UC News

Kabur Dengan Pria Lain Karena Bosan Hidup Susah, 6 Tahun Kemudian Wanita Ini Menyesal

Kabur Dengan Pria Lain Karena Bosan Hidup Susah, 6 Tahun Kemudian Wanita Ini Menyesal
Referensi pihak ketiga

Sahabat SP - Diceritakan. Fandi dan Siti (keduanya nama (samaran) sudah menikah selama 5 tahun. Siti termasuk wanita beruntung karena ia bisa menikah dengan Fandi, seorang pria yang sudah mapan dan memiliki usaha bengkel yang terbilang cukup sukses. Dari usaha itu pula, Fandi bisa membeli rumah dan mobil. Apa yang sudah Fandi dapatkan adalah hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun.

Sampai suatu ketika, cobaan berat pun datang. Sang ibu sakit keras, usaha Fandi juga mengalami sedikit penurunan pendapatan sehingga ia pun harus menanggung beban yang berat. Alhasil, kondisi keuangan pun cukup sulit. Di saat yang bersamaan, Siti justru tak peduli dengan keadaan itu.

"Suami itu tugasnya adalah menafkahi istri. Jadi apapun keadaannya, aku tidak mau susah" ucap sang istri.

Meski hampir setiap hari sang istri berkata demikian, akan tetapi Fandi masih tetap bersabar demi menjaga keutuhan rumah tangganya. Apalagi sang istri tengah hamil anak pertama setelah sekian lama menunggu kehadiran sang buah hati. Fandi terus bekerja keras karena ia memang memerlukan biaya yang banyak. Namun, sang istri tetap saja selalu merasa gengsi dan malu kalau hidup susah.

Sampai akhirnya, buah hati yang mereka nanti-nantikan pun lahir. Meski demikian, ternyata tetap saja tidak mengubah sifat sang istri. Bahkan, ketika sang anak berusia 3 bulan, Siti pamit belanja ke mall namun kunjung kembali dan meninggalkan anaknya di rumah.

Saat Fandi memeriksa isi kamarnya, ternyata semua barang berharga sudah dibawa kabur oleh Siti. Salah seorang tetangga juga mengatakan kalau ia melihat Siti pergi bersama seorang pria. Bahkan 3 bulan kemudian, Siti memberitahu kalau ia ingin cerai. Meskipun marah, Fandi terpaksa menerima keinginan sang istri untuk bercerai dan ia pun harus merawat anaknya sendiri.

Tapi siapa sangka, 6 tahun kemudian istrinya kembali datang. Namun, bukan kembali ke rumah akan tetapi ke sekolah anaknya. Siti mengatakan kalau ia ingin menjemput anaknya dan membawanya pergi. Akan tetapi, pihak sekolah melarang kecuali atas ijin sang suami karena Fandilah yang selama ini selalu mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah.

Namun, Siti tetap tidak putus asa dan tetap ingin menjemput paksa anaknya. Sampai akhirnya mereka pun menyerahkan ke pengadilan untuk memastikan hak asuh sang anak. Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya pihak pengadilan pun memutuskan kalau yang berhak atas hak asuh anak adalah Fandi bukan ibunya yang meninggalkan saat bayi. Siti pun hanya bisa menyesali semua perbuatannya. Akan tetapi, semua sudah terlambat dan kini ia harus kehilangan haknya terhadap sang anak meskipun ia masih diberi ijin oleh Fandi untuk bertemu.

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

Sumber: tribunnews.com dengan sedikit perubahan

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot