UC News

Apple akui virus corona mulai ganggu bisnis perusahaan

Apple akui virus corona mulai ganggu bisnis perusahaan

JAKARTA, kabarbisnis.com: Raksasa teknologi Apple tampaknya mulai gerah dengan mewabahnya virus corona karena mulai berimbas kepada bisnis perusahaan.

Menurut laporan laman perusahaan seperti dilansir dari The New York Times, Rabu (19/2/2020), Apple menyebut jika virus corona di Tiongkok membuat produksi pasokan lebih lambat. Terlebih, Apple memang cukup bergantung pada perusahaan Tiongkok sebagai pemasok produk-produknya.

"Proses pengerjaan memang mulai dilanjutkan di seluruh negeri (Tiongkok), tapi memang untuk kembali normal membutuhkan waktu lebih lambat dari perkiraan kami," tulis Apple dalam laporan tersebut.

Pihak Apple mengatakan manufaktur rekanan mereka memang berada di luar provinsi Hubei dan kini sudah banyak yang dibuka kembali. Hanya, proses itu berjalan lambat dan perlu disesuaikan dengan kondisi sekitar untuk menjamin kesehatan para pekerja.

Tidak hanya itu, kondisi ini juga berpengaruh pada permintaan produk Apple di Tiongkok. Hal itu tidak lepas dari penutupan 42 Apple Store di Tiongkok dan belum seluruhnya belum kembali dibuka.

Untuk diketahui, Apple menjadi perusahaan besar Amerika Serikat pertama yang mengakui penyebaran virus corona di Tiongkok turut berimbas pada bisnis perusahaan. Karenanya, perusahaan mengatakan target pendapatan untuk kuartal Maret ini tidak akan terpenuhi.

Sementara untuk di luar Tiongkok, Apple memastikan pasokan untuk para pelanggan aman dan sesuai dengan prediksi. Lebih lanjut, perusahaan mengatakan akan terus memantau kondisi ini dan informasi selanjutnya akan diungkap saat laporan bulan April. kbc10

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot