UC News

Biker India Justru Anti Motor Injeksi?

Biker India Justru Anti Motor Injeksi?
mesin Hero 200cc (heromotorcorp.com)

India tidak bisa lepas dari sorotan para rider penggila otomotif. Di negara babang shahrukh Khan ini industri otomotif berkembang pesat. Tak jarang produk otomotif yang beredar di Indonesia adalah hasil produksi tangan masyarakat India. Sebut saja Yamaha Byson, Honda New Megapro dan lainnya.

Tapi berbeda dengan kebiasaan rider di Indonesia, dimana saat ini sistem injeksi menjadi suatu keharusan. Di India sistem injeksi ini justru dihindari. Karburator lebih populer di sana.

Honda, TVS dan Bajaj bahkan pernah kapok menjual motor dengan sistem injeksi di sana. Kita ambil contoh Honda CBF Stunner 125 PGM-FI. Motor ini bahkan distop penjualannya lantaran tidak laku. Alasan utamanya adalah sistem PGM-Fi.

rushlane.com
carandbike.com

Bajaj dan TVS pun pernah kena batunya. Mereka terpaksa menghentikan penjualan Pulsar 220 DTS-Fi dan TVS Apache RTR 160 FI. Penghentian ini pun dengan alasan yang sama.

Regulasi Emisi Gas Buang

Namun trend karburator itu sepertinya akan segera sirna. Pasalnya India akan menerapkan regulasi uji emisi gas buang BS6 (Bharat Stage 6). Aturan ini akan diberlakukan mulai tahun 2020 nanti.

Dengan aturan ini banyak yang memprediksi jika nantinya pabrikan tidak mempunya pilihan lain. Pabrikan terpaksa menerapkan sistem injeksi pada semua line up produk mereka.

Honda contohnya. Mereka sudah bersiap dengan menghadirkan skutik injeksi New Honda Activa 125. Skutik ini bakal memiliki embel-embel PGM-Fi dan sederet teknologi lain yang sudah lebih dulu diterapkan pada skutik Honda di Indonesia. Misalnya, fitur ISS, dan ACG Starter.

Honda Activa (otospirit.com)

Reference:

otospirit.com/honda-india-akhirnya-jual-skutik-dengan-sistem-injeksi-56815/56815 oto.detik.com/motor/d-2180023/di-india-motor-injeksi-malah-dihindari

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot