UC News

Inilah Cicit Syaikh Nawawi Al-Bantani dan Silsilah NU

Inilah Cicit Syaikh Nawawi Al-Bantani dan Silsilah NU
Ka'bah di masjidil haram Mekah (Republika.co.id)

Di Jazirah Arab dan di Indonesia, kita ketahui mempunyai ulama fenomenal yang semasa hidupnya menjadi Imam Masjidil Haram, Siapa lagi kalau bukan Syaikh Nawawi Al-Bantani Ulama dari Banten yang lahir di Tanara, Serang, 1230 H/1813 M dan meninggal di Mekkah, Hijaz 1314 H/1897 M.

Dialah Syekh Nawawi Al Bantani. Namanya sangat terkenal di Saudi hingga dijuluki “Sayyidul Hijaz”, yakni ulama di kawasan Hijaz. Kefakihannya dalam agama pun membuatnya dijuluki Nawawi kedua, maksudnya penerus ulama dunia terkenal, Imam Nawawi. Dikutip dari laman Republika.co.id.

Semasa hidupnya beliau menghabiskan waktunya untuk tinggal di jazirah Arab, Hijrahnya beliau ke Mekah dimulai setelah usianya mencapai lima belas tahun, Syekh Nawawi menunaikan haji dan kemudian berguru kepada sejumlah ulama masyhur di Mekah saat itu. Beliau di beri gelar Al-Bantani karena berasal dari Banten, Indonesia. Ia adalah seorang ulama yang intelektual dan sangat produktif menulis kitab, jumlah karyanya tidak kurang dari 115 kitab yang meliputi bidang ilmu fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadits.

KH Ma'ruf Amin (Okwzone.com)

Menjadi ulama sekaligus Imam Masjidil Haram saat itulah yang mempertemukan beliau dengan KH. Hasyim Asy’ari Pendiri Organisasi Masyarakat terbesar di Indonesia yaitu Nahdhatul Ulama, Mbah Hasyim menimba ilmu kepada Syekh Nawawi saat di Mekah. Dan dari sini munculnya paham-paham Ahlussunnah Wal Jama’ah yang kemudian mendirikan organisasi masyarakat besar moderat di Indonesia.

Beliau mempunyai cicit yang bernama KH. Maruf Amin, KH. Maruf Amin lahir di Kresek, Tangerang, pada tanggal 11 Maret 1943, dengan nasabnya keturunan ulama beliau dibesarkan di lingkungan pesantren, dari kecil hingga dewasa sudah sangat dekat dengan ilmu agama.

Rekam jejak KH. Ma’ruf Amin dengan NU, dimulai sejak kecil hingga masa remaja beliau bersekolah MTS hingga MA dan bermukim di pesantren Tebuireng Jombang (1958-1964) dimana disana adalah pesantren yang didirikan oleh Mbah Hasyim Asy’ari. Dari kecil hingga besar sudah dipupuk ke NU an dalam diri Maruf Amin.

Jokowi dan Ma'ruf Amin (Okezone.com)

Dalam bidang kaderisasi NU, beliau pernah menjabat sebagai Ketua Ansor Jakarta (1964-1966), Ansor adalah organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, kebangsaan dan keagamaan yang berwatak kerakyatan. Gerakan Pemuda Ansor atau disingkat GP Ansor adalah badan otonom dibawah naungan Nahdhatul Ulama (NU).

Selepas menjadi ketua Ansor Jakarta beliau menjabat sebagai Rais ‘Am PBNU. Begitu eratnya keilmuan agama KH. Ma’ruf Amin dan begitu dekatnya dengan NU, yang kebetulan kita ketahui, beliau sekarang mencalonkan dirinya sebagai Cawapres nomor urut 1 bersama Ir. H. Joko Widodo, tanpa diragukan sosok Umara-Ulama adalah dambaan semua negara juga sudah seharusnya bahwa pemimpin dan ulama bisa saling bergandengan untuk memajukan negara menjadi baldhatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

Referensi:

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/13/07/23/mqdrwi-kisah-ulama-asal-banten-yang-menjadi-imam-masjidil-haram
https://news.okezone.com/read/2018/08/11/605/1935042/kh-ma-ruf-amin-ternyata-cicit-syeikh-an-nawawi-al-bantani-imam-besar-masjidil-haram


Topic: #agama #haram
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot