UC News

Langgar Ganjil-Genap di Jalan Gunung Sahari, Pengendara Ini Telepon Kerabat Agar Tak Ditilang

Langgar Ganjil-Genap di Jalan Gunung Sahari, Pengendara Ini Telepon Kerabat Agar Tak Ditilang
Perempuan pengendara ditilang di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (9/9/2019), karena melanggar kebijakan ganjil genap.

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Hari pertama penindakan perluasan kebijakan ganjil-genap mulai berjalan di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (9/9/2019).

Penindakan ini dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Utara di Jalan Gunung Sahari yang mengarah ke Senen, Jakarta Pusat, dan yang mengarah ke Ancol.

Saat penindakan berlangsung, seorang pengendara wanita tampak berusaha menghubungi untuk meminta bantuan kerabatnya.

Pengendara tersebut tampak berbincang-bincang dengan kerabatnya lewat telepon, meski tak begitu terdengar apa yang ia bicarakan.

Tak lama setelahnya, pengendara tersebut memberikan handphonenya kepada polisi yang menilangnya itu.

Polisi itu kemudian menjauh ke pinggir jalan berbincang-bincang dengan orang di seberang telepon.

"Enggak tahu tuh siapa yang ditelepon," kata polisi yang menilang pemilik mobil tersebut.

Setelah selesai, polisi menyerahkan ponsel itu kepada pengendara yang belakangan mengaku bernama Intan.

Intan pun tetap ditilang setelahnya. Ia mengaku tak tahu bahwa Jalan Gunung Sahari terkena perluasan ganjil-genap.

"Enggak tahu (Jalan Gunung Sahari Terkena Ganjil Genap), baru pertama kali lewat sini," ucap Intan kepada wartawan.

Tak lama setelahnya, Intan pun langsung meninggalkan lokasi dengan membawa surat tilang berwarna biru yang ia dapat dari polisi.

Perluasan sistem ganjil-genap sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Perluasan ganjil-genap 2019 ini diterapkan dalam dua sesi, yakni pukul 6.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB setiap Senin hingga Jumat, kecuali hari libur nasional.

Meski begitu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan pengecualian pada 12 jenis penggunaan kendaraan dalam perluasan Ganjil Genap 2019 tersebut.

Yakni kendaraan berstiker disabilitas, ambulan, pemadam kebakaran, angkutan umum berplat kuning, sepeda motor, kendaraan berbahan bakar listrik dan gas, truk tanki bahan bakar, kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan operasional dinas, TNI-Polri, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional, kendaraan evakuasi kecelakaan lalu lintas, hingga kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Polri, seperti pengangkut uang.

Pengendara bernama Intan usai ditilang di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (9/9/2019).

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot