UC News

Inilah Rudal S-400 Rusia yang Bikin Gaduh Dunia Hingga 4 Negara Terancam Sanksi AS

Jangan Lupa Klik Ikuti, sebelum lanjut baca
Inilah Rudal S-400 Rusia yang Bikin Gaduh Dunia Hingga 4 Negara Terancam Sanksi AS
Sumber:Tribunnews.com

Diawal abad ke-21, Rusia me ciptakan sebuah misil berat anti pesawat yang dinamakan Triumf atau yang disebut NATO sebagai Growler.

Sistem pertahanan ini di klaim lebih efektif dua kali lipat dari pada pendahulunya yaitu S-300, dan bisa di siagakan hanya dalam waktu 5 menit.

S-400 dikembangkan sejak akhir tahun 1980-an dan mengalami penyempurnaan proyek pada februari 2004 dan kemudian pada 2007 sistem itu diaktifkan secara resmi.

Referensi pihak ketiga

Senjata baru ini langsung menjadi juara sistem misil antibalistik diseluruh dunia dengan kapasitasnya mendeteksi musuh dari roket, jet, bomber, helikopter dan segala sistem serangan udara dari jarak hingga 580 km.

Sistem radar ini tidak beroperasi seperti sistem lain yang beroperasi hanya satu arah, melainkan mampu mendeteksi setiap benda yang datang atau pergi dari lingkaran berdiameter 580 km, dan dapat mengahancurkan 36 target sekaligus secara simultan. Ini merupakan sistem utamanya, karena kompetitor utamanya yaitu MIM-104 Patriot asal As hanya mampu melakukan hal serupa namun dengan jarak hanya 117 km dari satu arah.

Sumber:kompas.com

Sistem ini mampu meluncur dengan kecepatan 4,8km/ detik sehingga target sejauh 400 km dapat di hancurkan hanya dalam waktu 83 detik saja atau 14 kali kecepatan suara. Rudal yang di hargai 400 juta dolar As atau 5,5 triliun rupiah per unit ini telah di gunakan oleh Rusia, China dan Belarus.

Amerika telah memperingatkan seluruh pemerintah di dunia untuk tidak membeli sistem pertahanan S-400 Rusia tersebut namun tetap saja negara lain kepincut untuk membelinya seperti empat negara berikut yang terancam sanksi AS.

1 . India

Amerika serikat telah memperingatkan India tentang konsekuensi jika India ngotot ingin membeli S-400 tersebut. Namun baru-baru ini tersiar kabar Amerika Serikat (AS) menekan India untuk membeli pesawat tempur F-16 agar tidak terkena sanksi atas pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia.

Sumber:tempo.co

2 . Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi pertma kali menunjukan minatnya terhadap sistem pertahanan S-400 Rusia selama Dhubai Air Show 2015. Dan pada 2017 Kedua negara tersebut mencapai kesepakatan tentang pasokan berbagai jenis senjata Rusia ke kerajaan termasuk sistem sistem rudal S-400. Namun kontrak belum di tanda tangani karena pihak masih merahasiakan rincian teknis dari perjanjian.

Sumber:tribunnews.com

3. Qatar

Pada januari 2018 Qatar tengah dalam tahap pembicaraan dengan Rusia mengenai akuisisi sistem S-400. Namun terlepas dari tekanan AS, Qatar rupanya harus menghadapi reaksi keras dari tetangganya yaitu Arab Saudi atas S-400 tersebut. Namun Rusia dan Qatar menegaskan bahwa tekanan yang dilakukan oleh Arab Saudi tidak akan menghentikan keduanya dari rencana pembelian.

4 . Irak

Irak mengatakan minatnya untuk membeli S-400 Rusia pada februari 2018 dengan alasan kebutuhan untuk memperoleh persenjataan yang akan memperkuat keamanan Irak dan angkatan bersenjata negara itu. Namun mengingat kemungkinan sanksi AS yang akan menghambat dalam kesepakatan, Irak masih belum membuat keputusan akhir.


Sumber:

Tribunnews.com

Kompas.com

Tempo.co

Liputan6.com

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot