UC News

7 Sarang Ular Berbisa di Penjuru Dunia

7 Sarang Ular Berbisa di Penjuru Dunia
Ilustrasi. (Istockphoto/mkkerr)

JAKARTA - Setelah Tawon Vespa, sejumlah daerah di Indonesia juga sedang "dikerumuni" oleh kawanan Ular Kobra.

Banyak yang mengatakan kalau kemunculan Ular Kobra diakibatkan oleh perubahan iklim yang "mengacak-acak" rantai kehidupan mereka, sehingga mereka kini beranak pinak dalam jumlah banyak.

Ular memang terlihat menakutkan, apalagi yang berbisa. Namun jika tidak menyerang, sebaiknya jangan langsung membunuhnya. Hubungi petugas keamanan atau pengontrol hewan agar bisa menaklukannya.

Jika Anda termasuk ophidiophobia atau orang yang memiliki fobia terhadap ular, sebaiknya tidak datang ke sejumlah tempat ini:

1. Queensland, Australia

Queensland merupakan habitat dari dua spesies ular yang paling berbisa di dunia, Ular Inland Taipan dan Ular Eastern Brown.

Bisa dari dua ular ini bisa membunuh dalam hitungan menit.

Bisa milik Ular Inland Taipan disebut lebih berbahaya dibandingkan Ular Eastern Brown.

2. Snake Island, Brasil

Kawanan Ular Golden Lancehead mendiami pulau ini. Kabarnya jumlah kematian di pulau ini sangat tinggi akibat serangan ular berbisa itu.

Di pulau ini terdapat mercusuar yang pernah ditinggali satu keluarga. Naasnya keluarga tersebut harus menemui ajal karena gigitan ular yang berbisa.

3. Manitoba, Kanada

Kalau Anda bukan orang yang bisa tetap santai saat bertemu ular, sebaiknya jangan datang ke sini.

Pasalnya setiap tahunnya kawanan Ular Red-side Garters berkumpul di sini untuk kawin.

Ribuan ular berbisa itu setiap tahunnya biasanya berkumpul di area konservasi di Manitoba yang bernama Narcisse Snake Dens.

Warga menunjukan Ular Sendok Jawa atau Kobra Jawa (Naja sputatrix). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

4. Bengal Barat, India

Kawasan Bengal Barat menjadi habitat bagi kawanan Ular Common Krait yang berbisa.

Setiap tahunnya ada saja berita mengenai jatuhnya korban jiwa di India yang diakibatkan gigitan ular ini.

5. Mannar, Jaffna, dan Mullaitivu, Sri Lanka

Provinsi di utara Sri Lanka ini merupakan rumah bagi kawanan Ular Saw Scaled, yang disebut sebagai ular paling berbahaya se-Asia Tenggara.

Yang mengkhawatirkan, kawanan ular ini banyak ditemukan di sekitar kawasan pemukiman di sini.

Ular pemarah ini sangat mudah merasa terganggu dan dapat langsung menyengat musuhnya.

Bisa ular ini bisa mengakibatkan korban mengalami pendarahan hebat dan sakit di sekujur badan.

Seorang pecinta reptil memperlihatkan Ular Ball Phyton (Phyton regius). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

6. Florida, Amerika Serikat

Ular Eastern Diamondback banyak ditemukan di kawasan ini. Jika biasanya ular berbisa bertubuh kecil, maka tidak dengan ular ini.

Ular Eastern Diamondback bisa tumbuh sepanjang 1,8 meter dengan berat hingga 5kg.

Walau memiliki derik di ekornya, namun ular ini biasanya menyerang musuhnya dalam senyap.

Pada tahun 2013 pernah ada kasus bocah berusia 11 tahun yang harus disuntik 80 botol penawar racun setelah digigit ular ini.

7. Sumatera, Indonesia

Di jantung hutan Sumatera, hiduplah kawanan Ular Blue Coral Snake yang memiliki bisa beracun.

Jika dalam waktu setengah jam belum mendapatkan pertolongan, korban yang digigit ular ini bisa langsung meninggal dunia.

Ular yang bisa tumbuh hingga 1,8 meter ini gemar bersembunyi di bawah dedaunan.

Selain Ular Blue Coral Snake, Sumatera juga menjadi habitat kawanan Ular Paradise Flying, yang bisa meloncat terbang untuk mematuk mangsanya.

(cnnindonesia.com)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot