UC News

Bergerak Cepat Bagai Angin, Kerakusan Genghis Khan Telah Lenyapkan Banyak Nyawa di Negara Jajahannya, Tipu Muslihat Jadi Strategi Perang Terbaik dari Bangsanya

Gridhot.ID - Strategi memang sangat dibutuhkan dalam peperangan.

Asal menyerang lawan tentu saja malah bisa merugikan pasukan sendiri karena tak paham dengan medan dan kondisi musuh.

Salah satu strategi perang terbaik justru ada pada pemimpin keji yang satu ini.

Baca Juga: Seperti Terjebak, Inilah Harga yang Harus Dibayar Sebuah Negara Jika Tak Sanggup Lunasi Utang Kepada China, Mulai dari Penyitaan Aset Hingga Pembangunan Pangkalan Militer

Sepanjang sejarah peperangan, sepertinya tidak ada penakluk lain yang memiliki strategi melampaui zamannya kecuali Genghis Khan.

Genghis Khan dan para jenderalnya berlatih dan terus memperbaiki taktik perangnya didasarkan pada strategi kuno Sun Tzu.

Ada tiga prinsip yang digariskan oleh filsuf Cina abad ke-6 SM, Sun Tzu, yang tergambar pada pasukan Mongol.

Baca Juga: Arus Deras Banjir Runtuhkan Tembok Bangunan, 2 Orang Warga yang Melintas Berhasil Lolos dari Maut, Hanya Terpaut Seper Sekian Detik Nyawanya Hampir Melayang

Aturan Sun Tzu tentang Perjuangan Bersenjata

Sun Tzu mengatakan: "Bertindaklah setelah membuat penilaian."

Pasukan pengintai Mongol selalu menyebar untuk memastikan keadaan di manapun pasukan bersenjatanya bergerak.

Baca Juga: Seperti Terjebak, Inilah Harga yang Harus Dibayar Sebuah Negara Jika Tak Sanggup Lunasi Utang Kepada China, Mulai dari Penyitaan Aset Hingga Pembangunan Pangkalan Militer

Mereka kemudian akan memberikan rincian mengenai keadaan geografi, lokasi, kondisi kota, dan pergerakan pasukan musuh terkini dalam radius yang cukup jauh.

Para pengintai dilatih dengan baik untuk mengamati rincian penting mengenai musuh di lapangan dan pertahanan benteng mereka.

Oleh karenanya, Genghis Khan beserta para jendralnya dapat memiliki penilaian akurat dan terperinci tentang musuh berdasarkan info dari pengintai.

Baca Juga: Terjebak di Tengah Genangan Banjir, Pria Paruh Baya Ini Nampak Pasrah dengan Menengadahkan Tangan Sambil Berdoa, Potretnya Viral hingga Buat Netizen Trenyuh

Tipu Muslihat

Sun Tzu mengatakan: "Kekuatan militer dibentuk oleh tipu muslihat, dimobilisasi oleh keuntungan, dan diadaptasi dengan pembagian."

Mereka menipu musuh dengan menyembunyikan jumlah asli pasukannya.

Baca Juga: Ketemu Saat Sama-sama Terjaring Razia, Pria Ini Kepergok Lagi Jalan Bareng Selingkuhannya, Wanita Ini Langsung Maki-maki Pacarnya di Depan Petugas: Gua Lagi Hamil Woy!

Ini mereka lakukan dengan pembagian pasukan dan mobilitas.

Genghis Khan akan membagi kekuatan pasukannya menjadi tiga hingga lima kelompok.

Setiap komandan umum kemudian memiliki tanggung jawab khusus tersendiri yang akan dijalankan dengan tingkat kemandirian yang baik.

Baca Juga: Terkuak Percakapan Ashanty dengan Asisten Rumah Tangga, Singgung Soal Transfer Uang, Ada Apa?

Kemandirian ini dilihat dari stabilnya kelancaran komunikasi yang terjalin antara kelompok-kelompok pasukan Mongol.

Ketika berada di titik tertentu, dengan pasukan yang tersebar-sebar, Mongol dapat dengan tiba-tiba menyatu dan mengalahkan musuh yang tidak menaruh curiga.

Empat Kekuatan Tentara Mongol

Baca Juga: Terjang Wilayah Perumahan Elit di Serpong, Arus Deras Banjir Seret Mobil Mewah BMW, Sang Pemilik Panik hingga Cari Via Pesan Whatsapp Berantai

Sun Tzu mengatakan: "Bergerak cepat seperti angin, berjalan lambat seperti hutan, dan rakus seperti api."

Prajurit Mongol memiliki kekuatan yang sungguh tak tertembus.

Invasi mereka yang rakus telah menghabiskan banyak nyawa di seluruh Asia.

Baca Juga: Detik-detik Dansektor 9 Semprot Pabrik Susu Raksasa di Bandung, Tetap Ngeyel Padahal Sudah Diberi Teguran Pengelolaan Limbah, Anggota TNI Langsung Cor Saluran Pembuangan

Seluruh penduduk terbakar di kota-kota, dan desa-desa dibiarkan membara di belakang pasukan Mongol yang maju.

Mobilitas dan struktur nomaden masyarakat Mongol memungkinkan mereka untuk tak terjangkau oleh musuh.

Artikel ini telah tayang di Intisari Online dengan judul Mengapa Strategi Perang Genghis Khan Disebut Sebagai Satu-satunya yang Jauh Melampaui Zaman?

(*)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot