UC News

Memanas! Usai Prabowo Deklarasi, SBY Sontak Bikin Instruksi Mengejutkan? Ini Isinya!

Memanas! Usai Prabowo Deklarasi, SBY Sontak Bikin Instruksi Mengejutkan? Ini Isinya!
Prabowo untuk ketiga kalinya mendeklarasikan klaim kemenangannya dalam Pilpres 2019 di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019). Kali ini Prabowo tampil bersama wakilnya, Sandiaga Uno. (nasional.kompas.com)

Usai Prabowo Subianto melakukan deklarasi kemenangan sebanyak 3 kali berdasarkan data exit poll, quick count, dan real count internal BPN, kabar tak sedap menerpa kubu 02.

Ketum Demokrat SBY. (tirto.id)

Ketum Demokrat SBY dikabarkan telah memberikan instruksi kepada jajaran partai agar semua kadernya yang "berdinas" di BPN Paslon 02 agar kembali ke kantor DPP Demokrat. Instruksi SBY ditujukan kepada Sekjen Hinca Pandjaitan, Waketum Syarief Hasan, dan Ketua Kogasma AHY.

"Arahan Ketum, untuk sementara waktu, seluruh pimpinan partai maupun kader PD yang ‘berdinas’ di BPN agar sekarang juga kembali ke WP41 untuk konsolidasi. Demikian untuk dilaksanakan," demikian poin instruksi SBY yang beredar.

WP 41 merujuk pada Wisma Proklamasi Nomor 41 yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat yang menjadi lokasi Kantor DPP Partai Demokrat.

Benarkah Instruksi SBY?

Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsudin membenarkan adanya instruksi SBY yang viral tersebut. Ada pula instruksi kedua yang ditujukan kepada Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua Dewan Pembina E.E. Mangindaan, dan Waketum Syarief Hasan yang juga ditembuskan kepada AHY selaku Ketua Kogasma.

Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsudin. (kompas.com)

Ada empat poin instruksi SBY. Pertama, meminta nama-nama yang disebut untuk terus memantau perkembangan situasi di tanah air pasca-pemungutan suara yang dinilai menunjukkan ketegangan yang bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan.

"Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD," demikian instruksi SBY dalam poin keduanya seperti dikutip tempo.co (18 April 2019).

Ketiga, SBY meminta agar dirinya segera dilapori jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan. Terakhir, SBY mewanti-wanti agar instruksi tersebut diindahkan dan dilaksanakan.

"Beliau mengingatkan kader-kader Demokrat untuk tidak terlalu jauh terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang berpotensi melanggar konstitusi. Demi keselamatan bangsa dan negara juga," tegas Amir.


Kenegarawanan SBY

Banyak kalangan menilai, inilah salah satu contoh sikap kenegarawanan SBY yang tidak mau melakukan tindakan inkonstitusional. Bagi SBY, keselamatan bangsa dan negara jauh lebih utama ketimbang kepentingan pribadi dan kelompok.

Dalam konteks demikian, sangat beralasan kalau akhirnya SBY nyata-nyata berseberangan sikap dengan kubu BPN meski selama Pilpres 2019 ikut berada di dalamnya menjadi pendukung Prabowo-Sandi.

Dalam sebuah kontestasi politik, tentu sah-sah saja kalau kontestan melakukan klaim kemenangan. Namun, sujud syukur dan deklarasi kemenangan mesti harus bersabar menunggu rilis resmi dari KPU yang secara konstitusional menjadi lembaga negara yang sah dan legal untuk menjadi penyelenggara Pemilu.

Kalau KPU masih terus bekerja untuk merekap hasil penghitungan suara secara manual, lantas sudah ada kontestan yang mendeklarasikan kemenangan secara berlebihan, bahkan mengklaim dirinya sebagai presiden, sebagai tokoh nasional yang pernah berpengalaman selama 2 periode memimpin negeri ini, SBY berhak untuk bersikap dan memberikan reaksi.

Semoga pasca-pemungutan suara tidak ada pihak mana pun yang berusaha mengusik dan mencederai nilai-nilai demokrasi, sehingga negeri yang besar ini tidak tercerai berai hanya lantaran kontestasi politik 5 tahunan. Itu saja! ***

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot