UC News

Mengejutkan, Usai Petingginya Diperiksa Polisi, Ternyata Sunda Empire Adalah

Salah seorang petinggi Sunda Empire-Earth Empire telah diperiksa polisi. NB dengan jabatan perdana menteri ini merujuk pada Nasri Banks. Pria tersebut beberapa kali memang terekam kamera tengah berbicara di hadapan para anggotanya.

Mengejutkan, Usai Petingginya Diperiksa Polisi, Ternyata Sunda Empire Adalah
Referensi pihak ketiga

Di salah satu video, dia juga menyebut bahwa dirinya adalah 'kaisar'. Kata 'kaisar' sendiri memang merujuk pada keberadaan kelompok itu, yang mengklaim sebagai kekaisaran matahari.

Dikutip dari Tribunnews.com (22/01/2020), Petinggi Sunda Empire, Raden Rangga atau Raden Ranggasasana atau HRH Rangga menegaskan tak punya kaitan dengan Keraton Agung Sejagat. Dalam penjelasannya, Raden Rangga menyebut Sunda Empire adalah Kekaisaran Matahari.

Referensi pihak ketiga

Menurut Raden Rangga dalam videonya yang diunggah di akun YouTube dengan nama Pangeran Rangga, dia menjelaskan Gong Perdamaian ditabuh sebagai tanda dimulainya gerakan untuk memperbaiki sistem tatanan dunia baru di bawah misi besar dan mulia dari Sunda Empire-Earth Empire yang disebutnya sebagai Kekaisaran Matahari.

"Sunda Empire Earth Empire itu adalah kekaisaran matahari, kekaisaran bumi. Juga diartikan Sunda itu suku Sunda tapi ini adalah tindakan, proses turun-temurun kekaisaran dari dinasti ke dinasti dan saat ini dinasti Sundakala," ucap Raden Rangga

"(Kalau tidak daftar ulang) negaranya hilang," tambahnya

Referensi pihak ketiga

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso menyatakan, selain Nasri Banks dan anggota berinisial A, penyidik meminta keterangan kepada staf Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sebab, selama berkegiatan di Bandung, Sunda Empire menggunakan gedung Isola, yang berada di kompleks UPI.

Polisi sudah memeriksa dua anggota Sunda Empire berinisial NB dan A. NB merujuk pada dedengkot Sunda Empire bernama Nasri Banks, yang memiliki pangkat Grand Prime Minister Sunda Empire-Earth Empire.

"Budayawan dilibatkan. Nanti prosesnya kan yang ahli sejarah kami mintai keterangan terkait yang disampaikan di video, itu perlu kami cek," tutur Erlangga.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot