UC News

Bukit Pamoyanan: Keindahan Negeri di Atas Awan Subang

Bukit Pamoyanan: Keindahan Negeri di Atas Awan Subang

Subang, Jawa Barat bukan hanya dikenal karena nanas madunya yang manis dan menyegarkan. Di sana ada destinasi wisata yang justru manis dilihat dan menyegarkan mata di pagi hari. Ya, destinasi wisata ini terletak di Desa Kawangluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Namanya Bukit Pamoyanan. Sekalinya ke sana, kalian pasti ketagihan buat datang lagi. Bagaimana tidak? Keindahan yang disajikan terhampar begitu indah di depan mata.

Untuk menuju Bukit Pamoyanan ini, kalian bisa melewati Tugu Nanas di Jalancagak ke arah timur. Lurus saja hingga ketemu dengan Pasar Tanjungsiang. Dari pasar itu, kalian ambil jalur menuju Desa Kawangluwuk. Lama perjalanan yang harus kalian tempuh dari Kota Subang sejauh 1 jam perjalanan. Sesampainya di Desa Kawangluwuk, kalian perlu melakukan pendakian ke Bukit Pamoyanan. Jangan membayangkan bahwa pendakiannya sangat jauh. Tidak sama sekali! Kalian hanya perlu mendaki sejauh 10 menit. Biaya masuknya hanya Rp. 10.000. Untuk camping, ada tenda yang disewakan seharga Rp. 60.000,00/tenda dengan kapasitas 4—5 orang.

Pemandangan gunung yang berdiri gagah.

Keindahan yang ada di Bukit Pamoyanan adalah keindahan lautan bintang di malam hari bersanding dengan gemerlap keindahan Kota Subang dari ketinggian bukit. Untuk menikmati keindahan ini, kalian perlu bermalam di Bukit Pamoyanan. Tak perlu khawatir sendirian di sini, banyak orang yang memilih menghabiskan malam di bukit dengan mendirikan tenda kok! Camping besama keluarga tentu sangat menyenangkan. Selain tenda, kalian bisa membawa bekal makanan dan memasak di atas bukit. Meskipun hanya merebus mie instan dan telur, kalian sudah bisa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.

Dengan camping di bukit, esok paginya kalian bisa menyaksikan sunrise di pagi hari yang indah. Sinar matahari yang kekuning-kuningan terlihat mengintip di balik pohon dan dari bawah awan. Awan-awan pun seperti menggantung di bawah kaki kita. Ya, pengunjung seolah berada di sebuah Negeri di Atas Awan. Di sini, kalian bisa berfoto dengan latar belakang indah ini. Pengelola pun sudah menyediakan spot menara pandang yang cukup tinggi sehingga kalian bisa menangkap keindahan awan lebih tinggi lagi.

Sinar matahari yang mengintip malu-malu dan menyinari gumpan awan.

Jika kalian tidak bisa camping di bukit ini, kalian harus melakukan perjalanan setelah shalat subuh agar tidak melewatkan momen sunrise. Sinarnya terpancar dengan sempurna menyinari awan-awan seperti gumpalan kapas. Suasana benar-benar indah dan tenang. Kalian hanya bisa menikmati keindahan itu dari waktu subuh sampai pukul 07.30 WIB tergantung cuaca.

Kalian bisa menikmati keindahan ini sambil menyeruput kopi dan menyantap kue serabi hangat khas dari Subang. Ya, di sini kalian akan menemukan ibu-ibu penjual kue serabi telur. Serabinya diolesi telur di bagian atas kemudian dicocol dengan sambal. Selain serabi, kalian juga bisa menyantap bakwan goreng dengan cocolan sambal. Keindahan mata semakin lengkap dengan kelezatan yang kalian santap.

Pemandangan gunung yang berdiri gagah.

Selain keindahan sunrise dan lautan awan tadi, kalian pun bisa menyaksikan Gunung Canggah yang berdiri kokoh di sebelah barat bukit. Sementara itu, di sebelah timur, kalian juga bisa melihat Gunung Tampomas yang terletak di Sumedang.

Dulunya, Bukit Pamoyanan ini adalah habitat macan untuk berjemur. Oleh karena itu, bukit ini diberi nama Pamoyanan yang berasal dari kata moyan, artinya tempat berjemur. Nah, kalau saat ini, masih adakah macannya? Tidak ada! Macan sudah tidak terlihat di sekitar bukit sejak tempat ini menjadi destinasi wisata. Jadi, kalian bisa aman melakukan pendakian dan camping di bukit. Sekarang, bukit ini ramai dikunjungi sehingga sering diberi nama Bukit Alam Endah Pamoyanan.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot