UC News

Mahasiswa Duduki Kantor Gubernur

Mahasiswa Duduki Kantor Gubernur
duduki— Mahasiswa saat menduduki kantor gubernur hingga lantai 4, dan aksi membakar ban saat orasi di halaman kantor gubernur, Rabu (18/9). (swari arfan/posmetro)

Hari ke-2, Gubernur Dicari, Ruangan Diperiksa

PADANG, METRO – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatra Barat (Sumbar) kembali melanjutkan demonstrasi hari ke-2 menuntut penyelesaian masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Mahasiswa menuntut janji Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit pada hari sebelumnya, Gubernur akan bertemu langsung dengan mahasiswa pada Rabu (18/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Ahmad Syarief, selaku koordinator lapangan aksi membenarkan, aksi mereka merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang belum bisa bertemu Gubenur Sumatera Barat untuk menyampaikan aspirasi terkait Karhutla dan kabut asap yang melanda Sumbar .

“Kami sudah melakukan aksi kemarin, tapi kami hanya di temui Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Kami dijanjikan hari ini pada pukul 13.00 WIB bertemu Gubernur Irwan Prayitno di sini. Setelah kita tunggu-tunggu tidak juga datang.,” ujar Ahmad Syarief.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, massa yang tergabung dalam aliansi BEM se-Sumbar itu melakukan aksi bakar ban dan replika mainan berbentuk pocong di depan kantor Gubernur Sumbar sembari meneriakan agar Gubernur menepati janjinya.

“Kami ingin bertemu gubernur, bukan perwakilannya. Kemarin waktu demo, Selasa (17/9) kita dijanjikan akan bertemu Gubernur. Kami ingin menyampaikan langsung aspirasi kami,” ujar juru bicara mahasiswa yang juga Presiden BEM UNP, Indra Kurniawan.

Selain ingin bertemu dengan pemimpin tertinggi di Sumbar, demonstaran juga menuntut Gubernur memberikan peringatan keras kepada korporasi yang membakar hutan. Sebab, hutan tidak hanya memakan korban manusia saja namun juga tumbuhan dan hewan.

“Kita tidak ingin hutan di Sumbar sama dengan hutan di Riau dan Kalimantan yang saat ini terjadi karhutla,” katanya.

Kemudian, sejak kejadian karhutla di Provinsi tetangga juga berdampak kepada udara di Sumbar, meskipun disebutkan masih aman. Tetapi sampai kini tidak melihat birunya langit Sumbar yang tertutupi asap.

“Kami akan tetap bertahan mendesak sampai gubernur menemui kami, dan mendengar langsung tuntutan kami,” tegasnya.

Dalam orasi mahasiswa di kantor gubernur, mahasiswa juga melakukan pembakaran ban serta dorong mendorong dengan pihak kepolisian karena mahasiswa ingin menduduki kantor gubernur.

Hingga pukul pukul 14.45 WIB, mahasiswa akhirnya menerobos masuk dan menaiki gedung kantor Gubernur dengan membawa spanduk-spanduk dan memeriksa apakah Gubernur berada di dalam.

Mereka melewati pintu samping hingga akhirnya sampai ke lantai 4. Di lantai 2 dan 3, di pajang berapa spandung dengan berbagai tulisan diantaranya hutan dibakar save Sumbar, karhutla membara pemerintah tutup mata rakyat menderita dan lainnya.

Terlihat perwakilan dari Pemprov Sumbar yang menemui mahasiswa terdiri dari Asisten II Setdaprov Sumbar, Benni Warlis, Kasatpol PP Sumbar, Dedy Diantolani, Kepala BPBD Sumbar, Erman Rahman.

Tetapi, mahasiswa tidak ingin berdiskusi dengan perwakilan Pemprov tersebut karena mahasiswa tetap mendesak untuk bertemu Gubernur Irwan Prayitno. Mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Sumbar.

Hingga pukul 16.15 WIB ini mahasiswa masih bertahan di halaman kantor gubernur. Keinginan mahasiswa menunggu orang nomor satu di Sumbar tersebut. Sekitar pukul 17.30 WIB, massa akhirnya membubarkan diri dengan penuh rasa kecewa.

Kapolresta Padang, Kombespol Yulmar Try Himawan yang hadir langsung dalam pengamanan aksi tersebut mengatakan, mahasiswa akhirnya membubarkan diri setelah pihaknya memberikan arahan.

“Personil yang kita kerahkan untuk melakukan pengamanan sekitar 250 personel Polresta Padang. Setelah kita beri arahan mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib,”pungkasnya.

AddThis Sharing Buttons

Share to FacebookShare to TwitterShare to PrintShare to EmailShare to More

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot