UC News

BP Jamsostek Naikkan Manfaat Peserta

BP Jamsostek Naikkan Manfaat Peserta

JAKARTA (HN) -

BP Jamsostek menaikkan sejumlah manfaat untuk peserta berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kenaikan manfaat tidak diikuti kenaikan iuran peserta.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, peningkatan manfaat tersebut sebagai jaring pengaman guna mencegah risiko sosial ekonomi. Dengan begitu, pekerja dan keluarganya mendapatkan perlindungan saat kecelakaan ataupun kematian saat bekerja.

"Dengan kenaikan manfaat perlindungan ini, diharapkan para pekerja dapat bekerja dengan nyaman dan tenang," kata Ida di Jakarta, Selasa (14/1).

Ida mengatakan, JKK meliputi beasiswa untuk dua anak dari sebelumnya hanya satu anak. Nilainya pun dinaikkan dari Rp 12 juta menjadi Rp 174 juta.

JKM meliputi santunan meninggal yang naik 75 persen menjadi Rp 42 juta dari sebelumnya Rp 24 juta. "Ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan bonus demografi dapat bermanfaat buat kemajuan Indonesia," ujar dia.

Kenaikan manfaat tersebut, kata dia, telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Perubahan PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Ida mengatakan, dengan penetapan PP Nomor 82/2019 menunjukkan negara hadir untuk menjamin perlindungan dan keselamatan bagi pekerja. Ke depan, dia meminta perusahaan segera mendaftarkan pekerjanya di BP Jamsostek untuk mendapatkan seluruh program.

Bagi perusahaan yang telah mendaftarkan seluruh pekerjanya, kata Ida, agar tertib membayar iuran, tertib mencatat administrasi kepesertaan, dan melaporkan upah yang sebenarnya.

"Sehingga, peserta mendapatkan manfaat sesuai program dan bisa meningkatkan produktivitas," kata dia.

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto mengatakan, peningkatan manfaat ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Salah satu peningkatan manfaat berupa beasiswa.

"Apabila orangtuanya meninggal dunia oleh sebab apa pun, anaknya menjadi anak BP Jamsostek," kata Agus.

Anak peserta yang orangtuanya meninggal akan diberikan beasiswa, mulai dari taman kanak-kanak hingga lulus perguruan tinggi. Pemerintah ingin menjamin pendidikan anak-anak Indonesia agar jangan sampai putus sekolah karena orangtuanya meninggal dunia.

"Kepada seluruh pekerja di Indonesia agar memastikan dirinya sudah mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan," ujar dia.

Saat ini, ada 650 perusahaan terdaftar di BP Jamsostek. Dari 650 perusahaan, ada sekitar 54,5 juta pekerja yang menjadi peserta. Tahun lalu, kata Agus, merupakan pencapaian tertinggi BP Jamsostek dalam menambah peserta karena lebih dari 23 juta pekerja menjadi peserta baru. "Itu target tertinggi dari sebelumnya 20,8 juta peserta," ujarnya.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot