UC News

Jaga Mesin Tetap Awet, Komunitas Otomotif Ogah Pakai Premium, Pertalite dan Pertamax Bikin Kendaraan Irit Bertenaga

Jaga Mesin Tetap Awet, Komunitas Otomotif Ogah Pakai Premium, Pertalite dan Pertamax Bikin Kendaraan Irit Bertenaga
Rachmat Syahputra Anggota Komunitas Indonesia Starlet Club Padang (ISC Padang)

PADANG, METRO – Sebagai pecinta otomotif yang tergabung dalam komunitas, para member pastinya sangat paham dengan bahan bakar minyak (BBM) apa yang sangat baik digunakan untuk menjaga mesin kendaraannya tetap awet dan dalam kondisi prima. Pertalite dan Pertamax menjadi pilihan para member, sehingga kendaraannya selalu siap untuk dibawa touring.

Komunitas yang dijadikan sebagai wadah saling berbagi pengetahuan seputar otomotif, membuat para member paham betul dampak buruk dari kandungan timbal yang ada pada BBM Premium terhadap mesin kendaraan. Dampak buruk itulah yang menjadi alasan para member komunitas otomotif berpaling kini lebih memilih menggunakan BBM berkulitas ketimbang Premium yang masih mengandung timbal.

Salah satu komunitas yang sudah meninggalkan Premium merupakan komunitas sepeda motor Honda di bawah naungan Asosiasi Honda Hayati (AHH). Meski tidak mewajibkan semua member untuk menggunakan BBM tertentu, tetapi karena sudah merasakan sendiri manfaat menggunakan Pertalite dan Pertamax, para member mulai meninggalkan Premium.

“Anggota komunitas kita yang jumlahnya ribuan selalu memprioritaskan keselamatan dalam perjalanan. Selain keselamatan, anggota AHH juga semakin paham untuk selalu memakai Pertamax dan Pertalite, guna menjaga kehandalan dan keawetan mesin saat perjalanan,” kata Ketua Asosiasi Honda Hayati (AHH) Tri Kencono Agung selaku Ketua Umum Asosiasi Honda Hayati.

Di awal pembicaraan, Tri bercerita pengalamannya menggunakan Pertamax. Menurutnya, selama memakai Pertamax, sepeda motornya minim perawatan mesin. Palingan, ia hanya melakukan service berkala untuk motornya dan hanya melakukan tune-up atu ganti oli secara rutin tanpa tambahan perawatan mesin yang berlebih.

“Pertamax itu mampu menjaga ruang bakar tetap bersih dari pengendapan kerak-kerak akibat proses pembakaran dalam ruang bakar mesin. Pertamax itu dampaknya sangat baik kendaraan, apalagi mesin kendaraan bisa awet sehingga umur mesin lebih panjang. Jika menggunakan BBM yang tidak sesuai dengan yang direkomendasikan, mesin akan gampang rusak dan biya perawatan mesin sangat mahal,” katanya.

Tidak hanya mesin awet, Tri juga mengakui kalau menggunakan Pertamax, motornya akan makin bertenaga dibanding menggunakan Premium. Terlebih, motor-motor yang sudah menggunakan teknologi injeksi, memang selalu direkomendasikan BBM tanpa timbal agar tidak terjadi masalah pada mesin.

“Memang lebih bertenaga. Saya sudab buktikan. Kalau kita touring, motor kita terasa enteng ketika melalui jalan yang menanjak. Apalagi, kita semua kan sama-sama tahu, kalau Premium itu tidak ramah lingkungan. Yang ramah lingkungan cuma Pertalite atau Pertamax. Jika ingin yang lebih baik lagi, gunakan Pertamax Turbo,” ungkap Tri.

Tri menjelaskan, komunitas pecinta sepeda motor Honda di bawah naungan AHH, secara rutin melakukan touring. Dengan rutinitas seperti itu, setiap member tentunya sudah mempersiapkan motornya untuk selalu siap untuk diajak perjalanan jauh. Jika tidak siap, tentu sangat rawan terjadi masalah pada motor saat perjalanan dan akan membuat repot.

“Semua member sangat paham bagaimana menjaga mesin tetap prima. Dari main dealer, para member juga selalu diberikan pembekalan pengetahuan terkait BBM apa yang dianjurkan untuk digunakan pada sepeda motornya. Semakin tinggi nilai oktan, berarti akan semakin bagus untuk kendaraan. Jika menggunakan oktan rendah, akan menyebabkan knocking pada mesin,” ujarnya.

Tri menyarankan, bagi semua member dan pengendara motor yang menginginkan kendaraan lebih awet dan bertenaga lebih baik menggunakan Pertalite atau Pertamax.

“BBM yang ideal pada motor-motor keluaran terkini, Pertalite dan Pertamax. Sebab dampaknya cukup keliatan untuk kendaraan. Kalau tidak percaya, silahkan coba dan rasakan sendiri bedanya. Kalau sudah terasa manfaatnya, pasti tidak mau lagi pakai Premium,” ungkap Tri.


Tidak hanya komunitas sepeda motor yang mulai meninggalkan Premium. Komunitas Mobil Indonesia Starlet Club (ISC Padang) juga melakukan hal yang sama. Memiliki mobil yang terbilang sudah tua, para member ISC lebih memilih Pertamax untuk menjaga performa mesin mobilnya.

Rachmat Syahputra misalnya. Ia lebih mengutamakan kendaraannya menggunakan Pertamax ketimbang Premium. Bagi Amenk sapaan akrabnya, ia dan teman-temannya di ISC Padang lebih mengutamakan menggunakan BBM yang berkulitas lebih menguntungkan, meskipun biaya saat membelinya lebih mahal, namun jangan kaget kalau menggunakan pertamax bisa lebih irit ketimbang premium walaupun volume liternya lebih sedikit.

“Kemarin itu, kami pernah iseng-iseng menguji penggunaan Premium, Pertalite, dan Pertamax. Sama-sama diisi Rp 100 ribu. Setelah kami uji, ternyata dengan jarak tempuhnya sama, Pertamax lebih irit, meskipun secara liternya lebih sedikit. Kalau Premium dan Pertalite memang liternya lebih banyak, tapi lebih boros,” ujarnya.

Selain manfaat dari sisi kinerja mesin, mobil mereka anggap sebagai aset yang harus dirawat karena digunakan secara jangka panjang dan juga digunakan saat bersama keluarganya. Amenk tidak menampik bahwa Premium memang berdampak buruk terhadap kinerja kendaraan bermotor. Apalagi, jika dipaksa digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

“Kalau pakai Premium, ruang bakar lebih kotor dan akselerasi lebih lambat. Hal ini bertolak belakang dengan BBM oktan 92. Bahkan, penggunaan BBM RON tinggi tersebut, ternyata juga lebih irit. Beberapa anggota sudah pernah menghitung,” ungkap Amenk.

Amenk juga berpesan, peratawan mobil itu tidak murah, tapi cukup menguras isi dompet apalagi yang sampai rusak adalah mesinnya. Tetapi dengan pemilihan penggunaan BBM yang sesuai dengan mesin akan sangat membantu terjaganya kondisi kesehatan mobil. “Jika menggunakan BBM yang tidak sesuai, mesin akan cepat rusak. Biaya untuk perawatan mesin sangat mahal,” pungkasnya.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot