UC News

Diejek Anak Haram. Dia Nekat Tes DNA. Ternyata Ayahnya adalah

Aku akan menceritakan kisah pilu ini secara anonim. Cukuplah kita ambil sisi baiknya saja. Sebuah kisah yang telah lama tersimpan sampai sekarang aku mempunyai suami dan anak.

Diejek Anak Haram. Dia Nekat Tes DNA. Ternyata Ayahnya adalah
Sumber ilustrasi anak kecil sedih karena Diejek: tribunnews.com

Sewaktu masih usia SD aku sering diejek 'anak haram'. Aku tak tahu apa maksud dari istilah anak haram sebenarnya apa. Tapi itu terdengar jelek. Aku sedih karena ejekan itu dan teman-teman banyak yang menjauh. Aku sering main sendiri dengan boneka kesayangan.

Karena penasaran aku tanya ibu, dia tidak menjawab hanya buliran air mata yang keluar sebagai respon. Kemudian aku tanya ke ayah, yang aku dapatkan adalah tanda telapak tangan di pipi, aku meringis menahan sakit dengan banyak tanda tanya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Setelah kejadian itu ayah sering bertengkar dengan ibu. Mulai bertengkar mulut, sampai beberapa kali barang-barang rumah kena amukan mereka. Yang paling bikin aku sedih adalah sepedaku juga jadi korban. Sepeda lipat kesayangan hadiah ulang tahun. Beberapa bagian sepeda itu penyok setelah dibanting ayah berkali-kali. Aku hanya menangis sambil memohon agar ayah berhenti.

Hatiku hancur. Tiap hari rumahku seperti medan perang. Aku tak punya kemampuan untuk menjadi penengah apalagi pemecah masalah. Aku hanyalah anak kecil yang tak tahu apa-apa. Malah sering disebut-sebut sebagai bentuk dari masalah.

Singkat cerita ayah dan ibu bercerai. Kejadian itu aku sudah duduk di bangku SMA. Jelas sudah tahu apa yang dimaksud 'anak haram'. Kini aku paham apa akar masalah ayah dan ibuku hingga bercerai. Ternyata ibu dituduh selingkuh oleh ayah. Ibu tidak terima. Itulah masalahnya.

Aku sebagai generasi milenial yang piawai mencari informasi akhirnya menemukan ide cemerlang. Ide itu adalah tes DNA. Aku ingin membuktikannya. Aku ingin kejelasan dari masalah ini.

Sumber ilustrasi:tribunnews.com

Sekalipun sudah bercerai dan berpisah rumah, aku masih bisa ke rumah ayah dan berhasil mengambil beberapa sampel bagian tubuh yang diperlukan. Terus biayanya aku dapat darimana? Beruntunglah ada teman satu kelas yang baik hati. Dialah yang membantuku untuk urusan biaya.

Setelah sekitar dua minggu menunggu. Hasil tes menunjukan ternyata ayahku benar adalah BUKAN ayahku. Aku amat terpukul pilu. Ternyata benar seperti ejekan-ejekan orang, aku ini anak haram.

Namun sekarang aku sadar. Percuma menangisi takdir yang tak bisa diubah. Aku serahkan semua beban ini kepada Yang Maha Besar. Aku yakin kehadiranku di dunia ini adalah kehendak Tuhan. Pasti ada rencana baikNya. Kewajibanku hanya terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi orang banyak. Aku harus terus optimis dan semangat menatap masa depan.

Sumber ilustrasi:tribunnews.com

Sumber: Terinspirasi dari kejadian yang pernah penulis dengar

Sumber Referensi Lainnya: liputan6.com/health/read/3913916/ingin-jalani-tes-dna-material-sampel-tubuh-ini-yang-diperlukan

Topic: #haram
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot