UC News

Kekalahan Menyakitkan Quartararo, Marc Pelajari Kekuatan Fabio dan Mengunci di Last Lap!

Kekalahan Menyakitkan Quartararo, Marc Pelajari Kekuatan Fabio dan Mengunci di Last Lap!
Referensi pihak ketiga

RiderTua.com - MotoGP Thailand, Fabio Quartararo mengatakan, kekalahannya di tikungan terakhir dari Marc Marquez di GP Thailand lebih menyakitkan dan membuat frustrasi daripada kekalahannya di lap terakhir GP Misano. Kekalahan menyakitkan Quartararo, Marquez pelajari kekuatan El Diablo dan mengunci di last lap!

Pembalap Petronas Yamaha SRT memimpin hampir di semua balapan dan hanya kalah oleh Marc Marquez. Dia mencoba untuk melewati Marquez di tikungan terakhir, tetapi melebar. Dan gagal untuk kemenangan perdananya dengan hanya di selisih 0,2 detik di tikungan 3 pada lap terakhir.

Kekalahan Menyakitkan Quartararo, Marquez Pelajari Kekuatan El Diablo dan Mengunci di Last Lap!

Referensi pihak ketiga

El Diablo juga pernah kalah dari Marquez di Misano pada lap terakhir setelah memimpin sebagian besar balapan. Quartararo mengakui kekalahannya lagi kali ini sangat menyebalkan, tetapi masih senang bisa bertarung dengan pembalap yang menjadi referensi MotoGP.

"Yang di Thailand lebih menyakitkan. Di Misano di akhir balapan aku tidak mencoba apapun di tikungan terakhir. Di sini saya mencoba sesuatu."

Quartararo menyalip Marquez, namun dia tidak tahu benar apakah dia bisa masuk dan menutup racing line. Namun Fabio hanya bisa melihat ban belakang motor Marquez dan itu sangat membuatnya frustasi karena dekat dengan garis finis.

Referensi pihak ketiga

Marquez Pelajari Kekuatan El Diablo di Misano

Kartu permainan Quartararo sudah dibaca dan dipelajari Marquez di Misano. Marquez belajar di mana Quartararo kuat saat membayangi dirinya, dan melakukan hal yang sama pada hari Minggu di Thailand. Padahal Fabio tahu Marc akan lakukan hal serupa seperti di Misano.

Mengetahui strateginya terbaca lawan, Quartararo mengakui dia tidak berniat mengubah strategi ini untuk memungkinkan Marquez memimpin untuk sementara waktu. Dan mengatakan jika dia tidak mencoba di tikungan terakhir dia akan tidak tidur nyenyak sampai seri Jepang.

Strategi yang diterapkan Fabio sama seperti Misano, yaitu memimpin balapan dan dia merasa baik jika di depan. Walau tahu strategi yang sama terbukti kalah. Mungkin dia merasa mesin yang sekarang lebih kuat dalam akselerasi ( 500 rpm lebih tinggi)...

Referensi : motorsport.com(06/10/19)

Topic: #marc marquez
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot