UC News

Diejek Kayak Gembel. Orang-Orang Terdiam saat Tangannya Dicium oleh

Siang itu selepas ibadah di hari Jumat, aku istirahat di serambi utara. Memperhatikan ada segerombolan anak berpakaian SMA sedang tertawa terbahak sambil sesekali melirik dan menunjuk ke arah seorang bapak yang tengah melakukan ibadah sunah. Tanpa sengaja aku mendengar celotehan dari salah satu anak SMA itu, "Kayak gembel, iih." Ucap salah satu anak dengan disertai gaya tubuh mencemooh.

Diejek Kayak Gembel. Orang-Orang Terdiam saat Tangannya Dicium oleh
sumber ilustrasi: dokumen pribadi

Sementara yang diejek seperti tak mendengar. tetap melanjutkan aktivitasnya beribadah. Tak terusik sedikitpun dengan ejekan dari gerombolan anak remaja.

sumber ilustrasi: dokumen pribadi

"Duh itu baju apa keset ya, kok kudel amat." Timpal remaja lain yang disambut dengan tertawa kecil dari teman-temannya. "Iya nih, sampai baunya tercium dari sini. Lihat juga tu kakinya." Sambut teman lainnnya sambil menutup hidung dan menunjuk ke arah kaki yang dimaksud.

sumber ilustrasi: dokumen pribadi

Aku yang sedang menyaksikan hanya bisa berkata prihatin dalam hati. Betapa mereka mudah sekali merendahkan manusia cuma dari melihat tampilan luarnya saja.

Ketika aku larut dalam perenungan, tiba-tiba datanglah seorang berseragam polisi. Kemudian menghampiri dengan penuh sopan santun dan mencium tangan bapak yang baru saja diejek oleh segerombolan anak remaja itu.

Anak-anak remaja itu seketika terdiam. Tak ada yang berkata sedikit pun. Termasuk aku jadi tertegun. Bagaimana tidak, wajah polisi itu sangat aku kenal karena baru beberapa hari yang lalu pernah kantor kami undang. Dia salah satu pejabat tinggi kepolisian. Bukan orang sembarangan.

Anak-anak remaja itu makin terbungkam ketika si polisi menuntun langkah si bapak yang diejek masuk ke dalam mobil mewah. Diperlakukan bak tamu kehormatan.

Aku tak tahu siapa sebenarnya bapak yang diejek itu, dan kenapa si polisi sangat baik padanya penuh hormat, seperti tengah melayani tamu penting. Entahlah, bisa jadi bapak yang diejek itu punya sesuatu yang spesial dan istimewa. Dan bisa jadi amalan ibadahnya jauh lebih tinggi dari orang-orang yang mengejeknya.


Semoga dari kisah ini kita dapat mengoreksi diri sendiri. Berhentilah merendahkan orang lain. Kita tak tahu derajat seorang manusia di sisi Tuhan. Bisa jadi yang direndahkan derajatnya lebih tinggi ketimbang yang merendahkan. Dan biasanya orang yang suka merendahkan orang lain adalah orang yang sedang menunjukkan kualitas dirinya rendah.

Sumber Referensi:

Terinspirasi dari kejadian nyata yang pernah penulis dengar

Sumber Pendukung: hidayatullah.com

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot