UC News

Audisi PB Djarum Di Stop, Bagai Mana Nasib Pebulu Tangkis Muda?

Audisi PB Djarum Di Stop, Bagai Mana Nasib Pebulu Tangkis Muda?
Referensi pihak ketiga

Komisi Perlindungan Anak (KPAI) menilai ajang audisi pencarian bakat yang dilakukan Persatuan Bulu Tangkis Djarum sebagai eksploitasi anak. Alhasil, Audisi PB Djarum distop mulai tahun 2020.

Polemik masalah ini berawal dari penilaian KPAI terhadap audisi yang digunakan oleh Djarum untuk mempromosikan merek rokok mereka.

Audisi PB Djarum Distop Karena Pihak Djarum Enggan Melanggar Undang-Undang

Yoppy Rosimin selaku Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation angkat bicara dan menegaskan bahwa pihaknya enggan melanggar undang-undang yang berlaku.

Itulah hal yang melatarbelakangi PB Djarum menyetop audisi umum beasiswa bulu tangkis tahun depan.

“Tahun ini merupakan tahun perpisahan dari kami. Tahun depan event audisi ditiadakan,” beber Yoppy seperti dilansir dari nasional.kompas.com.

KPAI Menuding Djarum Melakukan Eksploitasi Terselubung

Referensi pihak ketiga

Komisioner KPAI bidang kesehatan dan NAPZA, Sitty Hikmawatty menyebut kegiatan audisi dari PB Djarum sebagai bentuk eksploitasi terselubung.

Selain itu KPAI juga menilai Djarum telah memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan brand image Djarum melalui kegiatan tersebut.

Hal ini pun disepakati oleh beberapa lembaga negara lain seperti Kemenko PMK, Kemenpora, Kemenkes, Bappenas, dan BPOM.

Rapat koordinasi KPAI dengan lembaga tersebut menghasilkan 6 kesepakatan, yakni sebagai berikut:

  1. Sepakat bahwa pengembangan minat dan bakat anak dalam olahraga bulu tangkis harus tetap dilakukan
  2. Sepakat mendesak Djarum Foundation untuk menghentikan penggunaan anak untuk promosi brand image Djarum
  3. Mendukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengevaluasi status Kota Layak Anak (KLA) di area tempat audisi dilakukan
  4. Bersama KPP-PA, KPAI akan mengundang para kepala daerah dari tuan rumah kegiatan ini, antara lain Wali Kota Bandung, Wali Kota Surabaya, Wali Kota Purwokerto, Bupati Kudus, dan masih banyak lagi.
  5. Mendorong pelaku usaha, khususnya BUMN, untuk mensponsori egiatan audisi pencarian bakat dalam berbagai bidang, termasuk bidang olahraga untuk anak.
  6. Mendorong peran orang tua dalam mengajarkan anak mengenai bahaya laten rokok, termasuk kegiatan terselubung lainnya yang melibatkan anak, seperti salah satunya branding image rokok.

Solusi dari PP PBSI

Referensi pihak ketiga


Wiranto selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akhirnya angkat bicara setelah audisi PB Djarum distop.

Menurutnya, polemik ini seharusnya tidak perlu terjadi karena pembinaan bulut tangkis mestinya bisa dibicarakan dengan baik-baik.

Kemudian, Wiranto pun menambahkan bahwa pihaknya kini sedang merancang konsep baru dalam menjaring bibit pebulu tangkis unggul.

Sayangnya, konsep ini baru akan diterapkan pada tahun mendatang.

Sekolah Bulu Tangkis PB Djarum Dipastikan Tetap Berlanjut

Walaupun audisi ini sudah resmi dihentikan, pihak dari PB Djarum memastikan bahwa sekolah bulu tangkis di bawah binaan mereka akan tetap berlanjut.

Namun, PB Djarum tidak akan lagi menggelar audisi pencarian bibit atlet bulu tangkis di daerah lagi.

Sumber : 99.co.id/blog

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot