UC News

Guru Les Cabuli Lima Anak - Pontianak Post

Guru Les Cabuli Lima Anak - Pontianak Post

SUNGAI RAYA –  Seorang guru di luar jam pelajaran sekolah  (les) di Kabupaten Kubu Raya ditangkap polisi. Pria berinisial L itu, diduga telah mencabuli lebih dari lima muridnya sejak 2015 sampai 2020. Pelaku ditangkap di kamar sebuah hotel di Pontianak, pada Senin, 10 Februari 2020.

Kasus guru bimbingan belajar tersebut terungkap setelah Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat menerima pengaduan dari masyarakat. Dari laporan itu, KPPAD melakukan investigasi dan mendampingi korban untuk membuat laporan ke Polres Kubu Raya.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Charles Karimar membenarkan, telah mengamankan seorang guru les yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak didiknya.

“Bukan ditangkap, tapi diamankan. Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti. Sementara baru ini keterangan yang bisa saya berikan,” kata Charles, Selasa (11/2).

Ketua KPPAD Kalimantan Barat, Eka Nurhayati mengaku sebulan lalu menerima pengaduan kasus pencabulan terhadap anak dengan pelaku, seorang guru les di Kubu Raya.

Eka menjelaskan, terungkapnya kasus kejahatan seksual tersebut bermula ketika, korban yang berusia 15 tahun didekati oleh teman pria di sekolahnya. Namun yang bersangkutan menghindar seperti ketakutan. sikap korban tersebut dianggap sangat aneh.

Oleh temannya, lanjut Eka, korban kemudian dibawa ke seorang psikiater untuk menjalani pemulihan trauma. Saat menjalani perawatan terungkap, trauma yang dialaminya akibat tindak kejahatan seksual yang dilakukan guru les kepadanya.

Eka mengatakan, dari hasil pemeriksaan itu korban bersama temannya mendatangi KPPAD membuat pengaduan. Dari keterangannya, tindak kejahatan seksual tersebut telah dialaminya sejak duduk di kelas enam sekolah dasar hingga SMA.

“Menurut korban, anak-anak bimbingan belajar diminta pelaku untuk membuka pakaian dengan dalih untuk dibuat film. Rekaman video anak-anak tanpa pakaian tersebut menjadi bahan untuk mengancam korban-korbannya agar mau mengikuti keinginannya,” kata Eka.

Eka menuturkan, ketika pelaku ingin melakukan perbuatannya, maka korban diancam dengan akan menyebar video tersebut ke orangtua. Karena ancaman itu, korban ketakutan dan mengikuti apa yang diinginkan pelaku.

“Diduga korban lebih dari lima orang,” katanya.

Eka menerangkan, setelah menerima pengaduan korban dan mengumpulkan bahan, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Polres Kubu Raya. Dari hasil koordinasi itulah, kepolisian bekerja cepat mengamankan pelaku.

“Untuk lebih jelas kasusnya seperti apa, nanti polisi yang menyampaikannya,” ujar Eka. (adg)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot