UC News

Ketika Kapolres Jajal Rute Ekstrim Menuju Air Terjun Parangloe Gowa

Ketika Kapolres Jajal Rute Ekstrim Menuju Air Terjun Parangloe Gowa
Kepala Polres Gowa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga, menuju obyek wisata air terjun Parangloe, Gowa, Sulawesi Selatan. (GATRA/Irfan/ar)

Gowa, Gatra.com - Air terjun Parangloe termasuk kawasan wisata alam paling indah di Sulawesi-Selatan. Salah satunya dikarenakan struktur bebatuan yang terdapat di sana, tersusun rapi dan menjulang tinggi nan bertingkat.

Lokasi air terjun Parangloe, di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, berada sekitar 43 kilometer arah timur kota Makassar.

Hampir setiap hari, banyak warga yang datang menikmati panorama di kawasan itu. Salah satunya yakni Kepala Polres Gowa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga, yang selama ini merasa penasaran ingin melihat langsung lokasi tersebut.

Di tengah aktivitasnya, Kapolres meluangkan waktunya mengunjungi kawasan itu pada Sabtu (12/1).

Air terjun Parangloe ini oleh masyarakat di sana disebut sebagai Bantimurung 2. Nama ‘Bantimurung’ oleh masyarakat Sulawesi Selatan identik dengan lokasi obyek wisata air terjun, yang dikenal sudah cukup lama, berada di Kabupaten Maros, di Sulawesi Selatan.

Nah, untuk bisa menuju ke Air Terjung Parangloe, kata Kapolres, yang didampingi Kapolsek Parangloe Ajun Komisaris Polisi Abdul Majid, harus melewati rute yang berbatu, menuruni jalanan setapak yang cukup terjal.

“Sebelumnya, kita naik mobil dulu dari Polsek Parangloe untuk menuju kawasan ini selama 10 menit. Setelah itu, dilanjutkan dengan berjalan kaki karena rutenya yang sudah tidak memungkinkan untuk menggunakan kendaraan,” kata Shinto.

Rasa takjub pun dirasakan Kapolres Gowa saat tiba di lokasi tersebut.

“Luar biasa ciptaan Tuhan. Air terjun ini benar-benar indah,” katanya sembari memandangi derasnya air yang mengalir.

Keindahan dan kealamian air terjun pun membuat perwira lulusan Akpol 1999 ini tak dapat menahan keinginannya untuk merasakan kesegaran air terjun. Shinto pun melepas pakaian dan menceburkan diri.

“Air terjun ini memang benar-benar segar. Namun, kami tetap mengimbau kepada pengunjung ataupun wisatawan hendaknya selalu berhati-hati saat berada di lokasi ini, karena batunya sangat licin dan airnya deras,” kata Shinto.

Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa sebenarnya sudah seringkali mengeluarkan imbauan kepada para wisatawan agar berhati-hati di tempat itu, karena terkadang air bah datang tiba-tiba. Selain itu permukaan bebatuan yang licin membuat pengunjung yang kurang hati-hati, bisa saja terpeleset dan jatuh.

Reporter: Irfan
Editor: Anthony Djafar

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot