UC News

Eksklusif: Iwan Bule Garansi Jadwal Liga 1 tak Tumpang Tindih

Eksklusif: Iwan Bule Garansi Jadwal Liga 1 tak Tumpang Tindih
Referensi pihak ketiga

 Kompetisi Liga 1 2020 akan segera memulai kick-off29 Februari. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berusaha menggaransikan jadwal Liga 1 musim ini tidak tumpang tindih.

 

Iwan Bule--sapaannya, memastikan jadwal Liga 1 akan berakhir pengujung Oktober. Sesuai draft jadwal pertandingan yang dikeluarkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator.

 

Sinergi dengan LIB pun intensif dilakukan demi menghindari molornya jadwal seperti musim lalu. Apalagi saat ini LIB dipimpin Cucu Somantri yang tak lain adalah Wakil Ketua Umum PSSI pimpinan Iwan Bule.


"Kebetulan Direktur Utamanya Waketum saya Pak Cucu (Somantri). Dahulu kan mulai bisa Mei atau April. Sekarang sesuai, 29 Februari kick-off, selesainya tepat sesuai janji kepada publik," kata Iriawan saat wawancara bersama Direktur Pemberitaan Medcom.ID, Abdul Kohar di Garuda Store, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa 25 Februari.

 

"Kemudian apa ada garansi? Saya selaku Ketua Umum ingin memberikan yang terbaik. Sebab itu kami melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, karena yang bisa memberikan izin (pertandingan) adalah pihak kepolisian," sambungnya

 

Tumpang tindihnya jadwal Liga 1 seperti musim lalu kerap disebabkan karena tidak keluarnya izin kepolisian. Imbasnya, banyak jadwal Liga 1 molor yang berakibat roda kompetisi berakhir 22 Desember 2019.

 

Menurutnya, banyak faktor penyebab jadwal tumpang tindih musim lalu. Salah satunya demi menjaga situasi keamanan karena 2019 lalu digelar sejumlah agenda besar, mulai Pemilihan Presiden dan Kepala Daerah, serta agenda penting lainnya.

 

Namun Iwan Bule memastikan jadwal musim ini berjalan tepat waktu. Apalagi tahun ini tidak ada agenda besar yang berpotensi menyebabkan penundaan jadwal pertandingan Liga 1.

 

Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) itu berupaya memberikan pengertian kepolisian dampak panjang penundaan jadwal. Bahwa tak hanya pemain dan klub saja yang merugi akibat penundaan, tapi berpeluang berimbas ke banyak hal.

 

"Perubahan jadwal itu implikasinya besar bagi jadwal berikutnya. Katakan harus main pukul 19.30 jadi 15.30. Itu kan pemain juga jadi terburu-buru, pemilik hak siar juga terganggu, dan sebagainya," terangnya.

 

"Itu baru jam. Apalagi kalau nantinya hari yang bergeser. Nah ini yang harus kita berikan pengertian kepada kawan-kawan kepolisian."

 

Berjalannya jadwal Liga 1 tepat waktu pun menurutnya untuk menjaga kestabilan kondisi fisik pemain. Pasalnya, tak menutup kemungkinan pemain klub Liga 1 membutuhkan fisik prima karena dibutuhkan juga kehadirannya di Timnas Indonesia.

 

Apalagi, agenda Timnas pada 2020 ini cukup padat. Mulai lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, hingga Piala AFF 2020 yang akan bergulir November mendatang.

 

"Kita percepat jadwal jadi 29 Februari yang nanti selesai akhir Oktober, supaya tidak ada pemain yang kelelahan, kan panjang waktunya itu (akhir Februari hingga akhir Oktober)," ujar Iwan Bule.

 

"Kemudian di ujung Oktober dan November sudah ada pertandingan Piala AFF, sehingga kita mempersiapkan itu," pungkasnya.

 

Partai pembuka Liga 1 2020 pada 29 Februari akan mempertemukan Persebaya Surabaya kontra Persik Kediri. Sedangkan partai terakhir musim ini di pekan ke-34 akan menyajika laga Persija Jakarta versus PSIS Semarang.

 

PT LIB baru akan mengumumkan waktu pertandingan pekan terakhir Liga 1 2020 dua pekan sebelumnya. Di mana periode pertandingan akan dilangsungkan antara 30 Oktober dan 1 November.

 

*Wawancara eksklusif Ketua Umum PSSI selengkapnya bisa disaksikan di program Newsmaker Medcom.ID, Kamis 27 Februari pukul 17.00 WIB.

 

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot