UC News

Dua Sarapan Para Kuli Pada Zaman Belanda ini Cukup Untuk Mengisi Energi

Dua Sarapan Para Kuli Pada Zaman Belanda ini Cukup Untuk Mengisi Energi
Referensi pihak ketiga

Sejarah mencatat pada zaman penjajahan Belanda, banyak para pribumi yang bekerja sebagai kuli di berbagai perkebunan, pabrik atau proyek pemerintah Belanda seperti pembangunan jalan. Para kuli ini harus bekerja keras dengan upah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan saja. Meskipun dibayar sangat murah, kaum pribumi saat itu tidak memiliki pilihan lain untuk mencari nafkah. Sawah dan ladang sudah dikuasai oleh kaum penjajah. Mereka tidak bisa leluasa mengolah tanah di negeri sendiri.

Referensi pihak ketiga

Menjadi kuli atau pekerja merupakan salah satu kesempatan baik bagi para pribumi untuk mengais rejeki. Meskipun harus membanting tulang, mereka akan tetap dibayar. Setidaknya uang yang didapatkan cukup untuk mengisi perut dirinya dan keluarga untuk beberapa saat.

Referensi pihak ketiga

Bekerja sebagai kuli bukanlah pekerjaan yang mudah. Mereka harus menguras tenaga untuk menjalankan pekerjaan. Demi memasok energi saat beerja, para kuli ini biasa sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat kerja. Ada dua menu sarapan yang biasa dinikmati para kuli pada zaman Belanda. Kedua menu itu adalah nasi Jamblang dan nasi Ponggol. Apa itu nasi Jamblang dan nasi Ponggol?

Referensi pihak ketiga

Nasi Jamblang adalah nasi khas daerah Cirebon dan sekotarnya. Para pekerja di daerah ini biasa sarapan dengan menikmati nasi Jamblang. Menu ini cukup sederhana. Hanya berupa nasi yang dibungkus daun dengan lauk sambal, ikan asin dan orek tempe. Makanan ini cukup untuk memasok energi para kuli zaman itu.

gambar nasi Jamblang

Sedangkan nasi Ponggol adalah nasi khas yang sering dinikmati oleh orang di daerah Tegal dan sekitarnya. Nasi yag dibungkus daun pisang dengan lauk urap sayur. Sebungkus nasi Ponggol cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh hingga siang hari.

gambar nasi Ponggol

Kadang para kuli tidak mampu untuk menikmati kedua nasi tersebut. Sebungkus nasi hangat dan garam sudah cukup untuk mengganjal perut yang lapar. Bersyukurlah saat ini kita hidup di zaman merdeka yang sejahtera. Mau makan apapun bisa asal ada uangnya.

Sumber: food.detik.com, nathionalgeoghrapfic.grid.id dan indonesia.go.id

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot