UC News

Amerika Rilis Foto Bagian-Bagian Rudal Iran Yang Disita di Laut Arab

Amerika Rilis Foto Bagian-Bagian Rudal Iran Yang Disita di Laut Arab

Pemerintah Amerika mengumumkan bahwa mereka telah mencegat pengiriman senjata yang ditujukan kepada militan Houthi dan dikirim oleh Iran. Amerika pada Kamis 5 Desember 2019 juga merilis sejumlah foto yang menunjukkan bagian-bagian rudal yang disita dari sebuah kapal di Laut Arab tersebut.

Brian Hook, Perwakilan Khusus Amerika untuk Iran dan penasihat senior untuk Menteri Luar NEgeri Mike Pompeo, memajang foto-foto itu pada saat briefing resmi pada hari Kamis.

Meskipun sebelumnya mencegat senjata ke Yaman pernah dilakukan, para pejabat mengklaim bahwa ini adalah kasus pertama pencegatan komponen rudal yang memiliki tingkat kecanggihan tinggi itu. Penjualan senjata ke Yaman telah dilarang oleh Dewan Keamanan PBB sejak 2015.


Berita itu datang menyusul pernyataan oleh para pejabat pada hari Rabu bahwa kapal perang Angkatan Laut Amerika telah menemukan “bagian signifikan” dari bagian rudal Iran yang dimaksudkan untuk mempersenjatai Houthi Yaman melawan Arab Saudi dalam konflik.

Sebuah kapal Angkatan Laut dan tim Penjaga Pantai Amerika menemukan senjata saat beroperasi di Laut Arab utara pekan lalu. Para pejabat mengatakan bahwa USS Forrest Sherman, bagian dari kelompok tempur Harry S. Truman, melihat sebuah perahu kayu kecil tanpa bendera guna menunjukkan negara asalnya.


Amerika mengklaim bahwa Iran mempersenjatai dan secara diam-diam menyelundupkan senjata ke Houthi, yang memerangi pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Arab Saudi adalah penerima persentase yang signifikan dari total penjualan senjata Amerika, dan telah memasuki perang dengan klaim bahwa itu melawan pengaruh Iran yang berkembang di wilayah tersebut. Pentagon juga telah mengirim 14.000 pasukan tambahan ke wilayah tersebut sejak Mei.


Amerika menuduh Iran menggunakan faksi Houthi sebagai sarana untuk memperkuat cengkeraman Teheran atas wilayah tersebut. Iran telah membantah tuduhan bahwa mereka berada di belakang operasi Houthi, termasuk serangan terhadap perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco pada bulan September.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot