UC News

Akunnya Dihapus Facebook, Abu Janda Ngamuk

Akunnya Dihapus Facebook, Abu Janda Ngamuk

Foto: Detik

Sumber.com - Akhir bulan lalu, Facebook menghapus ratusan akun, grup, dan halaman yang dinilai terlibat kategori perilaku tidak otentik yang terkoordinasi di Indonesia. Facebook menyatakan semua akun, halaman, dan grup yang dihapus tertaut dengan Grup Saracen di Indonesia.

Salah satu akun yang terhapus adalah Permadi Arya (halaman) yang terafiliasi dengan aktivis Abu Janda. Abu tak terima akunnya dihapus, terutama dikatikan dengan Saracen. Ia dan kuasa hukumnya memberi waktu empat hari kepada Facebook Indonesia untuk menanggapi somasi atas pemblokiran akun pribadinya.


Kuasa hukum dan Abu Janda melayangkan somasi pada Jumat (8/2) lalu di kantor Facebook Indonesia.

“Kami akan memberikan waktu kepada Facebook empat hari kerja untuk mematuhi pemberitahuan hukum ini,” kata perwakilan kuasa hukum Abu Janda, Finsensius Mendrofa, Sabtu (9/2).

Dalam keterangan tertulisnya, dia kembali menegaskan apabila Facebook tidak bersikap kooperatif dengan mengabulkan somasi itu, maka akan diambil langkah hukum. Dia dan Abu Janda siap menuntut Facebook di pengadilan Indonesia.


Finsensius menjelaskan somasi tersebut didasarkan atas rasa rugi yang diderita kliennya atas tuduhan Facebook bahwa Abu Janda terlibat sindikat Saracen di Indonesia. Atas tuduhan itu, Facebook memblokir pages (halaman) Abu Janda yang memiliki pengikut 500 ribu lebih.


Finsensius beranggapan, Facebook harus berhati-hati dalam merilis berita. Sebab, menurut dia, hal itu berpotensi menghancurkan kehidupan seseorang.

Dia menerangkan gugatan hukum didasarkan atas Pasal 4 huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g, dan huruf h UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sebab, menurut dia, Abu Janda dijamin haknya sebagai konsumen, seperti, pertama, hak atas informasi yang benar, bijaksana, dan jujur mengenai kondisi barang dan/atau jasa.

Kedua, hak untuk didengar sehubungan dengan pengaduan barang dan/atau jasa yang digunakan.


Ketiga, hak untuk advokasi, perlindungan, dan presentasi hukum. Keempat, hak untuk bimbingan dan pendidikan. Kelima, hak untuk diperlakukan dan dilayani tanpa pandang bulu. Keenam, hak untuk mendapat kompensasi dan/atau penggantian barang dan/atau jasa.

Ada dua hal yang menjadi sorotan pihak Abu Janda dalam hal penghapusan akunnya. Selain meminta akun tersebut kembali diaktifkan, Abu berharap agar facebook meminta maaf karena telah mengaitkan dirinya dengan Saracen.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot