UC News

Jokowi Diselamatkan Suara dari Jawa Tengah dan Jawa Timur

Jokowi Diselamatkan Suara dari Jawa Tengah dan Jawa Timur

RILIS.ID, Jakarta— Hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini tak jauh beda dengan tahun 2014 lalu. Keunggulan Joko Widodo (Jokowi) masih di kisaran 50-55 persen.

Padahal hasil quick count (QC) beberapa lembaga survei menyebut, Prabowo menang di 18 provinsi. Namun pada akhirnya, total suara se-Indonesia juga yang jadi penentu.
Menariknya, ada sejumlah provinsi di mana Jokowi kalah. Misalkan di Sulawesi Tengah, Gorontalo; Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, Aceh, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pengamat Politik Indonesian Public Institute, Jerry Massie, menerangkan kekalahan itu karena isu agama yang sangat berpengaruh jika dimainkan. Apalagi Aceh, Jabar, NTB, dan menjadi basis partainya Prabowo-Sandiaga Uno yakni Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS.
”Untung saja Jokowi bisa merebut total di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dua wilayah inilah yang menyelamatkan sang petahana,” papar Jerry kepada rilis.id, Jumat (19/4/2019).
Sebagai perbandingan, berdasarkan data rekapitulasi suara Pilpres 2014 (KPU) Jawa Tengah, suara Jokowi-JK mencapai 12.959.540. Angka itu setara dengan 1,99 kali perolehan Prabowo-Hatta, yaitu 6.485.720 suara.
Berbalik dengan Sumbar di mana Prabowo menang telak 2014 lalu. Dari 19 kabupaten/kota, Prabowo-Hatta unggul di 18 kabupaten/kota. Sedangkan Jokowi-JK hanya memimpin di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pasangan Prabowo-Hatta meraih 1.797.505 suara atau 76,9 persen. Sementara, Jokowi-JK meraup 539.308 suara atau 23,1 persen.
Demikian halnya dengan Banten. Jokowi tak mampu menandingi Prabowo kendati provinsi itu merupakan basis calon wakil presiden (cawapres) yang digandeng Jokowi, Ma’ruf Amin. Prabowo-Sandi mendulang suara sebesar 12.819, sementara Jokowi-Ma’ruf memperoleh 7.342.
Prabowo-Sandi juga unggul di Gorontalo dengan jumlah 54.002 suara. Sementara, Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan 48.624 suara.
”Untuk Jawa Barat, Jokowi sebenarnya bisa menang jika PAN dan PKS berkoalisi. Sebab, meski Gubernur Jabar Ridwan Kamil dari NasDem tapi tak mampu mendongkrak suara Jokowi,” ungkap Jerry.
Jerry menegaskan, kekalahan Jokowi-Ma’ruf di 18 provinsi saat hitung cepat menunjukkan kerja-kerja partai pengusung tak maksimal. Sehingga, perolehan suara calon nomor urut 01 itu tak pengaruh meski ditopang multi partai.
”Namun data terakhir SMRC, menunjukkan perubahan. Keunggulan Jokowi ada di 19 provinsi dan Prabowo 14 provinsi. Jokowi 54,98 persen dan Prabowo 45,02 persen atau selisih 9,6 persen,” pungkas Jerry. (*)

Editor: gueade

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot