UC News

9 Kesalahan Orang Tua Pada Anak Yang Tidak Pernah Disadari, No 1 Paling Bahaya

Kebanyakan kesalahan mengasuh anak biasanya dilakukan demi alasan cinta dan kasih sayang. Orang tua mungkin sering berpikir bahwa mereka membantu anak-anak mereka untuk tumbuh dan berkembang (walau sampai menggunakan hukuman fisik).

Harapan agar si anak menjadi pribadi yang baik dimasa depan, perbuatan orang tua malah bisa menghasilkan depresi, kegelisahan, atau kanker pada si anak. Tetapi jika Anda tahu apa yang Anda lakukan salah, masih ada peluang untuk memperbaikinya mulai dari sekarang.

Berikut ini adalah 11 kesalahan fatal orang tua yang tidak pernah disadari :

9 Orang tua obsesif bisa membuat anak tidak punya teman

9 Kesalahan Orang Tua Pada Anak Yang Tidak Pernah Disadari, No 1 Paling Bahaya
Referensi pihak ketiga


Mengarahkan anak itu baik, tapi jika dilakukan secara berlebihan dengan memberi tahu setiap kecil hal yang harus dilakukan dapat membuat anak kesulitan untuk berkembang. American Psychological Association menyatakan bahwa anak-anak butuh ruang untuk mengembangkan emosi dan perasaannya, model asuh orang tua yang obsesif justru membuat si anak susah beradaptasi secara sosial, susah mencari teman, dan kesulitan menganalisa lingkungan.

8 Memukul pantat bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada anak

Referensi pihak ketiga


Kebanyakan orang tua percaya bahwa hukuman fisik dapat membantu orang tua mendisiplinkan anak-anak mereka. Parahnya, metode hukuman ini di dukung 94% orang tua yang disurvei pada 2012, mereka menyatakan bahwa secara teratur sering memukul anak mereka. Bukannya anak semakin disiplin, sains menemukan bahwa ada konsekuensi negatif dari tindakan ini.

Spesialis mengatakan bahwa hukuman fisik dapat menyebabkan berbagai hasil negatif yang paling tidak kita harapkan. Tindakan antisosial, gangguan psikologis, dan ketergantungan obat dan alkohol hanyalah beberapa contoh masalah perilaku yang dapat terjadi.

Ada juga yang menyebutkan risiko kanker, penyakit jantung, dan resiko tinggi terkena asma. Jika Anda bertanya-tanya teknik apa yang bekerja lebih efektif dan akan meningkatkan harga diri anak, cobalah komunikasi yang tegas, masuk akal, dan membina.

7 Membandingkan dapat membuat anak minder

Referensi pihak ketiga


Pernahkah orang tua Anda membandingkan Anda dengan seseorang? "Si Budi sangat nurut, tetapi kamu tidak!" Atau "Siti bisa menghitung sampai 100 sementara kamu tidak bisa menghitung setelah 10." Mereka mungkin berpikir bahwa analogi semacam itu dapat memotivasi anak-anak untuk menjadi lebih baik. Tapi ini adalah cara yang sangat salah.

Psikolog meminta orang tua untuk tidak mengulangi kesalahan ini dan menjelaskan mengapa perilaku seperti itu berbahaya. Ternyata membandingkan satu dengan yang lain dapat menurunkan rasa percaya diri dan harga diri pada seorang anak.

Perilaku membandingkan juga dapat menciptakan celah antara Anda dan anak-anak Anda karena mereka terus-menerus merasa tidak aman dan kehilangan kepercayaan mereka pada Anda. Mereka membutuhkan cinta dan dukungan mutlak dari Anda dalam situasi apa pun. Jadi jangan sampai membuat si anak merasa kalau Anda kecewa padanya, buatlah ia merasa senang berbagi cerita dan masalah dengan Anda.

6 Orang tua tidak konsisten dapat membahayakan anak

Referensi pihak ketiga


Suatu hari Anda meminta anak-anak Anda untuk membersihkan mainan mereka, dan hari berikutnya Anda melakukannya sendiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kemarin Anda berada dalam suasana hati yang buruk dan menghukum anak-anak karena melucu, tetapi hari ini Anda merasa luar biasa dan membiarkan mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan sepanjang hari.

Ketika seorang ibu mengerutkan kening, sang ayah tersenyum. Ini hanya beberapa contoh dari lingkungan yang tidak stabil yang membuat anak-anak bertanya-tanya apakah yang mereka melakukan sudah sesuai dengan harapan dari orang tuanya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa ketidakpastian atau tingkah orang tua yang tidak konsisten semacam ini dapat berdampak negatif pada pengembangan harga diri dan meningkatkan kerentanan terhadap depresi dan kecemasan. Itu sebabnya orang tua harus membuat aturan dan menetapkan batasan. Mereka akan membantu anak-anak memahami apa yang akan terjadi dan bagaimana bereaksi terhadapnya.

5 Semakin sering kamu berteriak, semakin buruk tingkah anakmu

Referensi pihak ketiga


Bayangkan anak-anak Anda bertingkah buruk. Anda meminta mereka untuk tenang sekali, dua kali, atau tiga kali dan kemudian Anda meledak. Berteriak sebenarnya adalah metode efektif yang membantu kita menyingkirkan emosi mendidih dalam hitungan detik. Dan beberapa orang tua percaya bahwa berteriak adalah cara yang baik untuk menyelesaikan masalah saat itu juga. Tetapi pernahkah Anda bertanya-tanya tentang konsekuensi gaya pengasuhan seperti itu?

Mari kita lihat apa yang dikatakan para ilmuwan tentang hal itu. Pertama, berteriak dapat membuat perilaku anak Anda lebih buruk. Ini juga menyebabkan kecemasan dan depresi dan bahkan dapat menyebabkan rasa sakit kronis. Jika kamu masih membaca sampai sini, maka belum terlambat untuk memperbaiki pola asuhmu dari sekarang.

4 Memberi ekspektasi yang tinggi tidak akan membuat anakmu sempurna

Referensi pihak ketiga


Tidak ada orang tua yang ingin anaknya menjadi gagal. Setiap orang tua juga pasti memiliki harapan yang tinggi untuk memotivasi anak-anaknya agar tampil lebih baik. Tetapi hanya sampai pada titik ketika harapan kita berubah menjadi tujuan yang tidak realistis. Sangat penting bagi orang tua untuk dapat mengidentifikasi perubahan ini karena ekspektasi berlebihan pada anak dapat menyebabkan penyakit seperti gangguan insomnia, amarah, kelelahan, atau kecemasan.

Ryan Hong, seorang ilmuwan dari National University of Singapore, menjelaskan, "Anak-anak menjadi takut membuat kesalahan ketika orang tua mereka mengharapkan mereka menjadi sempurna." Luangkan waktu dan pikirkan jika ada cara Anda mendorong anak Anda lebih baik sesuai dengan karakter dan kemampuan mereka.

3 Kenapa anakmu bertingkah buruk? Ngaca Woi!

Referensi pihak ketiga


Ada pepatah lama mengatakan, "Anda menuai apa yang Anda tabur." Dan itu benar-benar mencerminkan hubungan orangtua-anak. Studi mengkonfirmasi bahwa anak-anak menyerap nilai asuh dari orang tua mereka lebih dari orang lain. Dan mereka juga meniru model perilaku orang tua. Jadi, jika anak menghabiskan sebagian besar waktu dengan Anda dan Anda bertanya-tanya di mana dia belajar "bertingkah buruk seperti itu," cobalah berkaca pada diri Anda.

Menurut para pakar bahwa sekolah, teman, dan kegiatan tambahan lain yang melibatkan anak-anak dapat membantu dalam proses perkembangan pribadi mereka. Tetapi keseluruhan sikap dan bagaimana karakter si anak terbentuk semuanya dipengaruhi oleh orang tua.

2 Taktik menakut-nakuti bukanlah cara yang tepat

Referensi pihak ketiga


Terkadang orang tua menakuti anak-anak mereka untuk membuat mereka berperilaku. "Kalau adek nggak berhenti mainan, nanti mama panggilin polisi/badut/pemulung/bla..bla..bla biar dimasukin karung!" Taktik ini dapat bekerja dengan cukup baik. Lalu mengapa para psikolog tidak merekomendasikan untuk menggunakannya?

Para ilmuwan menjelaskan bahwa metode ini akan membuat anak lebih rentan pada rasa takut membuat mereka menjadi pribadi yang ragu dan takut mengambil keputusan sendiri, terlebih si anak akan takut dengan figur polisi, badu, pemulung, atau apapun yang sering digunakan orang tua untuk menakut-nakuti. Lebih baik menemukan cara lain dengan hasil yang lebih bermanfaat untuk mendisiplinkan anak-anak Anda.

1 Jika anak anda berbohong...

Referensi pihak ketiga


Anak-anak dapat berbohong karena banyak alasan. Mereka mungkin mencari perhatian atau hanya ingin memeriksa reaksi Anda terhadap kebohongan mereka. Para psikolog mengkonfirmasi bahwa ini adalah langkah alami dalam perkembangan mereka.

Tetapi jika Anda cenderung bereaksi berlebihan terhadap kesalahan atau kegagalan anak-anak Anda, mereka mungkin menggunakan kebohongan untuk tidak mendapat masalah lagi. Ingatlah untuk menjaga reaksi Anda dalam kasus serupa, perbaiki perilaku Anda, dan dorong anak Anda untuk mengatakan yang sebenarnya. Komunikasi yang terbuka adalah kunci hubungan orangtua-anak yang sehat. (nina/uc)

Semoga bermanfaat

Referensi :

10 Signs of Bad Parenting We Fall Into Without Even Knowing It. (2019, March 18). Retrieved from brightside.me/inspiration-family-and-kids/10-signs-of-bad-parenting-we-fall-into-without-even-knowing-it-711860/

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot