UC News

Bos Menyuruh Karyawannya Membeli Rokok, Setelah Itu Malah Dipecat. Ternyata

Bos Menyuruh Karyawannya Membeli Rokok, Setelah Itu Malah Dipecat. Ternyata
Referensi pihak ketiga

Sahabat SP - Diceritakan. Suatu hari, seorang pimpinan perusahaan (sebut saja namanya Pak Jodi) membawa dua salesman baru, Joko dan Herry (keduanya nama samaran) untuk bertemu dengan seorang klien besar.

Kebetulan kepala kliennya adalah seorang wanita. Pak Jodi bertemu dengan kliennya tersebut di sebuah kafe dan mereka pun mengobrol dengan ceria.

Beberapa saat kemudian, Pak Jodi lalu memberikan 10 ribu kepada Joko dan Herry dan menyuruh mereka untuk membeli rokok. Namun, saat berjalan keluar pintu, tiba-tiba Joko mengatakan pada Herry kalau perutnya mules dan menyuruh Herry saja yang membeli karena ia mau ke toilet dulu.

Herry lalu memegang uang 10 ribu tersebut. "Rokok apa sih seharga 10 ribu? Lagi pula bos biasanya juga tidak merokok. Jangan-jangan bos sedang mengujiku, tapi, tidak boleh membiarkan bos kehilangan muka di depan klien, aku tambahin dari uangku saja untuk membeli rokok pesanan bos,” gumam Herry.

Lalu ia pun membeli sebungkus rokok. Namun saat kembali, Herry tidak melihat Joko dan akhirnya ia sendiri menyerahkan rokok itu pada bosnya.

Sang bos tampak terkejut sambil memandang Herry sekilas. Tapi ia tidak mengatakan apapun, hanya mengambil rokok dari Herry kemudian melanjutkan obrolan dengan kliennya.

Tak disangka, sekembalinya dari dinas luar, pekerjaan itu diserahkan kepada Joko dengan alasan Herry tidak cocok jadi sales di perusahaan tersebut. Herry pun dipecat sebelum tiba waktunya masa percobaan. Wajah Herry pun tampak kusut dan menggerutu karena dipecat tanpa alasan yang jelas.

Referensi pihak ketiga

Sesampainya di rumah, Herry masih tidak habis pikir. Ia tidak melakukan kesalahan apapun malah menambahkan beberapa ribu perak untuk beli rokok, tapi kenapa aku justru yang dipecat, bukan Joko?

Sampai suatu ketika, saat Herry ngobrol dengan salah satu karyawan senior, ia pun mencoba menyinggung masalah itu. Akhirnya, Herry pun baru tahu saat karyawan senior itu bertanya padanya.

1. Bos hanya memberi kamu 10.000,- kurang ya?

2. Bos biasanya tidak merokok, mengapa menyuruh kalian beli rokok?

3. Kliennya seorang wanita, etiskah merokok di tempat umum?

4. Mengapa waktu itu Joko menyuruhmu beli rokok, sedangkan dia pergi secara diam-diam?

Waktu itu, Joko merenung dengan seksama masalah itu. Tiba-tiba ia baru sadar kalau bos bukannya kurang uang, juga bukan tidak merokok, tapi maksud bos yang sebenarnya ialah ia ingin menyingkirkan mereka berdua.

Namun, bos menjaga sikapnya dan tidak langsung menyuruh mereka pergi di hadapan klien. Bos pasti sedang membicarakan sesuatu yang tidak ingin diketahui Joko dan Herry, karena itulah mereka sengaja disingkirkan tanpa menyinggung perasaan mereka dengan cara itu.

Referensi pihak ketiga

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

Sumber: erabaru.net

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot