UC News

Gadis Muda Usia 20 Tahun Ini Dieksekusi Mati. Lihat Permintaan Terakhirnya, Sangat Aneh!

Pada dasarnya, Tao Jing adalah gadis biasa. Dia lahir di propinsi Yunnan, Tiongkok. Sejak kecil kedua orang tuanya bercerai, sehingga dia dibesarkan oleh seorang kakak perempuannya dengan kasih sayang. Walau begitu, Tao Jing tumbuh menjadi seorang wanita yang sulit diatur.

Gadis Muda Usia 20 Tahun Ini Dieksekusi Mati. Lihat Permintaan Terakhirnya, Sangat Aneh!
Referensi pihak ketiga

Pergaulannya cenderung bebas. Sejak duduk di sekolah menengah, dia terseret pada pergaulan yang buruk. Dia jadi suka merokok dan minum minuman keras. Nasihat dari kakak dan iparnya tidak terlalu diindahkan. Akhirnya, Tao Jing diusir dari rumah karena sudah sulit diatur. Untuk menghidupi dirinya, Tao Jing bekerja di sebuah salon.

Di tempatnya bekerja, Tao Jing berkenalan dengan seseorang yang kemudian menjadi kekasihnya. Ternyata sang kekasih adalah bandar narkotika yang cukup besar. Tak hanya berpacaran, Tao Jing dimanfaatkan sebagai kurir narkoba oleh sang kekasih. Keluguannya, dipadu dengan rasa cinta pada kekasihnya, membuatnya bersedia melakukan pekerjaan dengan ancaman hukuman yang berat itu.

Tao Jing tertangkap di bandara Beijing tahun 1990. Menurut pengakuannya, itulah aksi pertamanya. Selebihnya, dia memilih diam. Pun saat petugas menanyakan identitas sang kekasih. Dia bungkam hingga hukuman mati dijatuhkan kepadanya. Semua upaya hukum dilakukan oleh para pengacaranya, untuk menghindari eksekusi. Bagaimana pun, di Tiongkok hukum adalah hukum. Eksekusi harus dilakukan tanpa toleransi. Hanya soal waktu!

Menjelang pelaksanaan eksekusi, Tao Jing mengajukan permintaan terakhir. Yang dimintanya cukup mencengangkan. Dia meminta aparat keamanan untuk mencarikan dokter yang bisa melepaskan sebuah alat kontrasepsi berupa IUD, yang dipasang atas permintaan sang kekasih.

Sebelum eksekusi dilakukan, seorang dokter melakukan pembedahan sederhana untuk mengangkat kontrasepsi itu dari kemaluan Tao Jing. Tak lama kemudian, terpidana mati itu dibawa ke lokasi eksekusi yang dirahasiakan. Sebuah puisi yang ditulisnya di dalam penjara, sungguh membuat trenyuh. 'Demi kamu aku meneteskan air mata, dan demi kamu hatiku juga hancur. Demi kamu aku mengisi masa remajaku yang semu, demi kamu studiku hancur'.


Sumber artikel :

toutiao.com/i6578232640959152654/

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot