitar 2.000 orang tewas dan cedera.

Semua berawal dari sepak bola.


4. Perang yang Dimulai Oleh Seekor Anjing (Yunani dan Bulgaria)

warhistoryonline.com

Yunani dan Bulgaria secara historis memiliki hubungan yang kurang akrab, dan pada awal 1920-an ketegangan memuncak.

Sekelompok laki-laki dari kedua negara akan melintasi perbatasan untuk mencuri harta benda dan ternak dari tetangga mereka, dan kegiatan ini sering berakhir dengan kekerasan berdarah.

Dikutip dari Sporcle.com (30/3/2018). Pada bulan Oktober 1925. Perang disebabkan oleh seekor anjing. Di perbatasan, seekor anjing terlepas talinya dan lari ke daerah Bulgaria. Pemiliknya, seorang prajurit Yunani, masuk ke wilayah Bulgaria untuk menangkap anjingnya, kemudian seorang tentara Bulgaria menembaknya.

Kedua belah pihak segera saling melepaskan tembakan, sebelum seorang perwira Yunani melambaikan bendera putih, menyeberang ke tanah bulgaria untuk bernegosiasi. Tentara Bulgaria juga menembaknya.

Pertempuran itu adalah ujian pertama bagi diktator militer Yunani yang baru, dan dia merespons dengan tegas. Dia memberi Bulgaria 48 jam untuk meminta maaf, menangkap penembak yang menembak tentara dan perwira Yunani dan memberikan kompensasi kepada keluarga para korban.

Kemudian, tanpa menunggu 48 jam, dia menginvasi Bulgaria.

Tentara Yunani menjarah Bulgaria dan membakar desa-desa di jalur mereka. Bulgaria terdesak mundur. Yunani kemudian memutuskan untuk memanggil sekutunya, dan mengundang Serbia untuk bergabung dengan mereka.

Bulgaria melapor ke Liga Bangsa-Bangsa untuk perlindungan. Perang itu meningkat dengan cepat, dan setidaknya 50 orang terbunuh.

Liga Bangsa-Bangsa menilai Yunani agresif dan menuntut agar mereka membayar kompensasi. Kemudian, Diktator Yunani dipermalukan dan segera digulingkan.

Seluruh kejadian berfungsi untuk menunjukkan bagaimana sebuah insiden kecil dapat memiliki konsekuensi yang besar dan mengapa sangat penting untuk selalu menjaga anjing Anda.


5. Perang Karena Kotoran Burung (Spanyol dan Peru)

dailysabah.com

Saat memikirkan komoditas berharga, kotoran burung biasanya bukan hal pertama yang muncul dalam pikiran siapapun. Kebanyakan orang menganggapnya adalah hal yang menjengkelkan, apalagi kalau jatuh tepat di kepala Anda.

Tetapi, dikutip dari knowledgenuts.com (13/10/2014) pada tahun 1864, Spanyol menyerang Peru (bukan untuk pertama kalinya), untuk mendapatkan kotoran burung Peru.

Kotoran burung khusus ini disebut guano, merupakan pupuk yang sangat baik dan 30 kali lebih ampuh dari kotoran sapi.

Peru telah dikalahkan oleh Spanyol sebelumnya. Mereka mungkin telah kehilangan emas, tetapi mereka bertekad untuk menjaga kotoran-kotoran burung mereka. Mereka tahu semua tentang sifatnya yang membuat tanaman tumbuh secara ajaib.

Spanyol memutuskan untuk menduduki Kepulauan Chinca, di mana jalan-jalannya dipenuhi dengan guano.

Peru memanggil angkatan lautnya dan tetangganya Chili untuk bergabung dalam pertarungan yang berlangsung selama 2 tahun. Pertarungan berakhir setelah Peru berhasil merebut kembali Kepulauan berharga mereka yang penuh dengan kotoran burung.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot