UC News

Jadi Korban KAS, Kegiatan Sanggar Awan Mukti Kini Diawasi

Jadi Korban KAS, Kegiatan Sanggar Awan Mukti Kini Diawasi
terpal di kompleks Sanggar Awan Mukti di Desa Brajan, Prambanan, Klaten. (Foto: Indratno Eprilianto)

KLATEN, KRJOGJA.com - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klaten menyatakan bahwa pengikut Kraton Agung Sejagat (KAS) yang menempati sanggar kesenian di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Klaten merupakan korban dari pendiri KAS yang ada di Purworejo. Meski korban, namun aktivitas sanggar kini harus diawasi.

"Terkait kraton-kratonan dan raja-rajaan yang di Purworejo itu, kalau pengikutnya di Klaten itu memang tidak tahu. Mereka hanya korban. Termasuk yang ditempati, kebetulan punya tempat sanggar," ujar Kepala Kantor Kesbangpol Klaten, Dodhy Hermanu, Minggu (19/1/2020).

Sanggar yang dimaksud adalah Sanggar Awan Mukti yang masuk dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa setempat. Bahkan disana juga tertera papan Dewan Kesenian Kecamatan Prambanan. Kesbangpol menyayangkan alih fungsi sanggar yang dijadikan tempat perkumpulan KAS.

"Kami bersama Muspika Prambanan sudah mengumpulkan warga terdampak (korban) dan warga luar terdampak. Mereka yang menjadi korban telah sadar. Diharapkan kedepan kalau ada apa-apa (kegiatan yang mencurigakan) segera lapor ke Babinkamtibmas dan Babinsa," ujar Dodhy.

Kesbangpol tak melarang siapapun termasuk warga terdampak yang ingin datang ke Sanggar Awan Mukti. Hanya saja jika untuk mengadakan kegiatan harus lapor. Masyarakat sekitar juga diimbau untuk bersama-sama mengawasi segala aktivitas sanggar.
Sebagai informasi, Sanggar Awan Mukti merupakan sanggar kesenian yang dipimpin oleh Sri Agung, seorang guru TK. Di dalam kraton-kratonan, Sri Agung menjabat sebagai Punggawa KAS Wilayah Timur. Sedangkan diatasnya ada Maha Menteri yang dijabat Wiwik Untari warga Kebondalem Lor, Prambanan.

Pascaterbongkarnya KAS wilayah Timur, kini banyak masyarakat yang penasaran untuk melihat dari dekat kondisi Sanggar Awan Mukti. Bahkan di depan sanggar terpampang papan pengumuman bertuliskan "Lokasi prasasti yang mirip Purworejo". Hanya saja masyarakat tak bisa melihat prasasti karena masih tertutup terpal dan dikelilingi garis polisi.(Lia)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot