UC News

Diejek karena Mancing di Selokan. Orang-Orang Terdiam saat Dia Dapat ini

AW adalah seorang anak Yatim Piatu. Tinggal berdua dengan neneknya yang sudah tak kuat mencari nafkah. Maka demi memenuhi kebetuhan hidup sehari-hari AW berjualan gorengan berkeliling kampung.

Suatu hari minggu, usai menjajakan gorengan AW mencoba peruntungan dengan memancing di selokan dekat rumah.

Diejek karena Mancing di Selokan. Orang-Orang Terdiam saat Dia Dapat ini
sumber ilustrasi: tribunnews.com

"Hei guys, liat ni ada orang aneh. Mancing kok di parit. Mana ada ikannya di situ. Ooo paling berudu kau kira ikan ya!" Seru seorang teman dari atas sepeda. Teman-teman yang di dekat situ pun menyambut dengan tawa riang, turut mengejek AW yang sedang nongkrong di pinggir selokan berharap ikan.

AW tak mau menanggapi. Dia fokus pada joran pancing. Tak beberapa lama kemudian pelampung seketika tenggelam. Buih-buih bermunculan. AW menelan ludah. Itu bukanlah ikan kecil.

AW tetap sabar dan tenang, memberi waktu ikan untuk benar-benar menelan umpan. Saking fokusnya sampai tak terdengar lagi ejekan yang terus-terusan.

15 detik kemudian AW menyumbat (teknik menarik joran) dengan lincahnya. Kail terkait sempurna. Ikan meronta dengan hebatnya. Selokan seketika keruh. AW mengangkat sekuat tenaga dengan kedua tangan.

Orang-orang yang mengejeknya pun turut penasaran melihat AW strike. Dengan sedikit perjuangan IKan Gabus besar itu pun berhasil didaratkan.

sumber ilustrasi: tribunnews.com

Gak nyangka ternyata selokan tenang sedalam satu meter itu adalah sarang ikan gabus. AW pun langsung cepat-cepat mengganti tali dan kail pancing dengan ukuran yang lebih besar.

sumber ilustrasi: tribunnews.com

Tak beberapa lama kemudian joran kembali melengkung seperti huruf U. Siang itu AW berhasil mendaratkan 3 ekor ikan gabus berukuran jumbo. Orang-orang yang mengejeknya seketika terhenyak terdiam, Lantas pulang dengan perasaan panas hati.

*TAMAT*

Sumber:

Diadaptasi dan disarikan dari kejadian nyata yang pernah penulis saksikan

news.detik.com

TOLONG. Ini hanya kisah fiksi. Jangan ditanggapi berlebihan. Semua ilustrasi dan diksi sudah sedemikian rupa dibikin aman oleh penulis. Cukuplah kita ambil hikmah di dalamnya. Matur sembah nuwun.

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot