UC News

Jogjakarta dan Bali Dinilai Masih Kebal dari Virus Covid-19, Mbak You Ungkap Alasan Mengejutkan di Baliknya! Ada Wilayah Sakral dan Memegang Tradisi

Jogjakarta dan Bali Dinilai Masih Kebal dari Virus Covid-19, Mbak You Ungkap Alasan Mengejutkan di Baliknya! Ada Wilayah Sakral dan Memegang Tradisi

GridStar.ID - Kasus virus corona di Indonesia meningkat tajam pada Kamis (21/05).

Tercatat pasien positif virus corona dalam satu hari kemarin mencapai 973 kasus dan sudah ada 20.162 kasus positif di tanah air.

Pasien sembuh dari virus corona sebanyak 4.838 orang dan meninggal 1.278 kasus.

Namun dua daerah di Indonesia, Bali dan Yogyakarta memiliki kasus yang rendah, dibandingkan dengan daerah yang ada di sekitarnya.

Di Bali terkonfirmasi ada 374 kasus positif corona dengan mereka yang sembuh mencapai 280 orang sedangkan pasien yang meninggal sebanyak 4 orang.

Sedangkan di Yogyakarta diketahui ada 215 kasus positif corona dengan pasien sembuh mencapai 105 orang dan meninggal sebanyak 8 orang.

Menurut penerawangan yang disampaikan oleh Mbak You, ia menyampaikan kenapa dua wilayah tersebut memiliki jumlah kasus yang sedikit dibandingkan yang lainnya.

Ia mengungkapkan ada hal yang tak kasat mata yang bisa mempengaruhi penyebaran virus di sebuah daerah.

"Saya punya prinsip seperti ini, enggak tahu benar enggak tahu salah, corona itu datang seperti jelangkung, datang tidak ada bentuknya, tapi efeknya luar biasa," kata Mbak You dikutip dari Nakita.ID.

"Tapi nanti perginya juga enggak tahu, ilang aja, nanti lama-lama enggak tahu ke mana, tahu-tahu sudah seperti biasa lagi, tapi makan waktu, tidak secepat itu juga," lanjutnya.

Virus ini juga akan menghilang dengan kekuatan doa dan kuasa dari Tuhan yang membolak-balikkan keadaan.

Lebih lanjut Mbak You juga menyampaikan kenapa Yogyakarta dan Bali terlihat aman dibanding di beberapa wilayah lainnya.

"Kalau kita ngomong wilayah, Jogja Bali, itu kan masih mengandung sakral, kalau raja masih wingit, itu kan cara-cara kejawen zaman dulu pagebluk (bencana) itu ada (penangkal) sayur lodeh, kluwih, ada tradisi ketok pentong kayu," kata Mbak You.

Mbak You juga menyebutkan kalau cara salaman adat dengan menelungkupkan tangan ke depan dada juga diterapkan di tempat-tempat sakral tersebut.

"Kita kembali ke zaman dulu, tradisi kejawen di mana corona itu bisa sangat bisa diatasi, hal yang mereka lakukan menurut aturan Jawa itu benar, sesuai dengan pakemnya maka (pageblug atau bencana) bisa dilalui sama-sama," pungkasnya. (*)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot