UC News

Istri Meninggal Usai Melahirkan. Tahu Penyebabnya, Suami Justru Masuk Penjara. Ternyata

Istri Meninggal Usai Melahirkan. Tahu Penyebabnya, Suami Justru Masuk Penjara. Ternyata
Referensi pihak ketiga

Diceritakan. Sebut saja namanya Lisa (nama samaran). Setelah beberapa bulan menikah, ia akhirnya melahirkan seorang putri yang cantik. Setelah sang bayi lahir, ia pun diberi makanan penambah stamina di rumah sakit agar kondisinya tetap terjaga. Hanya saja, suaminya dan sang ibu mertua kurang senang. Bahkan sang ibu mertuanya sampai bergumam, “Adalah hal yang wajar untuk melahirkan, bukan masalah besar. Karena itu, tidak perlu tinggal di rumah sakit, besok juga sudah bisa pulang.”

Mendengar kata-kata ibu mertuanya yang tidak berperasaan, Lisa sangat sedih. Ia pun berharap bisa ditemani oleh ibu kandungnya, karena dengan begitu semuanya akan lebih baik bagi dirinya maupun bayinya. Hingga keesokan harinya, ibu mertua pun menyuruh anaknya pulang dari rumah sakit dan mengatakan kepada Lisa, “Di rumah lebih nyaman daripada rumah sakit.”

Saat sang suami meminta supaya Lisa keluar dari rumah sakit tersebut, dokter justru meminta Lisa tinggal selama beberapa hari lagi untuk menjaga situasi serta memantau kondisinya dan bayinya. Namun, suaminya beserta ibu mertua malah tidak setuju dan menuntut supaya Lisa secepatnya keluar dari rumah sakit.

“Bayi yang baru lahir, di rumah juga bisa dirawat. Setiap satu hari di rumah sakit sama saja membuang uang ekstra untuk biaya kamar, seolah-olah kami sudah tidak punya rumah untuk ditinggali si bayi saja,” kata sang ibu mertua.

Namun, setelah kembali ke rumah, Lisa justru tidak bisa beristirahat. Padahal setelah melahirkan, tubuh wanita itu kehilangan banyak energi, perlu waktu untuk pulih kembali dan harus mendapat banyak asupan gizi. Tapi tidak dengan Lisa, yang terjadi sebaliknya. Setelah melahirkan dan pulang ke rumah, ia justru harus langsung kembali mengurus dapur dan memasak serta melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Saat bayinya menangis, ia merasa tidak berdaya. Di samping sibuk mengurus pekerjaan rumah, ia juga harus sibuk mengurus anaknya. Sementara keluarganya juga tidak mau menyewa pembantu dan menganggap kalau pekerjaan rumah itu mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Menyewa pembantu sama dengan membuang uang karena malas.

Sekali pun tahu kalau istrinya setiap hari harus bekerja keras, sang suami dengan seenaknya justru berkata “Sebelumnya, semua wanita juga selalu seperti itu, termasuk ibuku juga. Dulu setelah melahirkan ia hanya tinggal di rumah.”

Mendengarkan kata-kata suaminya demikian, Lisa hanya diam dan tidak merespons apa pun. Pada saat itu ia memikirkan orangtua kandungnya. Ia ingin benar-benar meminta ibu kandungnya menemaninya di rumah itu, namun takut menimbulkan masalah dengan ibu mertuanya.

Referensi pihak ketiga

Sampai suatu hari, selesai memasak nasi dan sayur, Lisa merasa tidak enak badan, rasanya sangat tidak nyaman dan lelah. Ia lalu mengatakan kepada suaminya kalau makanan sudah siap dan menyuruhnya untuk makan bersama ibu mertua. Sementara ia sendiri tidak makan, kemudian masuk kamar dan langsung ambruk di atas kasur.

Saat sang suami dan ibu mertuanya sedang makan, tiba-tiba terdengar bayinya menangis keras, dan terus menangis. Sang ibu mertua pun lalu berteriak, “Bayinya menangis dan ia masih bisa tidur nyenyak, dasar wanita tidak berguna!”.

Tapi Lisa tidak menjawab dan bayinya masih terus menangis. Sementara sang suami dan ibu mertua juga tetap saja melanjutkan kegiatan makannya.

Setelah selesai makan, di tengah suara tangisan bayi, sang ibu mertua kembali berteriak, “Hei, waktunya cuci piring nih!”

Namun Lisa tidak juga menjawab. Saat itu juga sang suami kemudian masuk ke kamar sambil memanggil istrinya tersebut. Saat melihat Lisa terbaring tak bergerak di tempat tidur dan tidak bernapas, ia pun sangat ketakutan. Sang suami segera bergegas membawa Lisa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan darurat.

Setelah sampai di rumah sakit dan diperiksa, dokter pun memberitahu kalau Lisa sudah meninggal. Dari hasil pemeriksaan ditemukan kalau Lisa meninggal karena tubuhnya terlalu lemah. Selain itu, Lisa juga mengalami kelelahan mental yang akhirnya membuat jantungnya lemah.

Setelah mendengar kata-kata dokter, sang suami pun langsung lunglai. Ia memeluk jasad istrinya sambil menangis seraya berkata, “Semuanya salahku. Maafkan aku, aku salah.”

Tidak lama kemudian, orangtua Lisa pun datang. Namun mereka hanya menemukan jasad putrinya sudah dingin. Mereka lalu pergi ke dokter untuk mengetahui penyebab kematian putrinya tersebut. Setelah mendengar jawaban dari dokter, orangtua Lisa pun marah besar. Sang ibu marah dan menyebut keluarga suaminya bukan manusia, dan berteriak, “Kami akan menuntut kalian di pengadilan.”

Sahabat. Meski sudah menikah, bukan berarti seorang istri bisa diperlakukan semaunya oleh keluarga suami. Keluarga suami perlu mencintai menantu perempuannya layaknya anak perempuan di keluarga mereka sendiri.

Referensi pihak ketiga

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

Sumber: misterikisah.com/istri-meninggal-8-hari-usai-melahirkan

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot