UC News

Data Prabowo Menang 62 Persen Diragukan, Akhirnya BPN Buka Suara! Begini Katanya!

Data Prabowo Menang 62 Persen Diragukan, Akhirnya BPN Buka Suara! Begini Katanya!
Deklarasi kemenangan Prabowo. (tagar.id)

Deklarasi kemenangan Capres 02 Prabowo Subianto, bahkan terang-terangan menyebut dirinya sebagai presiden terpilih periode 2019-2024 berdasarkan data internal BPN, telah memicu polemik dan kontroversi.

Deklarasi kemenangan Prabowo. (news.detik.com)

Pasalnya, klaim kemenangan itu justru berbanding terbalik dengan hasil quick count sejumlah lembaga survey yang dirilis secara terbuka di berbagai media di mana paslon 01 Jokowi-Ma'ruf unggul di kisaran angka 53-55%. Banyak meragukan akurasi data BPN yang dijadikan acuan capres 02 dalam mengklaim kemenangannya.

Bukan Data ABS?

Terkait hal tersebut, kubu BPN akhirnya buka suara. Menurut Juru Debat BPN Ahmad Riza Patria, apa yang disampaikan Prabowo sama sekali bukan data ABS (Asal Bapak Senang), melainkan data apa adanya.

Ahmad Riza Patria. (jabarzone.com)

Riza yakin data yang disampaikan oleh tim internal Prabowo sesuai kenyataan di lapangan. Pasalnya, selama ini masyarakat memang sangat antusias menyambut Prabowo. Bahkan, mereka tidak perlu diberi iming-imingi kaos, uang, maupun transportasi khusus untuk menyaksikan kampanye Prabowo.

Riza menilai antusiasme masyarakat terbukti dengan kerelaan mereka untuk menyumbangkan dana, baik kepada Prabowo maupun Sandiaga.

"Mereka berjam-jam menunggu bahkan memberikan uang patungan. Itulah contoh kenyataan di lapangan yang semua masyarakat tahu dan merasakan itu kan satu fakta. Maka kami meyakini kenapa kemenangan itu dirasakan," tegas Riza seperti dikutip wowkeren.com (18 April 2019) .

Bukan Data Kampanye

Waduh, yang dipersoalkan publik adalah data hasil pemungutan suara yang diolah oleh BPN, baik melalui Exit Poll, Quick Count, maupun Real Count, yang dijadikan sebagai rujukan bagi Capres 02 dalam mengklaim kemenangannya, bukan berdasarkan massa yang hadir saat Paslon 02 berkampanye.

Soal jumlah massa yang hadir di acara kampanye paslon yang berkontestasi tentu sangat subjektif dan tidak bisa diukur secara kuantitatif.

Data valid perolehan suara setiap paslon tentu harus berbasis dari jumlah suara di tiap TPS. Ini yang seharusnya dibuka oleh BPN kepada publik agar hasilnya bisa dibandingkan dengan data quick count milik sejumlah lembaga survey yang telah merilis hasilnya di berbagai media.

Kalau yang dijadikan sebagai sumber data hanya berdasarkan jumlah massa yang hadir saat Paslon 02 berkampanye, bagaimana bisa dipertanggungjawabkan nilai validitas dan akurasinya hingga berani mengklaim kemenangan?

Namun, sudahlah! Ketimbang ribut soal data, ada baiknya semua pihak bisa menahan diri dan tetap bersabar untuk menunggu rilis resmi dari KPU. Siapa pun yang nanti terpilih sebagai pemenang, semua pihak harus bersikap legawa dan lapang dada, siap menang dan siap kalah agar rakyat di negeri ini bisa melakukan rekonsiliasi sosial secara natural di tengah-tengah kehidupan masyarakat Pasca-Pemilu 2019. Itu saja! ***

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot