UC News

Kecelakaan Kapal di Rupat Utara, Polres dan Ditpolair Bengkalis Bersama Basarnas Lakukan Pencarian Korban

Kecelakaan Kapal di Rupat Utara, Polres dan Ditpolair Bengkalis Bersama Basarnas Lakukan Pencarian Korban
riaueditor Jasad seorang TKI ilegas berjenis kelamin wanita yang berhasil ditemukan.

PEKANBARU, riaueditor.com -Kecelakaan kapal bermuatan 20 orang, menuju Malaysia tenggelam di perairan Pasir Putih Desa Putri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan kecelakaan kapal diduga bermuatan TKI tersebut terjadi pada Selasa(21/1/2020) malam, sekitar pukul 19.30 Wib.

"Kapal tanpa nama ini berangkat dari Sungai Pakalan Buah Rupat Selatan berpenumpang 18 orang, tekong kapal 2 orang. Sehingga jumlah seluruhnya 20 orang. Sekitar pukul 21.30 Wib, dipertengahan jalan kapal dihantam ombak dan tenggelam," kata Sunarto, Jumat (24/1/2020).

Dari 20 orang itu, sebanyak 10 orang dengan rincian 7 laki-laki dan 3 orang perempuan berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang sedang melaut mencari ikan.

Pada Rabu (22/1/2020) malam sekitar pukul 23.30 Wib s/d 00.15 Wib, Polair Polres Bengkalis bersama Basarnas melaksanakan pencarian korban kapal yang tenggelam.

Kerja keras Polair Bengkalis dan Basarnas yang melakukan penyisiran membuahkan hasil. Pada Kamis (13/1/2020) siang, tim berhasil menemukan satu live jacket yang dalam keadaan tidak utuh dan seorang jasad wanita. Jasad dievakuasi dan dibawa menuju ke RSUD Dumai.

Menurut pihak RSUD Dumai yang melakukan otopsi, jasad wanita itu diperkirakan berumur 40 tahun.

"Korban belum teridentifikasi, karena penjelasan dari tim DVI Rumkit Pekanbaru, saat ini dibutuhkannya data pembanding dari keluarganya agar dapat teridentifikasi secara tepat terhadap korban," ujar Sunarto menjelaskan.

Dijelaskan Sunarto, pihak kepolisian juga telah memintai keterangan terhadap korban selamat yakni, SY dan JF.

Hasil intetogasi, diketahui SY pernah berurusan dengan aparat kepolisian dan ditahan terkait kasus TKI ilegal pada dua bulan lalu.

Sedangkan JF berperan sebagai penampung dan yang menyalurkan 7 orang tenaga kerja ilegal (TKI).

Kemudian ada pelaku RI (dalam lidik) yang berperan sebagai penampung dan juga menyalurkan 7 TKI ilegal.

"Empat lainnya belum diketahui siapa yang menyalurkan karena mereka datang sendiri ke tempat speed boat yang akan digunakan oleh terduga pelaku," kata Sunarto.

Untuk saat sekarang ini, kepolisian juga telah mengamankan dua orang wanita terduga pelaku yang juga berperan menampung dan menyalurkan TKI ilegal berinisial MZ (39) warga Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, dan JF (52) warga Desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

"MZ diketahui merupakan istri dari SY," ungkap Sunarto.

Terhadap 9 WNI yang kondisinya selamat, telah diambil langkah dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Bengkalis, untuk dapat dilakukan pemulangan ke daerah asalnya masing-masing.

"Untuk 1 WNA asal Bangladesh bernama Sumon, kepolisian sedang berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Bengkalis, untuk dideportasi ke negara asalnya," pungkas Sunarto. (dg)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot