UC News

Ini Alasan 10 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Ini Alasan 10 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
Sumber: Kelty Mental Health

Winnetnews.com - Setiap tanggal 10 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day. Hari Kesehatan Jiwa Sedunia sudah menjadi agenda tahunan World Federation For Mental Health (WFMH), sejak 1992.

Pada awal hari ini diperingati, tidak ada tema khusus dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Sebab, tujuan awalnya adalah untuk mengampanyekan advokasi kesehatan mental dan mendidik masyarakat mengenai isu-isu yang relevan terkait kesehatan mental.

Saat tiga tahun pertama, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan menghadiri siaran televisi selama dua jam yang dilakukan secara global melalui satelit agen informasi Amerika Serikat di studio-studio di Talahassee, Florida.

Dalam siaran itu, para anggota dewan WFMH berpartisipasi secara langsung di studio, sedangkan partisipasi negara lain seperti Australia, Inggris, Chili, Zambia, Meksiko, Atlanta, dan Jenewa dilakukan melalui sambungan telepon ataupun rekaman yang sudah diambil sebelumnya.

Setelah tiga tahun berjalan tanpa tema, pada 1994 atas saran sejumlah pihak, maka tema khusus untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pun dipilih. Tema tersebut yakni “Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mental di Seluruh Dunia”.

Saat itu, sebanyak 27 negara memberikan respon atas kampanye kegiatan ini. Hal ini juga menjadi momentum bagi pemerintah, organisasi, dan individu yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental, untuk mengatur program yang fokus pada aspek perawatan kesehatan mental.

Biasanya, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tidak hanya diperingati selama satu hari. Di beberapa negara, hari ini diperingati selama beberapa hari, bahkan sepanjang bulan.

Untuk tahun ini, federasi WHO mengajak para masyarakat duni untuk berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental melalui tantangan bertajuk ’40 Seconds of Action’. Hal ini dilakukan karena WHO merasa setiap orang bisa berpedan dan berkontribusi untuk mencegah terjadinya kasus bunuh diri.

Sebab, data yang dimiliki oleh WHO, dalam setiap 40 detik sekali, terjadi kasus bunuh diri di seluruh dunia.

Dengan memperingati hari ini, diharapkan kita dapat mengingat bahwa mengakhiri hidup dengan cara pintas bisa terjadi pada siapapun, tanpa mengenal latar belakang sosial ataupun kelompok usia.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot