UC News

Gubernur Berharap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Terungkap

Gubernur Berharap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Terungkap
Plt Gubernur Rohidin Mersyah

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Terkait pembunuhan sadis satu keluarga yang menimpa Almarhumah Hasnatul Laili (35) beserta kedua putrinya, Melan Miranda Binti Yudi Prayoga (16) dan Cika Ramadani (10) yang terjadi di Kelurahan Cawang Baru Kecamatan Curup Timur, Sabtu (12/1/2019).

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyatakan ikut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. Rohidin juga berharap pihak kepolisian segera bisa mengungkap kasus ini.

“Atas peristiwa ini kami pemerintah Provinsi Bengkulu Ikut belasungkawa dan harapan kita pihak kepolisian untuk segera bisa mengungkap kasus ini,”kata Rohidin.

Orang nomor satu di Bengkulu ini juga menghimbau kepada masyarakat Provinsi Bengkulu untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap orang lain yang belum dikenal atau orang baru.

“Kami himbau kepada masyarakat Provinsi Bengkulu untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap orang lain yang belum dikenal atau orang baru. Jika ada hal yang mencurigakn segera lapor ke pihak keamanan setempat atau aparat penegak hukum setempat,”terang Rohidin.

Dilansir sebelumnya, hingga saat ini, Polres Rejang Lebong dan jajaran masih terus melakukan pengembangan perkara serta mengungkap tabir siapa pelaku pembunuhan sadis satu keluarga tersebut.

Teranyar, petugas menduga jika pelaku adalah orang yang dikenal baik oleh Korban sendiri. Selain itu, petugas dalam melakukan olah TKP belum menemukan adanya benda berharga milik Korban yang raib dibawa kabur oleh pelaku selain dari mobil jenis Suzuki APV warna Gold yang biasa digunakan Korban untuk berjualan pisang di pasar.

Sementara itu, dari informasi berhasil dihimpun PedomanBengkulu.com, kronologis ditemukannya jenajah ketiga Korban pembunuhan tersebut bermula dari kedatangan seorang kerabat Korban bernama Jamadi (40) Warga Desa Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang (Saksi, red) ke rumah Korban sekitar pukul 05.30 WIB, Sabtu (12/1) untuk mengantar pisang yang dijanjikan untuk dibeli oleh Korban.

Setiba di rumah Korban, Saksi sempat melihat kendaraan roda empat jenis Suzuki APV warna Gold milik korban baru bergerak meninggalkan rumah Korban.

Namun, saat itu Korban belum menyadari jika mobil yang biasa dibawa Korban berjualan itu bukan disopiri oleh Korban. Merasa biasa, usai meletakan pisang di TKP, Saksi lantas pulang meninggalkan lokasi.

Hingga pukul 10.00 WIB, Saksi yang terus berupaya untuk menghubungi Korban melalui Handphone tetap tidak bisa berkomunikasi lantaran Handphone Korban mati.

Saksi yang mulai merasa ada kejanggalan lantas kembali mendatangi rumah Korban sekitar pukul 16.00 WIB dan melihat kondisi rumah Korban yang tidak berubah sejak pagi hari.

Saksi langsung menghubungi adik Korban dan menyepakati untuk mengecek keberadaan Korban didalam rumahnya dengan cara masuk mendobrak pintu rumah.

Betapa kagetnya Saksi beserta adik Korban saat masuk ke dalam rumah justru menemukan Korban dan kedua putrinya sudah tewas tidak bernyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Tak pelak, penemuan jenajah Korban dan anak anaknya ini langsung menjadi perhatian seluruh Warga dan aparat hukum setempat. Diduga kuat, ketiga korban meninggal dunia akibat luka robek di sekujur tubuhnya akibat tusukan benda tajam.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan apa motif dibalik kematian ketiga Korban lantaran masih terus melakukan penyelidikan dilokasi serta melakukan identifikasi terhadap ketiga jasad Korban. [Ardiyanto]

Topic: #bengkulu
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot