UC News

Faceapp Adalah Aplikasi Berbahaya, Inilah Faktanya

Faceapp Adalah Aplikasi Berbahaya, Inilah Faktanya
Referensi pihak ketiga

Tahukah kalian Aplikasi Face APP? Aplikasi ini mendandak meledak dan banyak sekali digunakan masyarakat khususnya di indonesia. Yang membuat aplikasi ini menarik adalah fiturnya yang bisa mengubah foto seseorang menjadi tua dengan wujud Realistis. Karena uniknya fitur dari aplikasi ini banyak orang yang tertarik menggunakannya dan menjadikan aplikasi ini sebagai aplikasi yang banyak digunakan. Namun taukah kalian, dibalik itu semua ada beberapa potensi bahaya jika kalian menggunakan aplikasi tersebut. Hal ini berkaitan dengan privacy kalian ketika menggunakan aplikasi ini. Hal ini dikarenakan aplikasi ini menggunakan Artificial Intelligence atau AI untuk mengubah foto pengguna dengan cara meminta akses ke penyimpanan perangkat. Dengan kata lain pihak pengembang aplikasi bisa dengan mudah mengakses segala foto yang sudah kita gunakan pada aplikasi tersebut. Adapun yang bisa diakses oleh aplikasi tersebut adalah foto, informasi lokasi, penggunaan data serta history browsing.

Referensi pihak ketiga

Meskipun aplikasi ini mengklaim bahwa informasi yang mereka dapatkan tidak akan dijual ke pihak ketiga, Memang aplikasi ini mengklaim tidak akan menjual data ke pihak ketiga, tapi ada informasi tertentu yang dibagikan pada mitra pengiklan, tentunya untuk monetisasi. Salah satu masalah yang disorot adalah, FaceApp meminta akses ke semua foto pengguna."Untuk membuat FaceApp bekerja, Anda harus memberi izin akses foto Anda, semuanya. Tapi ia juga mendapat akses ke Siri dan Search. Kenapa? Bukan untuk sesuatu yang bagus saya kira. Ia juga punya akses untuk refresh background, jadi bahkan ketika Anda tak menggunakan, aplikasi itu memanfaatkan Anda," cetus Rob La Gesse, man Aspek lain yang dianggap mencemaskan adalah soal di mana data disimpan. Menurut kebijakan privasi FaceApp, informasi pengguna bisa disimpan dan diproses di Amerika Serikat atau negara lain di mana FaceApp berbisnis.Di sisi lain, karena perusahaannya berbasis di Rusia, wajah pengguna kemungkinan akan dilihat dan diproses di sana. Dan sejauh ini, tidak jelas sejauh apa para pegawai FaceApp bisa mengakses foto-foto yang sudah didaftarkan.Jelas pula sudah begitu banyak foto dikoleksi oleh FaceApp. Pasalnya menurut App Annie, aplikasi ini sudah didownload lebih dari 100 juta kali di Play Store. Sedangkan di iOS App Store, FaceApp adalah aplikasi ranking atas di 121 negara.Kekhawatiran itu sampai ke telinga CEO FaceApp, Yaroslav Goncharov. Ia menegaskan bahwa FaceApp melakukan sebagian besar pemrosesan di cloud, terutama di Amazon Web Services dan Google Cloud. "Kebanyakan foto dihapus dari server kami dalam waktu 48 jam sejak waktu upload," tandasnya, sembari menambahkan tidak ada data user yang dikirimkan ke Rusia.

Referensi pihak ketiga

"Kami juga tidak menjual atau membagikan data dengan pihak ketiga manapun," tambah Yaroslav.


Sumber :

https : / /in et.detik.com/m obi le-apps/d-46291 52/ha ti-ha ti-ini- potensi –baha ya-p akai- faceapp


READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot