UC News

Kesal Saat Lihat Hadiah dari Mertua, Ia Memberikannya Pada Sepupu. Ternyata Isinya

Sahabat UCers, kisah-kisah seputar urusan mertua dan menantu seolah tak ada habisnya. Dan tentu mengamati kisah-kisah orang lain akan memberi kita beragam pengalaman yang akan menjadi bahan pertimbangan atas tindakan kita pribadi saat berada di situasi serupa.

Sebut saja Helna, seperti kebanyakan menantu lainnya ia juga kesulitan untuk akrab dengan ibu mertuanya. Pun demikian bersama sang suami ia akan selalu mengunjungi ibu mertuanya setiap pekan, baik menginap atau sekedar bersantap malam bersama.

Kesal Saat Lihat Hadiah dari Mertua, Ia Memberikannya Pada Sepupu. Ternyata Isinya
Referensi pihak ketiga

Jelang setahun menikah, Helna menginginkan makan malam romantis berdua suaminya di perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Tapi kemudian, ibu mertua bersikeras menentangnya, "Makan malam bersama ibu saja, jangan ikut-ikutan perayaan orang barat seperti itu." titah sang ibu.

Helna pun menjadi sangat kesal dan ia menjawab dengan emosi, "Zaman ibu mungkin berbeda, tahu apa ibu soal romantisme? Kami sudah memesan tempat, jadi kami tak akan datang ke rumah ibu."

Pertengkaran tak bisa dihindari. Pun begitu, suami Helna memutuskan mereka akan makan bersama sang ibu demi menghindari konflik yang jauh lebih pelik ke depannya.

Helna yang merasa bersalah membawakan sang ibu beragam hadiah, untungnya ibu mertuanya juga tak mengungkit-ungkit perkara telepon yang lalu. Bahkan setelah makan malam bersama ibu mertuanya memberikan sebuah hadiah.

Helna pun merasa senang dan langsung membuka hadiahnya begitu tiba di rumah. Namun, ia seketika menjadi kecewa dan kesal melihat sebuah tas yang sudah ketinggalan zaman. Ia berpikir mertuanya pasti masih mendendam akibat telepon hari itu.

Helna yang kesal kemudian memberikan hadiah itu pada sepupunya yang kebetulan datang bertamu.

Referensi pihak ketiga

Keesokan harinya, sepupu Helna mengirim pesan, "Dasar ceroboh, kamu pasti lupa mengambil hadiah dari mertuamu. Di dalam tasmu ada beragam hadiah dan juga surat. Besok kuantarkan kembali."

Saat kemudian melihat hadiahnya, Helna sungguh merasa menyesal. Betapa tidak, hadiah itu berupa kalung dan gelang giok yang harganya tentu cukup mahal. Dan sebuah surat membuat Helna tak sanggup menahan air matanya.

"Maafkan ibu jika nada bicara ibu waktu itu agak keras. Ibu sudah membelikan hadiah ini jauh hari, dan ibu berharap bisa memberikannya sendiri di perayaan ulang tahun pernikahanmu, semoga kamu suka."

---

Sahabat UCers, kadang kita memendam perasaan tidak suka dan kecewa justru karena prasangka kita sendiri. Jika sedikit saja kita mau membuka hati, maka niscaya kita akan bisa melihat banyak kebaikan dan hikmah dari apa yang kita hadapi.

Semoga menginspirasi.

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:

erabaru.net/2019/02/11/setelah-kami-bertengkar-ibu-mertua-memberiku-tas-lalu-aku-berikan-pada-kakak-sepupu-aku-jadi-malu-saat-kakak-memberitahu-isi-tas-itu/

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot