UC News

Dibalik Uang Kertas Yang Kita Pakai Tersembunyi Akal Jahat Bankster Dunia,Simak Yuk

Dibalik Uang Kertas Yang Kita Pakai Tersembunyi Akal Jahat Bankster Dunia,Simak Yuk
Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Bahkan kalau kita baca sejarah rupiah sejak Indonesia merdeka,rupiah sudah turun lebih dari 285.000 kali lipat.

Pada tahun 1946,berdasarkan UU No.19 tentang pengeluaran Oeang Repoeblik Indonesia ditetapkan 10 rupiah setara dengan 5 gram emas murni,atau harga Rp.1,- setara dengan 0,5 gram emas murni.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Dari data diatas,kita dapat melihat apa yang terjadi dengan uang kertas Indonesia sampai hari ini.Pada 1946,nilai Rp.10,- setara dengan 5 gram emas murni,artinya jika seseorang mempunyai uang RP.100.000,- maka harganya setara dengan 50.000 gram emas atau 50 kg emas murni.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Namun sekarang jika seseorang memiliki jumlah uang yang sama (Rp.100.000),hanya bisa digunakan untuk membeli kurang dari 0.5 gram emas murni.Karena 1 gr emas 24 karat harganya 620.000,-

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Padahal nilai instriknya barangnya tetap,emasnya tetap,tapi nilai mata uangnya berbeda.Sampai kemudian uang kertas dicetak dan diedarkan tanpa back up emas.Jadi meski legal,status uang kertas tetaplah surat hutang.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Dan berikut pendapat yang disampaikan oleh Prof.Herman Daly – Former Senior Wold Bank economist tentang bagaimana Banker dunia ini telah mengendalikan peredaran uang kertas di seluruh dunia.

Saya telah mengajar banyak mahasiswa tentang uang dan perbankan,bank-bank swasta menciptakan uang dari udara hampa,kemudian meminjamkannya dengan bunga tinggi.Kedengarannya memang aneh,memang aneh sekali,mereka pantas meragukan hal itu,namun kenyataannya itulah yang terjadi.”ujarnya.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Bagaimana mungkin,uang di dompet yang rasanya sudah kita ketahui hakekatnya,ternyata tak seperti yang kita kira.Baik uang kertas maupun uang elektronik,diedarkan atas dasar utang.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Uang kertas diedarkan oleh Bank Central atas dasar utang negara,sedang uang elektronik diedarkan oleh bank-bank komersial atas dasar utang nasabah.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Dan kita bisa rasakan bersama,setiap kali mau pinjam uang di bank atau koperasi,semuanya berlaku sistem bunga,benar bukan?

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Singkatnya dari dinasti Rothschild tadilah para bankir elite belajar mengenai konsep Bank Central.Dan justru kekuasaan ada pada mereka para rentenir,para Bankster.Mereka tinggal mengetikkan angka-angka digit di komputer untuk dikirim kepada rekening peminjam.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Berawal dari situlah uang mulai digandakan melalui sitem Fractional Reserve Banking yang kemudian diikuti oleh Bank-Bank komersial.

Kini taktik licik Rothschild tadi ,telah berubah menjadi sistem global yang memanfaatkan uang orang lain.Bagi yang belum tahu,Rothschild adalah sebuah dinasti Bankir keturunan Yahudi – Jerman di Eropa.Mereka ini juga yang dahulu menyebabkan awal mula diberlakukannya uang kertas.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Efeknya mirip dengan Sihir di zaman Fir’aun yang menjadikan tali seolah ular dimata Nabi Musa.Persamaannya keduanya adalah sama-sama menciptakan ilusi-ilusi,yang membutakan nalar dan akal sehat.Dimana selembar kertas dianggap emas,pulsa dianggap harta dan riba disamakan dengan laba.

Sebenarnya pemerintah bisa menjadikan rupiah perkasa,tidak terpengaruh gejolak moneter dunia.Solusinya adalah menyediakan back up(penyangga) bagi seluruh uang kertas yang beredar berupa cadangan emas.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Dengan demikian.setiap lembar rupiah yang kita miliki disangga oleh cadangan emas,dimana nominal yang tercetak pada rupiah adalah representasi dari harga emas dengan berat tertentu yang tersimpan di Bank Indonesia.

Sumber:Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Pada waktu itulah,rupiah akan menjadi uang kuat dan nilainya stabil sepanjang masa.Rupiah tidak perlu lagi disangkutpautkan dengan nilai mata uang asing,tetapi dipatok berdasarkan harga emas yang berlaku.

Sumber

Brilio.net(19/6/2019)/Dibalik-uang-kertas-yang-kita-pakai-saat-ini-dan-jahatnya-Bankster/

Instagram.com(21/6/2019)-thinksmart.id

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot