UC News

Indonesia Kuasai Pemain Bulutangkis Ganda Putra Terbaik Sepanjang Masa (1)

Indonesia Kuasai Pemain Bulutangkis Ganda Putra Terbaik Sepanjang Masa (1)

Ricky Subagja/Rexy Mainaky © AFP PHOTO/TOSHIFUMI KITAMURA

Saat ini dunia bulutangkis dunia memang kerap dibuat terkesima dengan performa pemain bulutangkis Indonesia. Terutama untuk sektor ganda putra. The Minions, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukomuljo, kini mencapai rekor terlama dengan terus berdiri di peringkat nomor satu dunia selama 117 pekan secara beruntun. Pasangan ini juga kerap menyuguhkan permainan yang sangat menghibur. Mereka juga disebut sebagai Raja Super Series dalam tur Badminton World Federation (BWF).

Selain itu ada The Daddies, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. Para pecinta bulutangkis dunia selalu terpukau melihat penampilan keduanya yang kini sudah tidak lagi menjadi atlet pelatnas Indonesia itu. “Old but Gold”, “Tua-tua semakin menjadi”, dan sebutan lainnya adalah segelintir komentar yang kerap ditemukan di forum-forum bulutangkis dunia maupun Indonesia setelah melihat penampilan The Daddies.

Salah satu momen yang paling dianggap memukau yaitu saat The Daddies memenangkan kompetisi bergensi All England 2019. Saat itu mereka hanya bermain dengan tiga kaki karena Hendra mengalami cedera kecil di kakinya. Selebihnya, kekuatan mental dari Juara Dunia 2015 itu tidak pernah diragukan.

Menurut pelatih ganda putra saat ini, Herry Iman Pierngadi, dua pasangan itu termasuk dalam pemain terbaik ganda putra dunia sepanjang masa menurut versinya. Setelah cukup lama menjadi pelatih pelatnas, Herry pun mengemukakan kalau Indonesia masih juara dalam memiliki atlet ganda putra terbaik sepanjang sejarah.

Berikut enam pasangan ganda putra terbaik lainnya versi Herry. Hanya satu pasangan ganda yang ia sebutkan dari China. Sisanya, dari Indonesia.

  1. Candra Wijaya/Sigit Budiarto
Candra Wijaya/Sigit Budiarto © Google Image/VIVAnews.com

Pasangan yang pernah menjadi Juara Dunia 1997 dan Juara All England 2003 dipilih oleh Herry karena ketika melihat The Minions sekarang, seperti melihat Candra/Sigit. Candra dianggap Herry sebagai pemain yang ambisius, menggebu-gebu, dan berapi-api. Sedangkan Sigit adalah pemain yang cenderung tenang.

Bagi Herry, Candra/Sigit adalah pasangan yang lengkap. Meski tak jarang mereka berdua kerap memiliki perbedaan pendapat saat bertanding, namun keduanya tetap bisa disatukan dengan komunikasi dan melalui pendekatan yang baik.

“Kalau dari cara main, Sigit sangat komplit (teknik permainannya). Serang bisa, defense juga bisa. Kalau Candra ini nggak mau defense. Pokoknya serang terus!” kata Herry kepada Jawa Pos saat mengenang hasil duet yang ia bentuk dulu.

Menariknya, saat Candra/Sigit berhasil menyabet gelar Juara Dunia 1997, saat itu mereka baru tiga tahun di Pelatnas. Permainannya pun seakan masih dibayangi oleh seniornya yaitu Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky. Meski begitu, keduanya tetap berhasil mencuri perhatian dunia kala itu. Dan Herry juga menyebutkan kalau duet Ricky/Rexy termasuk pasangan terbaik menurut versinya selama ini.

  1. Candra Wijaya/Tony Gunawan
Candra Wijaya/Tony Gunawan © Google Image/Indosport.com

Sebelum kita bahas pasangan Ricky/ Rexy, kita bahas pasangan lainnya yang menjadi pengganti pasangan bagi Candra Wijaya. Pasangan ini mendapat perhatian dan menjadi legenda karena berhasil menjuarai dua pertandingan bergengsi sekaligus dalam waktu yang berdekatan. Yaitu, All England 1999 serta Emas Olimpiade Sydney 2000.

Herry mengingat kalau pasangan ini adalah pemain yang patut diperhitungkan adalah ketika suasana tegang pada waktu Olimpiade Sydney 2000. “Waktu itu di semifinal dan final, mereka mengalahkan dua ganda Korea Selatan yang sedang kuat,” ungkap Herry masih dari Jawa Pos.

Kala itu, Candra/Tony berhasil mengalahkan Kim Dong-moon/ Ha Te-kwon di semifinal. Di final mereka berhasil menaklukan Lee Dong-soo/ Yoo Yong-sung.

Melansir CNN Indonesia yang melakukan wawancara khusus Candra, pasangan ini termasuk pasangan “dadakan”. Saat itu mendadak bahwa ada masalah non teknis yang dialami Sigit Budiarto sehingga Candra tidak bisa melanjutkan permainan bersama Sigit. Atas pertimbangan Herry dan pelatih utama Christian Hadinata, akhirnya Tony Gunawan diputusakan untuk mendampingi Candra.

Insting Herry dan Christian saat itu tepat. Pasca mendapat emas Olimpiade Sydney 2000, pasangan ini kerap menjadi unggulan pertama dan sempat bertengger di peringat atas BWF. “Mungkin karena sifat dan karakter kami tidak jauh beda, sehingga untuk masalah non teknis tidak banyak kendala. Apalagi semenjak masuk Pelatnas, kami sudah tinggal sekamar bersama, sehingga hubungan kami sangat baik bahkan sudah seperti saudara sendiri,” ungkap Candar kepada CNN Indonesia.

  1. Ricky Subagja/Rexy Mainaky
Ricky Subagja/Rexy Mainaky © Google Image/Indosport.com

“Bagi saya, mereka adalah pasangan yang fenomenal, luar biasa, dan revolusioner,” ungkap Herry kepada Jawa Pos.

Ricky Subagja/Rexy Mainaky memang patut mendapat sederet pujian. Bagaimana tidak, mereka berhasil menyabet banyak pertandingan bergengsi. Tiga kali menjadi Juara Dunia, yaitu pada tahun 1993, 1995, dan 1997, serta mendapat Emas Olimpiade Atlanta tahun 1996. Olimpiade yang sama saat pemain tunggal putra Taufik Hidayat juga turut menyumbang emas untuk Indonesia kala itu.

Ricky/Rexy dianggap Herry sebagai pencetus dan contoh yang bisa dianggap mengubah cara bermain gaya bermain ganda putra dunia hingga saat itu. “Mereka adalah peletak dasar ganda putra modern dalam sejarah bulu tangkis Indonesia,” kata Herry.

Herry bercerita kalau kala itu ganda putri lebih banyak bermain defense, menunggu, lalu menyerang. Sedangkan ini tidak dilakukan oleh Ricky/Rexy. Mereka selalu bermain menyerang. Hal inilah dianggap Herry mulai menarik perhatian pecinta bulutangkis dunia.

“Dulu, orang-orang itu idolanya selalu pemain tunggal. Ada stigma bahwa ganda itu di bawah tunggal. Nah, fenomena Ricky/Rexy ini yang mengubah pandangan orang-orang Indonesia tentang ganda putra,” ungkapnya masih mengutip sumber yang sama.

Melansir Indosport, sepanjang karir di dunia bulatangkis, Ricky/Rexy setidaknya sudah memenangkan 30 gelar. Selain Olimpiade Atlanta 1996, pasangan ini juga berhasil menjadi juara Asian Games 1994 dan 1998, termasuk empat gelar Indonesia Open 1993, 1994, 1998, dan 1999.

Artikel ini berlanjut, klik Indonesia Kuasai Pemain Bulutangkis Ganda Putra Terbaik Sepanjang Masa (2)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot