UC News

BPJS kesehatan Umumkan Fasilitas Kesehatan Terbaik Dalam Ajang BPJS kesehatan Award

BPJS kesehatan Umumkan Fasilitas Kesehatan Terbaik Dalam Ajang BPJS kesehatan Award
Foto BPJS Kesehatan
RMOLBengkulu. Hari ini, Kamis (15/8) BPJS Kesehatan akan mengumumumkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Rumah Sakit (RS) yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kantor Pusat BPJS Kesehatan dalam ajang BPJS Kesehatan Award.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf bahwa di tingkat FKTP penghargaan akan diberikan kepada masing-masing satu FKTP terbaik dari lima kategori, yaitu kategori Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dokter gigi, dan apotek Program Rujuk Balik (PRB). Sementara di tingkat RS, penghargaan akan diberikan kepada empat rumah sakit dari masing-masing kelas rumah sakit, yakni rumah sakit kelas A, B, C, dan D.

"Saat ini Tim Juri Eksekutif yang diketuai oleh Ibu Nafsiah Mboi, sudah memegang nama-nama FKTP dan RS terbaik yang memiliki komitmen tinggi memberikan pelayanan optimal bagi peserta JKN-KIS. Perlu diketahui, bahwa tim juri melibatkan segala unsur yang terkait Program JKN-KIS, diantaranya Dewan Perwakilan Rakyat, Kementerian Kesehatan, asosiasi konsumen, asosiasi profesi, asosiasi fasilitas kesehatan. Dengan demikian penilaian akan dijamin objektifivitasnya dari berbagai aspek," kata M Iqbal Anas Ma’ruf belum lama ini.

Iqbal menambahkan untuk juri FKTP diketuai oleh Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf dan didukung oleh tim dari Kementerian Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Primer, IDI, PDGI, ADINKES, ASKLIN, PKFI dan YLKI. Sedangkan tim juri RS diketuai oleh Nafsiah Mboi dan didukung oleh tim dari Kementerian Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ketua YLKI Tulus Abadi, PERSI dan ADINKES.

"Dari 23.102 FKTP, 2.406 RS dan 1.264 Apotek diseleksi dari tahapan Kantor Cabang, Kantor Kedeputian Wilayah, hingga tingkat nasional. Selain itu, tim juri juga lakukan survei langsung ke lapangan untuk melihat langsung kondisi riil di fasilitas kesehatan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan untuk penilaian dalam BPJS Kesehatan Award, kriteria penilaian bagi FKTP adalah kepatuhan FKTP terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan harus mencapai skor 100. Adapun beberapa aspeknya meliputi kepatuhan terhadap pemenuhan Surat Izin Praktik (SIP) dokter, bidan, dan dokter gigi yang berlaku, ketentuan pembayaran klaim non kapitasi, ketentuan pengelolaan Program Rujuk Balik (PRB) dengan jumlah 65% peserta PRB aktif, pemenuhan kredensialing atau rekredensialing dengan nilai >70, pemenuhan area of improvement untuk mencapai nilai KESSAN ≥85, dan pelaksanaan ketentuan mekanisme Kapitasi Berbasis Kompetensi (KBK) dengan 2 indikator yang berhasil tercapai.

FKTP tersebut juga harus memperoleh nilai KBK 100%. Kita juga lihat prestasinya, utilasi review-nya bagaimana, sudah terakreditasi belum, atau apakah ada nilai plus lainnya yang bisa menjadi pertimbangan. Lalu kita perhatikan juga, apakah FKTP tersebut punya inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan sehingga bisa dijadikan contoh bagi FKTP lainnya, misalnya inovasi dari segi sistem antrian, pemanfaatan teknologi, atau penataan ruang layanan peserta,” lanjut Kepala Humas BPJS.

Sementara bagi rumah sakit, beberapa hal yang menjadi indikator penilaian antara lain kesesuaian rumah sakit dalam memenuhi komitmen perjanjian kerjasama, tingkat kepuasan peserta yang mendapat pelayanan, pelayanan kepesertaan (customer service), kecepatan respon terhadap keluhan, serta inovasi yang dikembangkan rumah sakit dalam memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS. Selain itu, upaya perbaikan rumah sakit untuk mengurangi keluhan dan meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS juga menjadi poin tambah tersendiri dalam penilaian.

"Variabel penilaian tambahan yang akan menjadi pedoman penilaian bagi tim saat turun ke lapangan antara lain terkait sisi humanisme misalnya pada pelayanan IGD, rawat inap dan pelayanan farmasi/obat menjadi nilai tambah bagi faskes yang berfokus adalah pada kepentingan/kebutuhan pasien dan keluarga, seperti perlakuan cepat, profesional dan tanpa diskriminasi. Selain itu faktor kebersihan, networking atau koordinasi antar petugas sehingga pelayanan lebih cepat dan efisien. Serta poin tambahan adalah keberadaan ruang administrasi dan pengaduan yang memadai,” tambah Iqbal.

Ketua Juri Eksekutif Nafsiah Mboi mengatakan bahwa melalui BPJS Kesehatan Award diharapkan akan mendorong fasilitas kesehatan lainnya untuk makin optimal memberikan layanan kesehatan khususnya di era JKN-KIS.

"Saya sangat mengapresiasi perubahan yang ditunjukkan faskes setalah 5 tahun Program JKN-KIS berjalan. Kehadiran Program JKN-KIS nyatanya mendorong faskes untuk lebih memperhatikan mutu dan kualitas layanan. Tantangannya mutu dan kualitas ini juga dapat dijaga bukan hanya saat akreditasi. Selain itu dapat dirasakan di seluruh Indonesia, bukan hanya di Pulau Jawa. Semoga dengan BPJS Kesehatan Award dapat mendorong faskes dan juga pemerintah daerah merealisasikan hal tersebut," ucap Nafsiah Mboi.

Disisi lain, Ketua Tim Juri FKTP Dede Yusuf mengatakan BPJS Kesehatan Award juga merupakan bentuk evaluasi bersama baik faskes maupun BPJS Kesehatan sendiri.

"Dalam 5 tahun JKN-KIS jumlah faskes terus meningkat, pelayanan kesehatan juga menuju pada standarnya. Kedua belah pihak saling melakukan perbaikan sampai pada kondisi yang ideal. Diharapkan faskes pemenang BPJS Kesehatan Award dapat menjadi contoh, benchmark kepada faskes lain, jika ingin menjadi mitra BPJS Kesehatan, standar ini yang dilihat," tutup Dede Yusuf. [ogi]

Diskon gila-gilaan. S9 hanya 2 juta rupiah sampai akhir tahun!

Dengan cara ini, gadis ini telah lolos dari jerawat setelah hanya 1 minggu

Hilangkan parasit bau mulut dengan hanya 5 menit sehari

Bakar 1kg lemak berlebih setiap hari dengan cara sederhana ini di rumah


q

Share

Facebook

Twitter

Google+

Email

Komentar Pembaca

Berita LainnyaSelengkapnya

Oh.. Ternyata Ini Alasan Jokowi Akan Umumkan Kab ...

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019

Tidak Pecat Enzo: Salut Dan Hormat Kepada KSAD D ...

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019

Santuni Rp 36 Juta Untuk Petugas Pemilu Yang Gug ...

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019

Kado HUT RI, Tiket Kereta Digratiskan

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019

Dilantik Gubernur, Yanti Kurniati Jabat Direktur ...

RABU, 14 AGUSTUS 2019

Bang Dasco Yang Saya Kenal

RABU, 14 AGUSTUS 2019

VIDEO POPULER

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Orkestra Asal Indonesia Sabet Emas Di Austria

RABU, 07 AGUSTUS 2019 , 22:31:54

FOTO POPULER

Berita PopulerBerita Terkini

Berikut Salinan Susunan Kabinet Beredar, Ada Nama Mahfud, Fadli Zon, Najwa, AHY, Adian Hingga Tsamara

Politik10 Agustus 2019 14:45

Heboh, Sosok Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan Tersandar Di Pondok

Daerah10 Agustus 2019 14:55

Ditusuk Sajam, Dada Sekdes Bersimbah Darah

Daerah10 Agustus 2019 19:49

Dedy Ermansyah Terpilih Wagub Bengkulu Melalui Voting

Politik13 Agustus 2019 13:12

Dewan: Aneh, IMB PTM Malah Dipersulit Sekarang

Daerah12 Agustus 2019 07:50

Dinilai Kebiri Hak Karyawan, FSPMI Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Daerah14 Agustus 2019 13:30

Bang Dasco Yang Saya Kenal

Nusantara14 Agustus 2019 12:10

Baru Terpilih, Wagub Bengkulu Berbicara Target

Nusantara14 Agustus 2019 12:00

Golkar Usulkan 3 Nama InI Untuk Pimpinan DPRD Prov Bengkulu Ke DPP

Politik14 Agustus 2019 11:55

Bikin NPWP Di Lebong Jadi Gampang

Daerah14 Agustus 2019 11:42

Trending Tag

# BUNUH

# MATI LAMPI

# MATI LAMPU

# PEMERKOSAAN

# SABER PUNGLI

RMOL Bengkulu

Tweets by @RMOL_Bengkulu

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • RSS
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot