UC News

Kembali ke Era Perang Dunia II, Angkatan Laut dan Marinir Amerika Ingin Rudal Antikapal Berbasis Darat

Kembali ke Era Perang Dunia II, Angkatan Laut dan Marinir Amerika Ingin Rudal Antikapal Berbasis Darat

Angkatan Laut dan Korps Marinir Amerika menginginkan versi darat dari Naval Strike Missile yang baru. Dua matra militer tersebut berharap bisa menggunakan rudal untuk membuat kapal musuh menjauh dari Amerika dan pulau serta garis pantai yang dikuasai sekutu.

Ini seoertu versi modern dalam praktik lama debgab menempatkan senjata artileri besar di darat yang siap untuk bertarung dengan kapal-kapal musuh.

Kebangkitan kembali potensi peperangan besar melawan negara-negara seperti Rusia dan China telah membawa peperangan konvensional besar menjadi pusat perhatian Pentagon. Dalam konflik di masa depan, pasukan Amerika yang menghadapi kedua negara akan beroperasi di lepas pantai Eropa dan Asia, akan menemui lautan yang penuh dengan musuh.

Salah satu cara untuk memastikan musuh tersebut tidak bisa mendekat apalagi mendarat, adalah menempatkan senjata ampuh di pesisir untuk menghalau mereka.

Rudal yang dimaksud adalah Naval Strike Missile atau NSM yang dirancang oleh Norwegia. Dikembangkan oleh Kongsberg, rudal itu sekarang diproduksi dalam kemitraan dengan raksasa pertahanan Amerika Raytheon.

NSM adalah rudal jelajah anti-kapal dengan jangkauan lebih dari 100 mil dan saat ini sedang dipasangkan ke Littoral Combat Ships (LCS) US Navy. Senjata ini memberi kapal kecil ini kemampuan untuk menenggelamkan kapal di balik cakrawala.

LCS pertama yang dilengkapi dengan Naval Strike Missile adalah, USS Gabrielle Giffords, yang menembakkan rudal selama latihan Pacific Griffin pada Oktober 2019.

NSM adalah rudal jelajah anti-kapal. Rudal ditembakkan dari geladak kapal atau truk militer, menggunakan pendorong roket untuk lepas landas. Beberapa detik kemudian motor roket jatuh dan turbojet Microturbo TRI-40 menyala. NSM terbang rendah setinggi 30 kaki atau kurang dari permukaan air untuk menghindari radar musuh.

Ketika rudal memasuki zona pertahanan musuh, NSM menerbangkan serangkaian manuver menghindar untuk menghindari tembakan. Sebagai dampak, rudal dapat meledak saat kontak dengan kapal dan berguna untuk menenggelamkan kapal yang lebih kecil, atau kapal yang lebih besar setelah menembus jauh ke dalam interiornya.

Skenario penggunaan rudal tersebut kurang lebih begini. Dalam konflik di masa depan, Marinir Amerika mendarat dan menempati sebuah pulau di Laut China Selatan. Selanjutnya satuan tugas angkatan laut China yang kuat tiba, mengusir Angkatan Laut Amerika dan meninggalkan Marinir untuk berjuang sendiri.

Upaya China untuk mendaratkan pasukan mereka sendiri di pulau itu frustrasi dengan baterai Naval Strike Rudal yang dipasang di truk, yang secara efektif menciptakan zona larangan dalam 100 mil dari pulau itu. Angkatan Laut Amerika, setelah mengambil bala bantuan melakukan serangan balik dan membangun kembali kontak dengan Marinir.

Cara lain NSM berbasis darat akan bekerja adalah untuk mempertahankan wilayah sendiri atau sekutu dari kapal musuh. Bayangkan sebuah kepulauan yang diisi pasukan Amerika dan Sekutu, di bawah ancaman oleh pasukan angkatan laut Rusia.

Dengan menempatkan NSM di pulau-pulau yang bersahabat dan menciptakan penyangga 100 mil, pasukan Amerika dapat mengarahkan musuh ke perairan yang lebih dalam di mana kapal musuh dapat ditargetkan oleh pesawat berbasis-kapal induk dan kapal selam. Idenya adalah untuk menjaga armada musuh di bawah ancaman konstan, tidak peduli di mana ia berlayar, sampai hancur atau memutuskan untuk pulang.

Militer Amerika belum mengoperasikan rudal anti-kapal berbasis darat sejak Perang Dunia II. Angkatan Darat Amerika dulu menggunakan serangkaian senjata yang melindungi kota-kota pesisir utama Amerika, dan Angkatan Laut Amerika mengoperasikan batalion pertahanan yang dirancang untuk melindungi pulau-pulau dari serangan musuh, terutama di Pulau Wake.

Konsep ini ditinggalkan setelah V-J day ketika jelas bahwa Uni Soviet tidak memiliki armada untuk mengancam Amerika Serikat dan perang nuklir adalah ancaman yang lebih besar bagi daratan Amerika.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot