UC News

Kunci Sukses Arema Hempaskan Persebaya Dalam 21 Tahun Rekor Buruknya!

Kunci Sukses Arema Hempaskan Persebaya Dalam 21 Tahun Rekor Buruknya!
Sumber : Instagram.com/aremafcofficial

Pada pekan ke-14 Liga 1, tuan rumah Arema berhasil menghempaskan tamunya Persebaya Surabaya dengan skor telak 4-0 di Stadion Kanjuruhan Malang, seperti livescore.com (15/08/19).

Gol kemenangan tuan rumah Arema, diciptakan Dendi Santosa pada menit 29, lewat tendangan keras jarak jauh dari luar kotak penalti, yang sempat menyentuh kepala Rachmat Irianto sebelum menggetarkan jala gawang Persebaya Surabaya.

Sedangkan gol kedua Arema diciptakan lewat gol spektakuler Arthur Cunha pada menit ke-70. Gol yang berawal dari tendangan pojok, disambut oleh tendangan voli Arthur yang tidak dapat disentuh penjaga gawang Persebaya Surabaya, Miswar Saputra.

Gol ketiga Arema diciptakan Silviano Comvalius pada menit 87. Sedangkan gol ke-4 Arema diciptakan Makan Konate pada menit 90. Gol keempat Arema yang diciptakan Konate ke gawang Persebaya sore tadi, merupakan gol ke-9 Konate di musim ini.

Strategi Coach Milo yang meminta para pemainnya meredam pergerakan penyerang sayap Persebaya Surabaya, Irfan Jaya menjadi kunci kemenangan Arema di laga yang bertajuk Derby Jawa Timur ini. Irfan Jaya yang sudah menciptakan 6 gol dan 2 assists dalam 12 laganya bersama Persebaya, memang tidak bisa berkembang permainannya, karena dijaga sangat ketat oleh bek kanan Arema, Nasir.

Kekalahan Persebaya Surabaya dari Arema tadi sore merupakan perpanjangan rekor buruk Tim Bajul Ijo di kandang Arema yang telah berlangsung selama 21 tahun. Terakhir Tim kebanggaan arek-arek Suroboyo ini berhasil meraih satu poin di Malang pada Liga Indonesia musim 1997-1998, ketika Persebaya berhasil menahan imbang Arema dengan skor kacamata 0-0. Sejak itu Persebaya Surabaya selalu mengalami kekalahan demi kekalahan ketika melawat ke Kota Malang.

Ternyata dengan diangkatnya Bejo Sugiantoro menjadi Caretaker mengantikan Djajang Nurjaman yang beberapa hari yang lalu dipecat dari kursi kepelatihan Persebaya, tidak berlangsung mulus. Nama Bejo yang berarti orang beruntung dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ternyata tidak dapat direalisasikan di lapangan. Persebaya Surabaya tetaplah menjadi tim yang malang (bukan beruntung) kalau bermain di kota Malang.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot