UC News

Dipenjara Seumur Hidup, Belum Ada Sehari Esoknya Pria Ini Dibebaskan. Ternyata

Dipenjara Seumur Hidup, Belum Ada Sehari Esoknya Pria Ini Dibebaskan. Ternyata
Hanya Ilustrasi (Sumber: Referensi pihak ketiga)

Terdapat seorang pemuda yang bernama Abdullah bin Mubarak. Ia biasa melakukan perjalanan ke Tharsus. Dirinya biasa beristirahat di penginapan di daerah Khan. Disana ada seorang pemuda yang selalu mengurusi dan memenuhi berbagai kebutuhan dirinya, juga mendengarkan ilmu darinya.

Namun pada suatu hari, Abdullah kembali mengunjungi penginapan itu, namun ia tidak melihat sang pemuda tersebut. Lantaran terburu-buru, ia pun bergegas melanjutkan pekerjaan pentingnya bersama kaum muslimin.

Usai menyelesaikan pekerjaan pentingnya itu, ia kembali ke penginapan sembari menanyakan pemuda itu. Orang-orang di sekitar penginapannya pun menjawab,

"Pemuda itu di penjara seumur hidup karena memiliki tanggungan hutang yang belum dilunasinya."

"Katakan kepadaku berapa jumlah hutangnya?

Mereka menjawab, "Sepuluh ribu dirham." (kurang lebih saat itu berjumlah Rp. 38.000.000,-)

Abdullah terus menyelidikinya hingga dirinya tahu siapa pemilik hutang itu. Maka ia pun memanggilnya pada malam hari lalu memberinya sepuluh ribu dirham untuknya.

Namun ia meminta janji kepada pemilik hutang itu untuk tidak memberitahukannya kepada seorang pun bahwa ia telah melunasi hutang selama dirinya masih hidup. Ia juga berpesan, "Aku mohon padamu jika sudah masuk waktu pagi, keluarkan pemuda itu dari tahanan."

Abdullah segera pergi dan pemuda itu pun dibebaskan dari tahanan. Orang-orang pun berkata, "Ketahuilah bahwa kemarin Abdullah bin Mubarak di sini dan menanyakan kabarmu, tetapi sekarang dia sudah pergi."

Sang pemuda itu pun pergi ke tempat Abdullah, hingga ia pun berhasil menyusulnya setelah menempuh 12 mil dari penginapan. Abdullah bertanya, "Wahai pemuda, dari mana saja kamu? Aku tidak melihatmu di Khan."

"Betul wahai Abdullah, aku ditahan lantaran hutangku"

"Lalu bagaimana ceritanya kamu bisa bebas dari tahanan itu?

Pemuda itu menjawab, "Ada seorang lelaki yang datang melunasi hutangku. Namun sampai sekarang, aku tidak tahu siapa dia."

Beliau berkata, "Wahai pemuda, pujilah Allah yang telah memberikan taufik kepadamu sehingga hutangmu terlunasi."

Sumber: Aziz Nashir Al-Jalil, Abdul. 2013. Potret Keseharian Generasi Teladan. AQWAM: Solo

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot