UC News

Mengapung di Atas Air, Begini Ternyata Penduduk Pulau Uros Bertahan Hidup

Mengapung di Atas Air, Begini Ternyata Penduduk Pulau Uros Bertahan Hidup
Pulau Uros, Peru. (INSTAGRAM/ podrozujacprzezzycie)
Pulau Uros, Peru. (INSTAGRAM/ pangeaes)
Pulau Uros, Peru. (INSTAGRAM/ oeileen813)
Pulau Uros, Peru. ((INSTAGRAM/ belemcorzo)
Pulau Uros, Peru. (INSTAGRAM/ the_trvlr)
Pulau Uros, Peru. (INSTAGRAM/ travellindaaround)
Pulau Uros, Peru. (INSTAGRAM/ vale_not_vale)
Pulau Uros, Peru. (INSTAGRAM/ verahanderson)

Enggak ada yang tahu kapan persisnya orang-orang Uros mulai membangun pulau terapung di danau tertinggi di dunia. Orang-orang Peru adalah penguasa alam sekitar tersebut.

Setiap gunung di Ngarai Colca dilapisi dengan teras batu yang dibangun oleh suku Inca berabad-abad yang lalu. Teras ini masih digunakan oleh orang-orang Peru hingga saat ini. Mereka melewati teras ini setiap hari untuk bertani.

Pulau Uros merupakan hasil dari penggabungan ilmu fisika dan kecerdasan. Masyarakat adat Uros telah memanfaatkan kekuatan buluh totora. Yang telah hidup di pulau tersebut selama bertahun-tahun.

Ada lebih dari 100 pulau di Uros, masing-masing memiliki lebar enggak lebih dari 27,5 meter. Dengan ketebalan 1,2 meter hingga 2,5 meter.

Para penduduknya menggunakan gergaji tangan untuk memotong batu bata dari lumpur dan akar di bawahnya untuk buluh hingga bagian dangkal danau. Mereka lalu mengikat batu bata ini untuk membentuk fondasi pulau kemudian melapisinya dengan buluh totora agar pulau tersebut memililki daya apung.

Pulau-pulau tersebut ditambatkan dengan tali supaya enggak hanyut. Lalu menggunakan batang pohon kayu putih sebagai penambatnya. Setiap pulau dapat menampung hingga 10 keluarga.

Di Uros, enggak ada dinding sama sekali. Kecuali buluh yang digunakan untuk membuat rumah. Bahkan enggak ada dinding yang dapat mencegahmu terjatuh ke air. Meskipun Danau Titicaca memiliki kedalaman sekitar 134 meter, sebagian besar penduduk pulau enggak bisa berenang.

Danau tersebut tenang dengan langit biru yang cerah. Tapi pulau-pulau tersebut masih meliuk dan bergoyang seirama dengan gelombang air. Setiap liukan dan gerakan seperti sebuah tarikan napas. Hal itu semakin menciptakan ilusi seakan-akan pulau tersebut hidup.

Hingga kini, Uros masih terselimuti misteri. Penduduk Uros merupakan keturunan Uru, salah satu suku paling tua di Amerika.

Para penduduk membuat pulau terapung tersebut untuk melarikan diri dari kekerasan di daratan utama ketika suku Inca memperluas daerah kekuasaan mereka berabad-abad yang lalu. Namun enggak ada satu orang pun yang tahu pasti berapa lama mereka berada di tempat tersebut.

Sangat mudah untuk menebak mengapa orang-orang Uros memilih Danau Titicaca sebagai tempat tinggal. Danau tersebut seperti berada di ujung dunia. Meskipun begitu, teknologi masih dapat memasuki tempat ini. Perahu motor, panel surya, bahkan beberapa makanan ringan yang tergolong modern.

Kebanyakan orang pergi ke Peru untuk melihat Machu Picchu dan mengagumi kecerdasan suku Inca. Namun hanya 250 mil jauhnya, terayun-ayun di danau tertinggi di dunia yang dapat dilayari, terdapat contoh hidup orang-orang dengan banyak akal yang hampir enggak berubah oleh waktu.

THE DAILY BEAST

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot