UC News

Demi Kebahagiaan Kakek-Neneknya, Anak-anak Jadi Pengantin Cilik

Kalau di India ada tradisi pernikahan anak kecil dengan binatang dan pernikahan anak gadis dengan pohon, maka di Indonesia juga tidak kalah unik dan menarik tentang pernikahan. Bahkan tradisi ini sudah sejak lama dilakukan secara turun-temurun demi membahagiakan salah satu keluarganya.

Demi Kebahagiaan Kakek-Neneknya, Anak-anak Jadi Pengantin Cilik
Referensi pihak ketiga

Dikutip dari laman travelingyuk.com, pada beberapa orang mungkin tradisi ini dianggap konyol, tapi bagi masyarakat Pulau Poteran, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, ini merupakan tradisi yang sakral dan sudah dilakukan secara turun-temurun. Adalah tradisi Pengantin Cilik, yaitu menikahkan anak-anak mereka layaknya pernikahan orang dewasa meski tanpa ada prosesi ijab kabul.

Tradisi yang dilakukan sejak zaman dahulu ini bermaksud agar kakek-nenek si bocah bisa ikut merasakan kegembiraan cucunya di pelaminan. Bagi masyarakat Poteran, menggelar tradisi ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri, tapi mereka malah merasa malu jika anaknya tidak dijodohkan sejak dini karena dianggap tidak laku. Lebih anehnya lagi, kadang proses penjodohan ini dilakukan ketika si anak masih dalam kandungan.

Referensi pihak ketiga

Sementara dikutip dari laman lontarmadura.com, tradisi atau kebiasaan yang kerap terjadi di tengah masyarakat tradisional kadang dianggap aneh, tidak lazim, bahkan menjadi lucu. Hal ini pula terjadi di masyarakat Pulau Poteran, tepatnya di wilayah Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Wilayah kecamatan yang terletak sekitar 12 km dari pusat Kota Sumenep itu untuk mencapai tujuan harus menyeberang selat berjarak sekitar 10–15 menit dengan menumpang perahu atau perahu tongkang.

Tidak tampak sesuatu yang aneh dan menarik bila memasuki wilayah berpenduduk 41107 jiwa (2012), kecuali pulau seluas sekitar 48,8 km2 itu dikitari pantai. Namun, dari keunikan tradisi masyarakatnya, di tempat itu pula terdapat tradisi masyarakat unik dan menarik, yaitu tradisi pengantin anak (kecil), bukan pengantin anak-anak “tan-pangantaran” sebagaimana tradisi permainan anak di Sumenep.

Referensi pihak ketiga

Pengantin anak atau pengantin kecil dilakukan sebagaimana pengantin dewasa diselenggarakan secara formal sebagaimana terjadi pada orang dewasa. Sebagaimana terjadi pada pengantin dewasa, pengantin anak ini dilakukan dengan proses mulai awal peminangan, pertunangan (bebekalan), sampai proses resepsi perkawinan. Namun, kali ini tidak dilakukan ijab kabul pernikahan. Mengapa demikian? Memang kedua mempelai masih belum pantas dan tidak layak diikat sebagai suami istri.

Topic: #pengantin
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot