UC News

Begini Cara Prajurit Kopassus Tidur Saat Memburu Musuh di Hutan, Tetap Siap Menyerang

Dalam sebuah operasi militer, prajurit komando yang ditugaskan bukan dalam regu berjumlah besar. Tapi mereka akan dibagi dalam tim kecil yang biasanya setiap tim hanya beranggotakan lima sampai tujuh orang.

Begini Cara Prajurit Kopassus Tidur Saat Memburu Musuh di Hutan, Tetap Siap Menyerang
Referensi pihak ketiga

Namanya pasukan komando, mereka bergerak dalam tim kecil. Berbeda dengan pasukan infanteri biasanya yang kerap dalam satu regu, anggotanya banyak. Prajurit komando berbeda. Mereka dididik untuk bergerak dalam satuan kecil tapi mematikan.

Nah, soal bagaimana tim yang berisikan prajurit komando bergerak dalam sebuah operasi militer, Letnan Jenderal Sintong Panjaitan yang kenyang dengan berbagai operasi militer membeberkan sekelumit kisah saat dia memimpin tim prajurit komando yang ditugaskan ikut memburu kelompok pemberontak Kahar Muzakkar.

Kisah Sintong ini diceritakan dalam buku, " Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando," yang ditulis Hendro Subroto (2009). Ketika itu Sintong masih perwira muda. Tapi ia sudah dipercaya memimpin satu tim prajurit Kopassus yang ketika itu masih bernama RPKAD.

Referensi pihak ketiga

Para prajurit komando yang dipimpin Sintong bukan prajurit komando yang baru lulus dari pendidikan. Tapi mereka yang sudah kenyang dalam berbagai medan peperangan. Menurut Sintong, ketika memburu Kahar Muzakkar dan kelompoknya, tim pasukan yang dipimpinnya terus bergerak mengejar musuh. Tapi tentu, ada kalanya mereka harus istirahat. Tidur melepas lelah. Namun dalam tidur pun para prajurit komando tetap waspada.

Kata dia, jika pasukan infanteri yang ikut operasi militer, ketika tiba waktu untuk istirahat, polanya sebagian istirahat, sebagian lain berjaga. Jadi mereka istirahat secara bergantian. Tapi, berbeda dengan tim pasukan prajurit komando.

Karena tim prajurit komando jumlahnya kecil, kisarannya lima sampai tujuh personel setiap tim, ketika tiba untuk beristirahat, mereka akan membeku dulu dalam satu tempat. Lalu saat malam tiba, dan harus beristirahat, mereka akan buat bivak.

Referensi pihak ketiga

Anggota tim di sebar dalam jarak 30 meter setiap orang. Jadi, antara satu anggota dengan anggota tim lainnya jaraknya 30 meter. Lalu setiap anggota akan membuat pengamanan di bivak yang akan dipakainya untuk tidur. Mereka akan menaruh rintangan yang berupa ranting-ranting kering atau benda-benda lain yang mudah menimbulkan suara ketika ada yang lewat atau menginjaknya.

Lalu, semua anggota tim akan tidur dengan waktu bersamaan, tanpa satu orang pun yang berjaga. Maka, ketika rintangan itu diinjak musuh atau bahkan binatang sekalipun, mereka akan langsung terbangun dan siap lakukan serangan. Senjata pun tetap dalam keadaan aktif. Dan, kalau ada musuh datang, lalu menginjak rintangan yang dibuat, prajurit komando akan langsung menyikatnya.

Referensi :

Buku," Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando," (Hendro Subroto, 2009).


READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot