UC News

Gubernur BI Respon Keresahan Jokowi Tentang Rupiah yang Jadi Raja Mata Uang Dunia

Gubernur BI Respon Keresahan Jokowi Tentang Rupiah yang Jadi Raja Mata Uang   Dunia
Referensi pihak ketiga

Beberapa waktu lalu Jokow Widodo (Presiden RI) pernah mengungkap agar hati-hati terhadap pengutan yang terlalu berlebihan rupiah terhadap dolar. Eksporti bisa kalang kabut dan merugi jika rupiah terlalu nendang terhadap dolar AS.

Ternyata keresahan Jokowi mendapat respon dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Jokowi sebelumnya khawatir penguatan rupiah justru tidak disukai oleh para eksportir. Menurunnya pendapatan para pengekspor barang dari Indonesia ke mancanegara saat kurs rupiah menguat, nilai dolar AS justru menurun. Hal ini membuat jumlah pendapatan para pelaku usaha yang produknya dikirim ke Luar Negeri bisa menurun.

Melansir CNN, Rabu (22/01/2020 , menurut Perry, nilai pendapatan eksportir sejatinya tidak hanya terpaku pada pergerakan nilai tukar rupiah. Sebab, kinerja ekspor biasanya juga didukung oleh laju harga komoditas dan permintaan luar negeri. "Memang kalau (rupiah menguat) ekspor komoditas melemah karena pengaruhnya lebih ke hasil. Jadi kalau rupiah melemah, hasil yang didapat dari ekspor lebih tinggi," ujar Perry saat konferensi pers laporan berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (22/1).

Gubernur BI, Referensi pihak ketiga

Rupiah memang sedang merajai penguatan mata uang terhadap dolar AS, pada penutupan sore ini, Rabu (22/01/2020) kurs rupiah menguat 0,17 persen ke Rp13.646 per dolar AS. Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah berada di Rp13.678 per dolar AS pada hari ini.



READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot